Tak Mau Silau Elektrifikasi, 85% Produksi BMW Pakai Mesin Bensin Pada 2030

14/10/2018

Pasar mobil
Meskipun BMW telah memulai investasi besar-besaran dalam teknologi baru dan perlombaan elektrifikasi, pembangun mobil mewah tersebut mengambil pendekatan konservatif dengan mempertahankan mesin bertenaga bensin hingga 2030.

Dalam sebuah pernyataan yang dibuat oleh BMW kepada GoAuto beberapa hari lalu, pembuat mobil Jerman tersebut mengharapkan setidaknya 85% dari kendaraannya akan mempertahankan mesin bertenaga bensin dalam beberapa bentuk, setidaknya hingga 2030 mendatang.

"Skenario yang sangat optimis mengatakan 30 persen BMW akan menjadi listrik murni atau plug-in hibrida dan 70 persen akan menjadi pembakaran," kata Kepala Pengembangan Produk BMW Klaus Frohlich kepada GoAuto. "Jika Anda berasumsi bahwa, dari 30 persen, separuh dari mereka adalah hibrida plug-in - saya memiliki 85 persen dalam portofolio saya pada tahun 2030 dengan mesin pembakaran."

>>> Jangan abaikan tulisan tentang mobil masa depan di sini, Preview BMW iNEXT 2019

Gambar yang menunjuka mesin bertenaga bensin dari BMW

BMW pertahankan 85% kendaraan bertenaga bensin pada 2030

Frohlich melanjutkan dengan menyebutkan bahwa BMW telah membeli kontrak selama satu dekade untuk lithium dan kobalt untuk produksi baterai masa depannya yang akan dimulai pada tahun 2025. Mengikuti produsen lain seperti Volkswagen yang menggunakan baterai untuk kendaraan masa depan mereka dengan capaian 50 model khusus baterai pada tahun 2030.

>>> Hore! Dua Hari Lagi All New Honda Brio Segera Dikirim Ke Pembeli Indonesia

Bahkan ketika barisan produsen mobil mewah lainnya, seperti Jaguar dan Mercedes-Benz, memasuki kompetisi penggerak bertenaga baterai, kenapa BMW bermain aman dengan tenaga konservatif? Jawabannya sederhana, yaitu kurangnya adopsi mobil bertenaga listrik di seluruh dunia.

BMW percaya bahwa negara-negara dengan infrastruktur yang lebih sedikit untuk mobil listrik akan lebih sulit beradaptasi dengan perkembangan tenaga baterai. Frohlich memang menyebutkan Australia dan Rusia secara khusus, tetapi hal ini tentu saja sejalan dengan perkembangan teknologi listrik di negara lainnya, tak terkecuali Indonesia.

>>> Dapatkan semua pasar mobil internasional hanya di sini

Gambar yang menunjukan mobil listrik BMW i3

i3 merupakan salah satu lini produk tenaga baterai BMW

Untuk terus bersaing dengan pasar di seluruh dunia, BMW harus memenuhi penawaran lokal masing-masing negara jika infrastruktur tidak mendukung teknologi baru. Frohlich menjelaskan bahwa BMW akan memakai mesin pembakaran tradisional “untuk waktu yang sangat lama”.

Kabar baik bagi penggemar Beemer adalah meskipun BMW telah meninggalkan transmisi manual, mesin bertenaga bensinnya siap tinggal untuk waktu yang cukup lama. Bisa jadi pembuat mobil satu ini akan menjadi salah satu yang pertama memperlambat pendekatan elektrifikasi untuk membuat transisi yang lebih nyaman dan terjangkau. Could be a smooth move from BMW.

>>> Informasi dunia otomotif dalam dan luar negeri terlengkap hanya di Cintamobil.com

Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top