Mulai Tahun 2030, Volvo Hanya Membuat Mobil Listrik

09/03/2021

Pasar mobil

3 menit

Volvo menyatakan berhenti memproduksi mobil konvensional berbahan bakar minyak mulai 2030 dan hanya akan membuat mobil listrik untuk mengurangi emisi karbon.

Transisi tengah dilakukan para pembuat mobil di seluruh dunia dari mobil konvensional ke mobil listrik. Tak terkecuali Volvo, raksasa otomotif asal Swedia menyatakan hanya membuat mobil listrik full electric (EV) pada 2030. Bersamaan dengan itu segala model yang masih membutuhkan bahan bakar konvensional bakal dihentikan, termasuk model hybrid. Keputusan ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Inggris yang melarang penjualan mobil berbahan bakar fosil mulai 2030.

“Transisi perusahaan untuk menjadi pembuat mobil listrik sepenuhnya adalah bagian dari rencana iklimnya yang ambisius, yang berupaya secara konsisten mengurangi jejak karbon siklus hidup per mobil melalui tindakan nyata,” tulis Volvo dalam pernyataannya, (2/3/2021).

Sasar segmen premium

Ada sejumlah alasan yang juga mendasari transisi ini. Diantaranya permintaan mobil listrik premium merek Volvo yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir didukung dengan keyakinan bakal menyusutnya permintaan mobil konvensional. Volvo juga telah meningkatkan layanan penjualannya secara online dengan beragam penawaran menarik.

>>> Keberhasilan Mobil Listrik Bergantung Pada Infrastruktur Pengisian Dayanya

Foto mobil listrik Volvo XC40 Recharge tampak samping depan

Tahun 2030 Volvo hanya membuat mobil listrik

 

“Untuk tetap sukses, kami membutuhkan pertumbuhan yang menguntungkan. Jadi daripada berinvestasi dalam bisnis yang menyusut, kami memilih untuk berinvestasi di masa depan - listrik dan online,” kata Håkan Samuelsson, kepala eksekutif Volvo. “Kami sepenuhnya fokus untuk menjadi pemimpin dalam segmen listrik premium yang berkembang pesat.” lanjutnya.

Volvo XC40 Recharge

Saat ini Volvo Cars telah meluncurkan mobil listrik pertamanya yang benar-benar full electric, XC40 Recharge. Mobil ini menjalani debut di Los Angeles AS pada Oktober 2019 dan telah dipasarkan di seluruh dunia mulai 2020. Untuk model listrik baterai (BEV) keduanya bakal diluncurkan tidak lama lagi, yaitu model baru di Seri 40.

Kemudian mulai tahun depan secara berkala bakal diluncurkan model-model mobil listrik lain. Targetnya pada 2025 sebanyak 50 persen penjualan mobil Volvo di seluruh dunia adalah mobil listrik full electric. Lalu sisanya untuk mobil hybrid yang penjualannya akan terus dilakukan hingga tahun 2030.

“Tidak ada masa depan jangka panjang untuk mobil dengan mesin pembakaran internal,” kata Henrik Green, chief technology officer.

"Kami sangat berkomitmen untuk menjadi pembuat mobil khusus listrik dan transisi harus dilakukan pada tahun 2030. Ini akan memungkinkan kami untuk memenuhi harapan pelanggan kami dan menjadi bagian dari solusi untuk memerangi perubahan iklim." lanjut Henrik mantap.

>>> Temukan mobil Volvo pilihanmu di sini!

Foto baterai dan motor listrik Volvo XC40 Recharge

Platform Volvo XC40 Recharge

>>> Berita otomotif yang menarik lainnya bisa dibaca disini

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top