Subaru Ingin Hentikan Penjualan Mobil Bensin dan Diesel, Ganti Elektrifikasi?

22/01/2020

Pasar mobil

3 menit

Subaru Ingin Hentikan Penjualan Mobil Bensin dan Diesel, Ganti Elektrifikasi?
Aturan emisi yang terus diperketat membuat banyak produsen mobil global terus berupaya hadirkan berbagai mobil ramah lingkungan. Tak terkecuali untuk Subaru.

Subaru telah lama tertinggal dalam segmen elektrifikasi. Berniat buat langkah perubahan, produsen mobil asal Jepang ini menargetkan setidaknya 40 persen dari penjualan globalnya di tahun 2030 dikontribusikan dari kendaraan listrik penuh dan hybrid.

>>> Review Subaru WRX STI 2019 bisa Anda lihat di sini

Gambar menunjukan tampilan forester e-boxer

Subaru berencana untuk melistriki setiap kendaraan di jajaran global

Dilansir dari Autonews, pada paruh pertama tahun 2030, Subaru berencana untuk melistriki setiap kendaraan di jajaran globalnya. Untuk merealisasikan rencananya itu, baru-baru ini produsen mobil asal Jepang tersebut luncurkan sebuah studi desain pertama untuk crossover listrik penuh yang dikembangkan bersama dengan Toyota untuk dijual sebelum tahun 2025. 

“Kami akan mencapai target ketenagalistrikan dengan memperkenalkan electric vehicle (EV) bersama dengan serangkaian apa yang disebutnya "hibrida kuat" berdasarkan sistem Toyota,” kata Chief Technology Officer Subaru, Tetsuo Onuki.

>>> Kami sudah banyak pilihan mobil untuk Anda loh, sudah lihat belum?

Gambar menunjukan kinerja mesin subaru e-boxer

"Kami ingin menjelaskan apa yang menjadi tujuan kami dan teknologi apa yang sedang kami kerjakan"

Sementara itu CEO Subaru, Tomomi Nakamura mengatakan pihaknya ke depan akan menghadapi tantangan besar sebagai pembuat yang masih belum bisa banyak bersaing dengan produsen mobil lainnya. "Di era perubahan ke depan, kami ingin menjelaskan apa yang menjadi tujuan kami dan teknologi apa yang sedang kami kerjakan," kata Nakamura. "Sebagai produsen mobil kecil, kita perlu memikirkan cara meningkatkan keunikan kami sehingga konsumen membedakan kita dari yang lain." tandasnya.

Subaru mengatakan bahwa pada tahun 2050 akan memangkas rata-rata emisi karbon dioksida dari kendaraan baru miliknya sebesar 90 persen, dibandingkan dengan tingkat emisi di tahun 2010. 

>>> Kabar seputar mobil baru bisa Anda lihat di sini

Di bidang keselamatan, pihaknya juga ingin menghilangkan dampak  kematian di antara penghuni kendaraan Subaru pada tahun 2030. Subaru akan merealisasikan rencananya ini dengan meningkatkan daya tanggap dan stabilitas kendaraannya, sementara itu dibarengi juga dengan meningkatkan sistem bantuan pengemudi Eyesight milik perusahaan dengan merek dagang baru di  masa mendatang.

Rencana elektrifikasi ini menyempurnakan peta jalan Subaru ke mobilitas generasi berikutnya. Saat ini perusahaan tengah menawarkan apa yang disebut e-Boxer sebagai powertrain hybrid ringan yang dikembangkan sendiri untuk pasar Jepang dan pasar lainnya. 

>>> Berita otomotif terlengkap ada di Cintamobil.com

Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top