Tak Disangka, Jualan Mercedes-Benz Meningkat Saat Rupiah Melemah

09/10/2018

Pasar mobil
Awal mulanya dibully banyak kalangan karena keluar dari asosiasi GAIKINDO, Mercedes-Benz kini jadi bahan perbincangan. Di saat nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dollar AS dalam beberapa bulan terakhir penjualan mobil Mercedes-Benz di Indonesia malah mengalami peningkatan cukup signifikan.

Foto Mercedes-Benz A 200 tampak dari depan

Mercedes-Benz mengalami lonjakan penjualan saat nilai rupiah sedang melemah

Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS membawa pengaruh cukup besar terhadap pasar otomotif dalam negeri. Hampir semua produsen harus menghitung ulang untuk menentukan harga jual terbaik motor maupun mobil di Indonesia. Ada yang mantap dengan harga lama dengan konsekuensi keuntungan menurun, tapi lebih banyak yang melakukan penyesuaian dengan menaikkan harga jual meski dengan nominal beberapa rupiah. Efek penyesuaian harga dari para produsen ini pasar mobil baru diklaim mengalami koreksi. Sedangkan untuk pasar mobil bekas lebih berbahagia karena jualannya meningkat. Makin mahalnya harga mobil baru membuat sebagian konsumen beralih membeli mobil bekas.

Dari sekian banyak merek mobil dijual di Indonesia, ada merek-merek yang tidak terlalu terdampak pada kondisi ekonomi atau nilai tukar rupiah seperti Wuling, BMW dan Mercedes-Benz. Mereka tidak begitu prihatin karena ketiganya bukan merek yang sangat bergantung pada mata uang Dollar. Wuling misalnya, semua transaksi dari dan ke pusatnya di China dilakukan dengan mata uang Yuan. Sedangkan BMW dan Mercedes-Benz menggunakan Euro sebagai alat transaksi utama ke pusatnya di Jerman.

Foto Mercedes-Benz C350 tampak samping

Mercedes-Benz terima dikeluarkan dari GAIKINDO karena tak setor data penjualan

Mercedes-Benz misalnya dalam tempo sembilan bulan pertama di 2018 berhasil menjual sebanyak 2.850 unit mobil, seperti yang disampaikan Karianto Hardjosoemarto, Deputy Director Sales and Network Development Mercedes-Benz Indonesia. Hasil ini cukup istimewa mengingat selain Indonesia sedang mengalami keterpurukan nilai rupiah, posisi Mercedes-Benz tidak lagi berada di dalam pantauan asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) sejak pertengahan Februari 2018. Mercy harus dikeluarkan dari GAIKINDO karena tidak menyetorkan data penjualan seperti yang dilakukan merek lain.

"2.850 unit sudah dijual sampai September dan itu kenaikan 11 persen dari tahun sebelumnya,"ujar Karianto di sela-sela peluncuran tiga model baru Mercedes-Benz A-Class, CLS, dan V 260 di Mercedes-Benz Star Arena, Senayan City, Jakarta, Jumat (5/10/2018) lalu.

>>> Keluar Dari Gaikindo, Penjualan Mercedes-Benz Tembus 1.816 unit

Dengan penjualan sebanyak itu, Mercedes-Benz sukses mempertahankan posisinya sebagai market leader mobil premium di Indonesia mengalahkan merek lain seperti BMW, Lexus dan merek lain non GAIKINDO dengan pangsa pasar sebesar 49,2 persen. Kehadiran tiga model baru hatchback compact Mercedes-Benz A-Class, sedan coupé empat pintu Mercedes-Benz CLS, dan  large size MPV Mercedes-Benz V 260 diharapkan bisa lebih meningkatkan lagi minat masyarakat terhadap merek asal Jerman itu. Terutama untuk Mercedes-Benz A-Class dimana mobil ini menyasar segmen baru pembeli anak muda karena tampilannya yang sporty.

>>> Sejarah Mercedes-Benz A-Class, dari Mobil Hatchback Sederhana Menjadi Ikon Mobil Subkompak Premium Dunia

>>> Cek berita informasi otomotif terbaru di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top