Spion Mobil Dicuri, Ussy dan Andhika Gelar Sayembara Hadiah Rp 5 Juta

21/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Mobil milik Ussy dan Andhika jadi korban pencurian spion mobil. Bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi pelaku Ussy dan Andika akan berikan Rp 5 juta.

Mobil yang terparkir di pinggir jalan masih jadi incaran para pencuri spion mobil. Korban aksi pencurian spion mobil bisa menimpa siapa saja, termasuk presenter kondang Andhika Pratama yang belum lama ini  jadi korban pencurian spion mobil.

>>> Fakta di Balik Viralnya Pengendara Hindari Pos Penyekatan PPKM Darurat

Gambar menunjukan pencurian Spion mobil

Aksi pencurian tersebut terekam CCTV

Sayembara Berhadiah Rp 5 Juta 

Melalui Instagram sang istri @ussypratama video aksi pencurian tersebut yang terekam CCTV dibagikan ke warganet Tanah Air. Pada rekaman tersebut, terlihat aksi pencurian itu terjadi sekitar pukul 13.36 WIB.

“Eeehhh mas mas.. piye iki mas.. semoga berkah ya mas, kalau memang buat buat beli makanan malam ini kita ikhlas, asal jangan buat beli bahan2 permabokan ya mas, takut nanti perutnya melilit mas, perih." tulis Ussy Sulistyawati pada unggahannya Ingstagram, Selasa (20/7/2021).

Ussy menemukan bahwa bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi dua pelaku tersebut akan mendapatkan uang sebesar Rp 5 juta. 

“Yang bisa dapetin ini dua orang, kasih bukti bener-benar mereka, DM aku yaakk (rahasia terjamin) aku kasih Rp 5 juta cash, bukan karena harga spionnya sih, pengen aja kenalan sama nih maling2 biar bisa salaman atau malingnya mau uang lebih banyak dari jual nih spion? Paling laku 500 sampai 1 juta doang mas, sini saya kasih Rp 5 juta kita kenalan nanti saya kasih tambahan deh.” tutupnya.

>>> PPKM Darurat Diperpanjang, Penyekatan Masih Berlaku

Gambar menunjukan Pencurian Spion  mobil

Wajah kedua pelaku

Kejadian Terjadi saat Perayaan Idul Adha 2021

Sementara itu menurut Andhika Pratama bahwa kejadian tersebut terjadi saat perayaan Idul Adha 2021. Mobil Fortuner miliknya sedang terparkir di depan rumah. Sedangkan ia dan keluarga sedang berkumpul di dalam rumah.

Dalam unggahan video CCTV memperlihatkan pelaku berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor. Keduanya mengendarai Honda Vario tampak melaju dari arah berlawanan dengan posisi mobil.

Kemudian seorang pelaku mendekati mobil milik Andhika. Laki-laki menggasak spion sisi kiri. Tak puas spion sisi kanan juga ikut rain. Setelah berhasil keduanya langsung kabur.

“Hati-hati daerah Cipete dan sekitarnya sama dua orang ini di jalan. Mungkin mereka tidak kebagian jatah daging kurban jadinya lapar terus pengen makan. Ehhhh tapi caranya agak salah cari makan, malah nyolong spion orang persis depan rumah dikala orang rumah lagi kumpul buat rayakan lebaran di masa PPKM ini.” kata Andika dalam postingan Instagram.

Pencurian spion mobil memang cukup meresahkan lantaran sering terjadi meskipun di tempat yang cukup ramai. Atas kejadian ini Andhika berharap agar apa yang menimpa dirinya tak menimpa orang lain.

>>> Pahami Etika Berkendara dan Menjaga Emosi Berkendara di Jalan Raya

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top