Tanggapi Isu Pertalite Boros, Kementerian ESDM Tes Sampel di SPBU Jakarta

05/10/2022

Pasar mobil

2 menit

Share this post:
Tanggapi Isu Pertalite Boros, Kementerian ESDM Tes Sampel di SPBU Jakarta
Kementerian ESDM melalui pusat penelitian Legimas menguji coba beberapa sampel guna menguak isu Pertalite boros paska kenaikan BBM di awal September lalu.

Beberapa waktu lalu beredar isu yang menyebutkan bahwa Pertalite boros dan tidak lagi efisien semenjak mengalami kenaikan harga di awal September lalu. Menanggapi hal ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun melakukan pengujian dengan mengambil sampel di sejumlah SPBU di Jakarta.

Sampel dari SPBU di Jakarta

Kepada media, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta Lemigas untuk mengambil beberapa sampel di beberapa SPBU di Jakarta.

>>> Simak harga mobil baru dengan promo terbaik hanya di sini

nozzle Pertalite yang ada di SPBU Pertamina
Pengujian dilakukan menggunakan sampel Pertalite dari SPBU di Jakarta

Sebagai pengujian tahap awal, Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) mengumpulkan sampel yang diambil di SPBU Lenteng Agung, SPBU Abdul Muis, 2 SPBU di Taman Mini, serta satu SPBU yang masing-masing terletak di Sunter dan S. Parman untuk diteliti.

“Sampel BBM Pertalite tersebut kemudian diuji di Balai Besar Pengujian Migas Lemigas Direktorat Jenderal Migas. Dengan prosedur dan standar pengujian yang baku untuk 19 parameter uji,” jelas Tutuka sebagaimana dilansir dari Kontan, (5/10/2022).

>>> Skema Pembatasan Pertalite dari Pertamina: Sehari Maksimal 120 liter

Tepis isu Pertalite boros

Dari hasil pengujian tersebut, Lemigas mendapati bahwa semua sampel yang diambil dari enam SPBU tersebut sudah memenuhi standar dan mutu bahan bakar Pertalite dengan RON 90. Sehingga menampik isu tentang Pertalite yang lebih boros dibandingkan sebelumnya.

"Dengan ini tidak terindikasi adanya batasan mutu off-spec. Semuanya on-spec,” terangnya.

isu Pertalite boros yang berkembang di masyarakat
Pengujian ini tepis isu Pertalite boros yang berkembang di masyarakat

Tutuka menjelaskan bahwa semua sampek sudah memenuhi standar yang berlaku. Standar tersebut merujuk pada Keputusan Dirjen Migas Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 yang mengatur kualitas dan ketentuan bahan bakar sesuai dengan masing-masing RON yang ada.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan pengawasan standar sekaligus mutu BBM untuk memastikan bahan bakar yang dipasarkan di Indonesia sudah memenuhi kualitas yang ditetapkan sebelumnya.

“Dengan memperhatikan perkembangan teknologi, kemampuan produsen, kemampuan dan kebutuhan konsumen, keselamatan dan kesehatan kerja serta pengelolaan lingkungan hidup,” tutupnya.

>>> Beda Rp900, Pengguna Beralih ke BBM Vivo Hindari Antrean SPBU Pertamina

Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com. Pertemuannya dengan Cintamobil terjadi pada Oktober 2017, kala Auto Portal sedang mencar
 
back to top