Susul Mobil Konvensional, PPnBM Mobil Listrik Juga Bakal 0%

03/03/2021

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi agar PPnBM mobil listrik juga bisa 0% di tahun ini. Saat ini diskon PPnBM baru diberikan terhadap mobil konvensional.

Sejumlah model mobil bermesin konvensional baru saja mendapat keringanan berupa diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dari pemerintah. Ini berarti masyarakat yang berniat membeli kendaraan roda empat pada periode Maret hingga Desember 2021, PPnBM mobil akan ditanggung pemerintah. 

Adapun diskon PPnBM mobil diberikan kepada sedan dengan kapasitas isi silinder di bawah 1.500 cc, mobil 4x2 untuk pengangkutan kurang dari 10 orang dengan kapasitas di bawah 1.500 cc yang memiliki local purchase lebih dari 70%. 

pajak mobil

PPnBM mobil konvensional berlaku hingga Desember 2021

>>> Mengapa Tak Semua Model Mobil Diberikan Diskon PPnBM?

PPnBM Mobil Listrik Juga Bakal 0%

Di satu sisi, pemerintah juga tengah gencar untuk mempercepat pengadaan kendaraan listrik. Mengapa justru mobil konvesional yang mendapat insentif ketimbang kendaraan listrik? 

"Kendaraan listrik ada satu sendiri lagi nanti policy-nya dan di dalam PP-nya dan produksinya akan mendapat pemikahakan tapi ini tools untuk memulihkan demand dari kelompok menengah dan menengah atas, tidak terlalu atas banget karena mereka memiliki daya beli," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers belum lama ini. 

Pemerintah memang tengah mendorong pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai (KBL-BB) di Tanah Air. Langkah tersebut diambil guna menyongsong tren industri otomotif global dan turut serta mendukung kampanye dunia untuk mengurangi emisi karbon dan penghematan bahan bakar berbasis fosil, di samping menumbuhkan industri nasional.

kendaraan listrik

PPnBM Mobil listrik juga bakal 0%

Mau tidak mau dunia akan mengarah pada fuel economy yang berbasis pengurangan emisi karbon, sehingga secara bertahap Pemerintah menyiapkan regulasi terkait kendaraan listrik. 

“Indonesia memiliki peluang dan potensi besar dalam pengembangan kendaraan listrik. Hal ini didukung dengan tingkat kepemilikan kendaraan roda empat yang masih relatif rendah, serta kesiapan untuk membentuk ekosistem kendaraan listrik dengan penyiapan infrastruktur yang sudah mulai bergerak,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. 

>>> Dapat Diskon PPnBM, Daihatsu Rocky-Toyota Raize Bakal Diproduksi Lokal

Paket Regulasi Kendaraan Listrik Sudah Dirilis

Regulasi yang dimaksud antara lain, Peraturan Presiden (Perpres) 55 tahun 2019 tentang percepatan kendaraan listrik untuk transportasi jalan. Guna mendukung pengembangan kendaraan listrik. Kemenperin juga telah menyusun peta jalan industri otomotif secara keseluruhan, termasuk di dalamnya terkait kendaraan bermotor listrik. 

motor listrik

Pengembangan motor listrik juga didorong

Peta jalan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian nomor 27 tahun 2020 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan, dan Ketentuang Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle). 

Di dalam peraturan tersebut, Pemerintah menargetkan 20% dari total unit kendaraan roda empat atau lebih merupakan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) pada tahun 2025, termasuk kendaraan listrik bertenaga baterai.

“Di tahun 2030, ditargetkan jumlahnya meningkat menjadi 600.000 unit atau 25% dari total produksi sebanyak 3 juta unit,” papar Menperin. 

Penggunaan kendaraan listrik yang ditargetkan mencapai 400 ribu unit di tahun 2025 dikalkulasi dapat mengurangi emisi karbon sebesar 1,4 juta ton sekaligus mampu menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 800 juta liter atau sekitar 5 juta barel, yang bila dikonversi mencapai sekitar USD 251 juta.

>>> Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik yang Dijual di Indonesia

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top