Sudah Berapa Pengguna "e-Money" di Indonesia?

11/09/2017

Pasar mobil
Share this post:
Sudah Berapa Pengguna "e-Money" di Indonesia?
PT Jasa Marga melakukan perubahan sistem transasksi dari tunai menjadi non tunai di gerbang tol yang dimulai pada September hingga Oktober 2017.

Langkah ini dilakukan untuk mengikuti  regulasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan  Pemerintah dan  Bank Indonesia (BI). Apakah masyarakat sudah siap menerima regulasi ini, di Tanah Air? Dan beberapa persen menggunakan transaksi uang non tunai di jalan tol sekarang?

"Dari data pengguna e-Toll secara nasional itu 33.5 persen, di Jabodetabek kisarannya 38-40 persen, kalau Bali 17 persen. Kita harapkan akan ada peningkatan dari sosialisasi yang sudah dilakukan," kata Direktur Operasi II PT Jasa Marga, Subakti Syukur saat berbicara dengan KompasOtomotif pada tanggal 4 September, 2017.

Seorang pria sedang menggunakan etoll card di jalan tol

Pengguna e-toll saat melakukan transaksi di gerbang tol Karang Tengah, Tangerang, Banten, Jumat (1/7).

Upaya pengguna transaksi nontunai ini dilakukan agar mengurangi kemacetan saat berada di pintu tol. Dengan penggunaan uang elektronik (e-Money) sebagai alat transaksi pembayaran, setidaknya hanya membutuhkan waktu kurang dari 4 detik.

Subakti melanjutkan sampai saat ini gerbang tol yang bisa melakukan tapping sendiri sudah 50 persen lebih dan akan mencapai 90 persen di akhir September 2017 ini. Kemudian, pada tanggal 31 Oktober semua sudah mampu mengakomodir seluruh transaksi elektronik tanpa ada pembayaran tunai lagi.

>>> Klik di sini untuk mengupdate berita baru tentang pasar mobil!

Dengan demikian  mulai 31 Oktober 2017, PT Jasa Marga, menolak pembayaran secara tunai di semua pintu tol yang ada di Indonesia. .Jadi pengguna jalan tol harus selalu siap membawa e-money bila hendak memasuki gerbang tol.

>>> Klik di sini untuk mengupdate berita mobil terbaru!

Share this post:
 
back to top