Sopir Truk Mengantuk, 10 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun

28/03/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Sopir Truk Mengantuk, 10 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun
Gara-gara sopir truk mengantuk sebanyak 11 mobil yang antre di lampu merah terlibat kecelakaan beruntun di persimpangan Monjali Kabupaten Sleman Yogyakarta.

Lagi-lagi kecelakaan beruntun terjadi karena faktor human error. Gara-gara mengantuk sebanyak 10 mobil yang sedang mengantre di lampu merah menjadi korban dan mengalami kerusakan. Peristiwa ini terjadi di Persimpangan Monumen Jogja Kembali (Monjali) Ringroad Utara Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta, pada Jum’at (26/3/2021) sekitar jam 21.15 WIB.

Kronologi kejadian

Dikutip dari NTMC Polri, kejadian bermula saat truk warna hijau bernopol polisi B 9915 MY melaju dari arah timur. Sampai di Persimpangan Monjali truk terus melaju dan menabrak mobil yang sedang mengantre di lampu merah. akibatnya kendaraan yang ditabrak terpental ke depan menabrak mobil di depannya lagi. Total sebanyak 11 mobil terlibat dalam kecelakaan ini, termasuk truk yang menabrak.

“Bermula dari truk yang dikendarai oleh saudara PC (59) dari arah timur ke arah barat sampai di simpang empat Monjali menabrak 10 kendaraan yang antre di lampu merah,” kata Kasat Lantas Polres Sleman, AKP Anang Tri Novian di Mapolres Sleman, Sabtu (27/3/2021). “Total kendaraan yang ditabrak 10, lalu 11 dengan truk yang menabrak,” lanjutnya.

Foto Kecelakaan di perimpangan Monjali Sleman 26 Maret 2021

Terlibat kecelakaan beruntun, sejumlah kendaraan rusak berat

>>> Waspadai Mengantuk saat Mengemudi, Bisa Sangat Merugikan

Gara-gara mengantuk

AKP Anang menuturkan dugaan kuat penyebab kecelakaan beruntun adalah pengemudi mengantuk hingga kehilangan kendali. Terlebih mobil tersebut baru kembali dari Bojonegoro Jawa Timur usai mengantar batu split dari Yogyakarta, dan sopir yang merupakan warga Tempel, Sleman terus mengemudi tanpa didampingi kenek.

“Dari pengakuan sementara sopir truk, beliau perjalanan pulang dari Jawa Timur menuju ke Jogja. Sehingga pada saat di TKP kondisi kurang fit agak lelah dan menurut keterangan dia sendiri mengantuk,” jelas Anang.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun kerugian akibat rusaknya 11 mobil yang terlibat ditaksir mencapai Rp 200 juta.

“Hari ini akan diestimasi tepatnya (kerugian) sehingga nanti dari sopir (truk) sendiri, keterangan tadi malam akan bertanggung jawab,” tutupnya.

Terlepas dari hasil penyelidikan polisi, kasus kecelakaan yang dipicu sopir mengantuk bukan pertama kalinya terjadi. Bahkan kerap terjadi dan sering jadi pemberitaan. Hal ini menandakan masih banyak pengemudi yang mengabaikan keselamatan.

Lembaga keselamatan lalu lintas Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mengungkap bahwa mengemudi dalam keadaan mengantuk menghadapi risiko yang setara dengan mengemudi di bawah pengaruh alkohol melebihi batas alias mabuk.

Sebuah studi yang diterbitkan jurnal Archives of Internal Medicine juga menuliskan tidak ada perbedaan sedikitpun mengemudi dalam keadaan mengantuk dengan mengemudi dalam keadaan mabuk. Keduanya sama-sama melipatgandakan potensi kecelakaan.

Dokter spesialis masalah tidur RS. Mitra Kemayoran, dr. Andreas Prasadja, RPSGT pernah menjelaskan, tidak ada cara paling ampuh mengusir ngantuk saat mengemudi selain istirahat dan tidur. Pada kenyataannya, banyak pengemudi yang menyepelekan soal dan memilih melawan kantuk dengan mengkonsumsi  minuman energi atau mengkonsumsi kopi.

“Ini bukan pilihan yang tepat sebab kafein dalam kopi atau minuman energi hanya stimulan sementara. Meski berhasil memaksa mata tetap melek, namun otak tetap dalam kondisi lelah.” kata dr. Andreas kepada media, (3/3/2018) silam.

>>> Beragam Kronologi Kecelakaan Truk di Jalan Raya

Foto Kecelakaan di perimpangan Monjali Sleman 26 Maret 2021

Kecelakaan beruntun akibat mengantuk bukan satu dua kali terjadi di Indonesia

>>> Temukan informasi mobil menarik lainnya hanya di Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top