Sosok Inspiratif Kartini di Balik Mobil Tesla

21/04/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Moorissa Tjokro merupakan sosok Kartini masa kini yang sangat menginspirasi. Moorissa merupakan sosok di balik fitur autopilot pada mobil-mobil Tesla.

RA Kartini menjadi sosok inspiratif bagi kaum wanita di Indonesia, bahwa perbedaan gender bukan alasan untuk berkembang. Kegemarannya menggeluti bidang ilmu pengetahuan di tengah keterbatasan membuatnya selalu dikenang dan perjuangannya menjadi panutan.

Kini, Kartini-Kartini baru bermunculan. Meski tidak sesempurna RA Kartini, mereka layak menjadi inspirasi bagi kaum perempuan milenial zaman now. Moorissa Tjokro misalnya, berkat pengetahuannya di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik/Engineering, Matematika) wanita kelahiran Indonesia ini menjadi orang penting bagi produsen mobil terkemuka di Amerika Serikat, Tesla.

Moorissa Tjokro

Foto Morissa Tjokro di area pabrik Tesla

Morissa Tjokro, bekerja di Tesla sebagai Autopilot Software Engineer

Namanya mungkin kurang familiar di telinga orang Indonesia. Cukup maklum mengingat dia menyelesaikan kuliahnya di AS untuk kemudian bekerja di kantor Tesla di San Fransisco California sebagai Autopilot Software Engineer atau insinyur perangkat lunak autopilot. Dia adalah 1 dari 6 Autopilot Engineer, dari total 110 Autopilot Engineer Tesla. Dua dari 6 perempuan tersebut kini fokus menjadi manajer produk.

Dia pula turut andil dalam penggarapan fitur kecerdasan buatan swakemudi penuh atau Full Self Driving (FSD) versi beta, yang belum lama diluncurkan. Fitur tertinggi dari sistem autopilot, di mana pengemudi tidak perlu lagi menginjak pedal rem dan gas. Mobil akan berjalan, berbelok, dan berhenti secara otomatis di tempat yang dituju.

“Sebagai Autopilot Software Engineer, bagian-bagian yang kita lakukan, mencakup computer vision, seperti gimana sih mobil itu (melihat) dan mendeteksi lingkungan di sekitar kita. Apa ada mobil di depan kita? Tempat sampah di kanan kita? Dan juga, gimana kita bisa bergerak atau yang namanya control and behavior planning, untuk ke kanan, ke kiri, maneuver in a certain way [manuver dengan cara tertentu],” ujar Moorissa Tjokro dikutip dari VOA Indonesia.

>>> Elon Musk Undur Peluncuran Fitur Tesla Full Self Driving

Dilamar Tesla

Foto uji coba fitur Full Self Driving Tesla

Turut mengembangkan fitur Full Self Driving

Ada sejumlah alasan yang membuat dia luar biasa dan istimewa hingga Tesla harus “melamarnya”. Namun yang paling utama yaitu pendidikan dan prestasi.

Moorissa Tjokro mengaku sangat menyukai bidang matematika dan aljabar sejak masih duduk dibangku sekolah menengah. Dia sangat serius hingga pada 2011 di usianya yang sangat muda, 16 tahun (lahir 1994) mendapatkan beasiswa Wilson and Shannon Technology untuk kuliah di Seattle Central College.

Tahun 2012 Moorissa Tjokro meraih gelar Associate Degree atau D3 di bidang sains, lalu melanjutkan kuliah S1- jurusan Teknik Industri dan Statistik, di Georgia Institute of Technology di Atlanta. Di sini dia meraih beragam prestasi, diantaranya President’s Undergraduate Research Award, nominasi Helen Grenga untuk insinyur perempuan terbaik di Georgia Tech, serta yang luar biasa dia menjadi salah satu lulusan termuda di kampus (19 tahun) dengan predikat Summa Cum Laude (IPK 3,80+).

Tahun 2016 melanjutkan S2 jurusan Data Science di Columbia University, di New York. Moorissa Tjokro kembali meraih prestasi, yaitu juara 1 di ajang Columbia Annual Data Science Hackathon dan juara 1 di ajang Columbia Impact Hackathon dari 300 peserta di seluruh dunia.

Maret-November 2018 Morissa Tjokro resmi bekerja di kantor Tesla sebagai Data Science Intern. Desember 2018 - Februari 2020 naik sebagai Data Science dan Vehicle Software. Dan mulai Maret 2020 hingga sekarang menjabat sebagai Software Engineer, Autopilot.

Sebagai satu-satunya wanita Indonesia di Tesla, Moorissa berharap banyak perempuan lain terinspirasi. Termasuk juga di bidang STEM dimana sekarang telah ada berbagai organisasi pemberdayaan perempuan di bidang tersebut, seperti Society of Women Engineers.

“Ini sangatlah penting untuk generasi kita di masa depan,” tegas Morissa.

>>> Review Tesla Model S P100D 2020: The Fastest Accelerating Production Car In The World

Foto Moorissa Tjokro bersama rekan kerjanya

Bekerja di negeri orang, Moorissa Tjokro punya cita-cita kembali ke Indonesia

>>> Dapatkan mobil Tesla favoritmu di sini!

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top