Suzuki S-Presso vs Mobil Bekas Rp 60 Jutaan, Pilih Mana Ya?

15/09/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Suzuki S-Presso vs Mobil Bekas Rp 60 Jutaan, Pilih Mana Ya?
Sepertinya peluncuran Suzuki S-Presso di Indonesia tinggal menunggu waktu saja. Kabarnya, mobil ini akan ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau.

Suzuki S-Presso sebenarnya sudah dipasarkan di India sejak tahun 2019. Di negara asalnya, S-Presso masuk dalam kategori mobil murah karena harganya yang terbilang sangat terjangkau.

Maruti Suzuki membanderol mobil ini mulai dari 378.000 rupee atau setara dengan Rp 70 jutaan. Jika masuk ke Tanah Air, kami cukup optimis bahwa Suzuki S-Presso bisa dijual di bawah Rp 100 juta.

Gambar Suzuki S-Presso

Jika benar mobil ini ditawarkan dengan harga di bawah Rp 100 juta, LCGC di Indonesia bisa terancam

Karena harganya yang murah, kami jadi tertarik untuk membandingkan mobil ini dengan pilihan mobil bekas Rp 60 jutaan. Apakah S-Presso masih lebih menarik dibanding mobil-mobil bekas yang dulunya dibanderol di atas Rp 100 juta?

>>> Duel Suzuki S-Presso dan Daihatsu Ayla 1.0, Pilih Mana?

Ford Fiesta

Jujur saja kami tidak menyangka bahwa Hatchback sporty ini sekarang sudah berada di kisaran Rp 60 - 70 juta untuk mobil keluaran tahun 2011. Fiesta dibekali dengan mesin Duratec Ti-VCT 1,6 liter 4 silinder dengan tenaga 120 HP dengan torsi 152 Nm.

Sedangkan S-Presso dibekali dengan mesin K10B 1,0 liter 3 silinder dengan tenaga 67 HP dan torsi 90 Nm. Artinya, mobil murah Suzuki ini kalah telak dalam hal performa.

Gambar Ford Fiesta

Meski sudah berusia 10 tahun, menurut kami mobil ini masih terlihat menarik

Dari segi dimensi, Suzuki S-Presso yang memiliki panjang 3.565 mm, lebar 1.520 mm, tinggi 1.564 mm. Tentu kalah jauh dalam keleluasaan kabin dibanding Fiesta yang memiliki panjang 4.291 mm, lebar 1.722 mm, dan tinggi 1.496 mm.

Fitur Fiesta yang sudah berusia 10 tahun ini juga terbilang lengkap. Selain Airbags dan sistem pengereman ABS + EBD yang juga ada pada S-Presso, Hot Hatch ini dilengkapi dengan Keyless Entry, Retractable Electric Mirror, bahkan fitur Voice Command.

Bagaimana jika Anda lebih memilih mobil yang bisa muat 7 penumpang? Kalau begitu, Anda bisa mempertimbangkan mobil rekomendasi Cintamobil.com yang kedua.

>>> Lebih Dekat Dengan Suzuki S-Presso 2021, Versi Indonesia Bakal Gini?

Nissan Grand Livina

Jika Anda membutuhkan kursi yang lebih banyak, Nissan Grand Livina tahun 2010 bisa menjadi pilihan. MPV andalan Nissan ini sudah berada di kisaran harga Rp 50 - 70 juta.

Gambar Nissan Grand Livina

Nissan Grand Livina 2010 jadi alternatif jika Anda butuh kemampuan mengangkut 7 penumpang

Tanpa perlu menyebut dimensi, mobil ini jelas memiliki kabin yang lebih lega dibanding Suzuki S-Presso. Mesin HR15DE 1,5 liter 4 silinder yang diusung juga jelas lebih bertenaga dibanding mesin mungkin S-Presso.

Mesin bertenaga 107 HP dengan torsi 148 Nm ini juga terkenal efisien bahan bakar untuk ukurannya. Sayangnya, mesin tersebut butuh perhatian ekstra karena permasalahan knocking atau mesin ngelitik yang kerap dialami oleh Livina.

Tentu, dua mobil bekas yang kami rekomendasikan di atas punya nilai tambah dibandingkan Suzuki S-Presso baru. Dengan catatan, Suzuki S-Presso nantinya benar-benar meluncur di Indonesia. Tetapi, perlu diingat bahwa membeli mobil bekas artinya membeli mobil dengan usia yang cukup panjang dengan jarak tempuh yang mungkin cukup tinggi.

Ada kemungkinan bahwa beberapa komponen dari mobil tersebut sudah butuh untuk diganti yang artinya akan membutuhkan dana lebih. Membeli mobil baru jauh lebih aman karena ATPM biasanya memberi keunggulan garansi serta servis gratis untuk beberapa kilometer pertama. Tentu pilihan ada di tangan Anda. 

>>> 5 Pilihan Mobil Bekas Mewah dengan Harga Hyundai Staria

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com. Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas
 
back to top