Sudah Dapat Jatah Diskon PPnBM Duluan, Mobil Murah Ini Laris Manis

10/05/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Mobil murah yang masuk di segmen Low Cost Green Car sudah lebih dulu bebas PPnBM. Namun demikian, penjualannya pun tetap laris manis dan menjadi yang teratas.

Pemberian diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dari pemerintah nyatanya mampu mendongkrak penjualan sejumlah model. Mulai dari Low MPV, Low SUV, Medium MPV, hingga High SUV sekalipun. Perlu diketahui, diskon PPnBM ini tak berlaku untuk 'mobil murah' yang mengisi segmen Low Cost Green Car. 

Pasalnya, mobil murah ini sudah lebih dulu mendapatkan keringanan PPnBM sejak pertama kali lahir. Ya, mobil LCGC memang sudah bebas PPnBM saat meluncur perdana tahun 2013. Meski sejumlah model mengalami penurunan harga karena adanya diskon PPnBM, nyatanya minat masyarakat untuk membeli mobil murah tak surut.  

>>> 1,1 Juta 'Mobil Murah' Lahir di Pabrik Daihatsu Indonesia Selama 8 Tahun

Mobil Murah Tak Surut Peminat

Foto Eksterior belakang Daihatsu Sigra 2019 berwarna silver

Daihatsu Sigra disegarkan pada tahun 2019

Hal ini bisa terlihat dari penjualan Daihatsu Sigra. Mobil murah berkapasitas tujuh penumpang dari Daihatsu ini pada bulan April 2021 menjadi kontributor terbesar sekaligus menjadi yang terlaris. Sigra tercatat terjual sebanyak 3.591 unit pada bulan keempat itu atau memberikan kontribusi sebesar 26,3%. 

Secara keseluruhan penjualan ritel Daihatsu mengalami kenaikan yang lebih besar dari pasar, sebesar 10,6%, dengan  pencapaian sekitar 13 ribu unit pada April 2021 dibandingkan Maret 2021. Dengan pencapaian ini, market share Daihatsu di bulan April 2021 naik menjadi 17,2%, lebih besar dibandingkan Maret 2021, yang hanya mencapai 16,0%.

Pada bulan April penjualan Daihatsu didominasi oleh 3 model utama, yaitu Sigra sebanyak 3.591 unit, yang berkontribusi sebesar 26,3%; disusul Gran Max Pick Up dengan hasil 3.381 unit (24,7%); dan Terios yang mencapai 2.481 unit (18,1%).

“Daihatsu optimis, pasar mobil di bulan selanjutnya akan tetap bergairah seperti yang terjadi pada bulan Maret dan April 2021. Kami mendukung himbauan pemerintah untuk tidak mudik, karena Daihatsu percaya himbauan ini akan menekan penyebaran Covid-19, sehingga ekonomi Indonesia bisa kembali kondusif,” ujar Amelia Tjandra, Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor dalam keterangannya.

Diskon PPnBM sendiri memang ditujukan untuk menggenjot penjualan yang lesu akibat dilanda pandemi Covid-19. Terbukti semenjak diberlakukannya kebijakan PPnBM, terjadi lonjakan penjualan atau wholesale kendaraan bermotor yang memenuhi ketentuan insentif Pemerintah, hingga mencapai 172 persen pada bulan Maret 2021, dibanding dengan penjualam dibulan Februari 2021. 

Gambar menunjukkan Daihatsu Sigra X Deluxe Matik 2019

Sigra tak termasuk dalam daftar penerima diskon PPnBM Maret-Desember 2021

Angka pencapaian total pada bulan Maret 2021 mencapai lebih dari 85.000 unit, mendekati angka pencapaian normal yang berada pada angka sekitar 90.000 unit. Peningkatan yang signifikan ini merupakan awal yang luar biasa atas pulihnya ekosistim industri otomotif nasional yang sempat terpukul sangat dalam karena pandemi COVID-19 di tahun 2020.

>>> Review New Daihatsu Sigra 1.2 X Deluxe A/T 2019: Varian 'Nanggung'?

Diskon PPnBM Gairahkan Industri Otomotif Indonesia

Kebijakan PPnBM menggerakkan pasar dan mendorong tingginya permintaan, sehingga diperlukan penyesuaian kepasitas produksi untuk memenuhinya. Namun, disisi lain upaya percepatan produksi harus tetap mematuhi persyaratan dan ketentuan protokol kesehatan yang berlaku. Upaya percepatan tidak dapat berlangsung secara maksimal, sehingga efek kejar-kejaran permintaan dan produksi tidak dapat dielakkan. 

Selain itu, keterbatasan pasokan semi-conductor juga menjadi salah satu alasan terhambatnya kecepatan produksi industri otomotif di Indonesia. Namun, perlu dicatat bahwa kurangnya ketersediaan semi-conductor yang menyebabkan production shortage bukan hanya menjadi persoalan di Indonesia, namun telah menjadi penyebab terjadinya kekurangan produksi kendaraan secara global.

Terlepas dari adanya kendala kelambatan untuk memenuhi pemesanan kendaraan pada jenis kendaraan tertentu dan dalam jumlah yang tidak terlalu besar, kebijakan relaksasi PPnBM kendaraan bermotor tetap menjadi pendorong luar biasa, yang secara efektif memicu pasar, dan meningkatkan permintaan secara signifikan.

>>> Ini Sebabnya Penjualan Daihatsu Xenia Tahun 2020 Keok

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top