Suzuki Karimun Wagon R Kalah Saing Lawan LCGC Lainnya, Ini Penyebabnya

19/09/2021

Pasar mobil

2 menit

Share this post:
Tim kami menemukan setidaknya ada 5 penyebab Suzuki Karimun Wagon R kalah bersaing dengan kompetitor LCGC lainnya di pasar mobil Tanah Air, lalu apa saja ya?

Suzuki Karimun merupakan salah satu nama besar pada mobil kelas City Car di Tanah Air. Ia merupakan pionir hadirnya kelas 'mobil kota' tersebut. Meski sempat diragukan di awal kemunculannya, namun ia akhirnya diterima pasar dengan cukup baik.

>>> Suzuki Karimun Wagon R Blind Van Jadi Penolong di Segmen Fleet

Sayangnya itu merupakan cerita kejayaan masa lalu. Kini berbeda ceritanya, penjulan Karimun tergolong biasa saja. Dan sebagai pemerhati mobil kami menemukan setidaknya ada 5 penyebab Suzuki Karimun Wagon R kalah bersaing dengan LCGC (Low Cost Green Car) lainnya di pasar mobil Tanah Air, apa saja ya?

1. Kalah Fitur

Fitur yang tergolong biasa saja jadi faktor penyebab utama Karimun kalah set dari LCGC lainnya. Audio contohnya masih belum mendapatkan dukungan Audio Steering Switch. Lebih parah adalah spionnya yang tidak bisa diatur secara elektris alias harus 'mandiri' pakai tangan demikian juga dengan absennya power window belakang.

Speedometer Suzuki Karimun Wagon R

Tak tersedia MID untuk menampilkan konsumsi BBM

Jelas hal ini menjadi kelemahan utama Karimun bila disandingkan dengan rival lainnya. Juga Karimun Wagon R merupakan satu-satunya LCGC di kelasnya yang tidak memiliki fitur Multi Information Display (MID) dari trim termurah hingga tipe termahal.

2. Pengendalian Jauh Dari Rival

Pengendalian di dalam kota merupakan salah satu nilai jual City Car dan juga LCGC. Memang, putaran setir yang diusung oleh Suzuki Karimun sudah ringan berkat penerapan Electronic Power Steering tapi itu hanya terasa saat parkir saja.

Setir Suzuki Karimun

Putaran setir ringan tapi tidak mantap

Dibandingkan rivalnya seperti Honda Brio Satya, 'rasa' pengendalian Karimun seperti berada satu level di bawah Brio Satya. Begitu hambar tak punya feedback sama sekali dan lebih parahnya tidak didukung suspensi yang mantap seperti jagoan berlogo H tersebut. 

3. Akselerasi Biasa Saja

Meski K10B yang ada di balik kap mesin Suzuki Karimun sebenarnya cukup berpotensi. Ia hemat dan bisa kencang juga. Tapi bila dibandingkan dengan rival lainnya seperti Daihatsu Ayla bahkan Honda Brio Satya, mesin ini terasa biasa saja.

Mesin K10B Suzuki

Mesin potensial tapi kurang optimal jika harus lawan LCGC lainnya

Mesin ini mengadopsi sistem pengabutan bahan bakar Multi Point Injection, dan mampu menghasilkan tenaga 68 PS atau setara dengan 66,5 HP pada putaran mesin 6.300 rpm dan torsi 90 NM yang didapat pada 3.500 rpm.

4. Transmisi AGS

Transmisi Auto Gear Shift memang membuat Suzuki Karimun menjadi satu-satunya LCGC yang punya mode tiptronik. Sayangnya saat kami coba jeda perpindahan giginya terlalu terasa dan sedikit menghentak sehingga agak mengurangi kenyamanan berkendara.

Transmisi AGS Suzuki

Transmisi AGS baiknya diganti pakai CVT saja seperti Celerio

Beruntung respon mesinnya positif dan cukup pas dengan rasio giginya, sehingga tidak terlalu menyulitkan saat harus menyesuaikan diri mengimbangi arus lalu lintas. Tapi tetap saja transmisi AGS ini punya rasa yang enggak natural dan menghentak. Menurut kami, butuh waktu adaptasi agar halus pakai transmisi model ini.

5. Harga Tidak Bersaing

Soal harga juga tidak bersaing, value for money mobil ini tak sebaik rivalnya. Value for money adalah apa yang Anda dapatkan dengan membayarkan sejumlah uang. Menurut kami price to performance mobil ini biasa saja.

