Tak Mau Bayar Mahal Tiket Pesawat, Jalan Tol Jadi Primadona

14/01/2020

Pasar mobil

3 menit

Tak Mau Bayar Mahal Tiket Pesawat, Jalan Tol Jadi Primadona
Mahalnya tiket pesawat berdampak pada pengalihan sarana transportasi. Jalan tol pun jadi primadona baru para pelancong dan pemudik di Jawa melalui jalur darat.

Biaya besar untuk naik pesawat menjadi sorotan banyak kalangan dalam beberapa waktu terakhir. Tak sekadar harga tiketnya yang mahal, penambahan biaya bagasi juga makin memberatkan. Imbasnya, bayak masyarakat mencari alternatif lain agar bisa lebih berhemat, meski harus mengorbankan sisi kenyamanan. Hal itu pula yang turut mendorong terjadinya peningkatan pengguna lalu lintas jalur darat baik kereta api, mobil, maupun sepeda motor.

Foto menunjukkan salah satu Terminal keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta

Tiket pesawat mahal, pengguna pesawat makin menurun

Faktor jalan tol

Meningkatnya infrastruktur jalan di berbagai daerah turut mendorong penggunaan kendaraan roda empat. Jalan tol pun jadi primadona sebab bisa menyingkat waktu tempuh dari satu tempat ke tempat lain, juga lebih nyaman karena bebas hambatan.

Menurut laporan Jasa Marga, (29/12/2019) pada musim mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 lalu tercatat lebih dari 50 ribu unit kendaraan meninggalkan Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama di Tol Trans Jawa setiap hari, atau meningkat 70 persen dari lalu lintas harian normal yang jumlahnya sekitar 30 ribuan unit. Di Bali, terjadi lonjakan jumlah mobil yang masuk hingga 40 persen dari hari-hari biasa.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengamini jika lonjakan pengguna jalur darat menggunakan mobil juga dipengaruhi faktor jalan tol. "Saya pikir ini satu dinamika, kalau ke Bali menurut saya itu lebih banyak karena jalan tol ya, kan jalan tol lebih mudah dicapai sekarang. Solo-Surabaya cuma dua jam, Jakarta-Bandung tadinya lima jam sekarang 2,5 jam," tutur Menteri Budi Karya seperti dikutip dari Detik, (13/1/2020).

>>> Tarif Baru Tol Cipali, Kendaraan Golongan V Turun Rp 84 Ribu

Foto jalan Tol Trans Jawa Ruas Semarang Batang

Pengguna jalan tol makin meningkat

Disarankan naik angkutan umum

Meski semakin mudah menggunakan jalur darat, tidak semuanya harus menggunakan kendaraan sendiri. Terutama bagi pelancong dan pemudik yang ingin menempuh jarak jauh, Menhub menyarankan untuk menggunakan angkutan umum seperti bus atau kereta api. Alasannya untuk penghematan dan keselamatan.

"Hanya saja bagi saya kalau mereka ke darat seyogyanya naik angkutan massal kayak bus," kata Menhub.

Dari sisi biaya, menggunakan kendaraan pribadi biaya lebih mahal, untuk bahan bakar, e-toll dan keperluan lain di perjalanan. Lebih hemat jika naik angkutan umum karena tidak harus menanggung biaya BBM maupun tol.

Sedang dari sisi kenyamanan, menggunakan angkutan umum lebih nyaman. Tinggal naik, lalu duduk menikmati perjalanan. Lain jika harus mengemudi mobil sendirian jarak jauh, tubuh bisa kelelahan dan mengantuk. Hal itu bisa mengurangi fokus dan konsentrasi serta memperbesar risiko kecelakaan.

>>> Mau Beli atau Rental? Ini Kendaraan Paling Cocok Untuk Mudik Lebaran Bareng Keluarga Besar

Foto menunjukkan Bus PO Gunung Harta jurusan Bandung Surabaya Malang

Untuk jarak jauh, lebih nyaman naik bus

>>> Ikuti terus berita otomotif terlengkap di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top