Suzuki Karimun Wagon R 50th Anniversary Edition

Murah tapi fitur seadanya? Mau?

Contoh Suzuki Karimun Wagon R edisi 50th Anniversary Edition yang dijual seharga Rp 150.500.000 untuk yang bertransmisi manual, sedangkan jika Anda menginginkan varian bertransmisi AGS Anda harus membayar Rp 159.000.000. Memang lebih murah dari rival tapi yang Anda dapatkan biasa saja.

>>> Suzuki S-Presso Lebih Cocok Di Indonesia Dari Karimun Baru?

Meski demikian Suzuki Indonesia menegaskan ke Cintamobil.com bahwa Karimun Wagon R tetap diminati untuk komoditas ekspor. "Kalau kita lihat, konsumen karimun wagon R ini adalah konsumen yang fungsional. Saat ini kami fokus ke fleet customer, dan mungkin ada beberapa detail yang beda, karimun wagon R itu lebih banyak ekspornya. Kami usahakan tidak hanya bergantung di pasar domestik, tapi kami usahakan untuk bisa bersaing di pasar ekspor," tutup Donny Saputra, selaku direktur marketing 4W Suzuki Indonesia.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com

About Arfian

Lulusan kampus Trisakti angkatan 2009 ini sebenarnya salah jurusan saat kuliah. Karena ia mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi mengikuti kemauan ayahnya dibanding mengambil kuliah teknik maupun komunikasi yang menjadi minatnya. Namun, passion menulis dan ketertarikannya akan mobil membawanya melamar menjadi jurnalis otomotif.

Gayung pun bersambut, pada tahun 2014 di mana sebelum Arfian wisuda, ia sudah diterima bekerja di Motorplus Weekly. Motorplus Weekly adalah sebuah tabloid dwi mingguan yang mengulas tentang sepeda motor. Lho kok sepeda motor? Yes, karena saat Arfian melamar pekerjaan di anak grup Kompas Gramedia tersebut, hanya posisi itu yang tersedia.

Setelah lulus kuliah Arfian bekerja di sana selama tiga tahun sebagai reporter. Bekerja menjadi jurnalis khusus sepeda motor Arfian jalani dengan semangat dan senang hati. Tak terhitung berapa kali ia menemui narasumber, berkunjung ke bengkel maupun sekadar mencoba sepeda motor baru dari jenis scooter hingga motor besar.

Di tengah perjalanan karirnya, Motorplus Weekly memiliki satu anak usaha lagi yakni Otoplus weekly yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Melihat potensi dan passion yang dimiliki Arfian, Editor in Chief Motorplus saat itu, Alm Achmad ‘Feol’ Riswan menugaskan secara khusus Arfian untuk mengisi kolom otomotif roda empat.

Arfian ditugaskan untuk test drive mobil di tabloid Otoplus tersebut mulai tahun 2016. Sampai saat ini sudah ratusan kendaraan baik berjenis truk, bus, hingga mobil sport yang Arfian coba. Kegemarannya menulis dengan detail, terstruktur dan teknis membuat ia memiliki pembaca setia dan dipercaya untuk menjadi test driver di tabloid tersebut. 

Sejak tahun 2018 Arfian bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer dan menjadi Senior Content Writer setahun kemudian. Di tahun 2021 ia dipromosikan menjadi Editor, dan dengan kinerja yang baik di tahun 2021 ini pula ia dipromosikan kembali menjadi Managing Editor untuk website ini.

Roles

Managing Editor, Cintamobil.com

Workplace

Jakarta, Indonesia

Education

2009 - 2014 Trisakti University, Bachelor Degree, Accounting

2006 - 2009 54 Senior High School

2003 - 2006 109 Junior High School

Experience

2014 - 2016 Motorplus & Otoplus, Kompas Gramedia

2018 Content Writer Cintamobil.com

2019 Senior Content Writer Cintamobil.com

2021 Managing Editor Cintamobil.com

Awards

2020 - 3rd Winner, Best Online Write Up Activity & Industry News, Warta Citra Adiwahana

2020 - 2nd Winner, Mitsubishi Journalist Writing Competition - Artikel Online Terbaik

2021 - 1st Winner, Best Online Product Review, Warta Citra Adiwahana

 
back to top