Kursi Sleeper Seat pada Bus Itu untuk Rebah Bukan Tidur 

16/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Sleeper seat menawarkan kenyamanan terbaik bagi para penumpang bus sepanjang perjalanan karena bisa direbahkan sampai belakang namun bukan untuk tidur

Saat ini, sleeper bus dengan kursi rebah mirip kursi kelas satu pesawat terbang menjadi salah satu pilihan favorit penumpang yang melakukan perjalanan  menuju berbagai  kota di Indonesia. Berbekal fasilitas kursi rebah, naik sleeper bus memberikan pengalaman setara hotel kapsul berjalan. Apalagi menumpang bus malam jenis sleeper bus yang memungkinkan penumpang untuk  beristirahat dengan nyaman dan tenang sepanjang perjalanan. 

>>> Ini Dia Bahayanya Pasang Klakson Telolet dan Lampu Warna

Rebah, Bukan Tidur  

gambar kursi rebah

Demi keselamatan, kursi rebah bukan untuk tidur   

Faktanya, sleeper seat pada sleeper bus bukan tempat tidur. Agar bisa tidur dengan aman dan nyaman, ya memang tidur di tempat tidur rumah. Sebab, tempat tidur rumah membentuk sudut 180o yang rata untuk tubuh dan bebas dari berbagai macam gangguan semisal NVH. Terkait dengan rebahan dan tidur, kursi pada sleeper bus tidak bisa direbahkan hingga rata 180o. Secara umum,  kursi pada sleeper bus hanya bisa direbahkan hingga 150o.   

Sejarah Sleeper Bus Lokal  

gambar sleeper bus

PO Brilian menjadi pencetus pertama bus model sleeper dengan tempat tidur di Indonesia

Adalah  PO Brilian  asal Banyumas, Jawa Tengah, yang menjadi  pencetus pertama sleeper bus di Indonesia pada Juli 2016. Memakai sasis Hino RK260 dan bodi Jetbus 2+  Adi Putro, sleeper bus tersebut dilengkapi 20 kasur (185 cm x 85 cm) dengan susunan atas bawah plus bantal dan selimut. Tersedia fasilitas TV dan WiFi gratis untuk setiap penumpang yang dilarang memakai sepatu dalam bus. Sebagai ganti sepatu, diberikan sandal gratis model sandal hotel.  

gambar kursi rebah

Tempat tidur asli, bukan kursi rebah 

Saat itu, bus Brilian melayani  rute Jakarta-Wonosobo melalui Purwokerto, Purbalingga dan Banjarnegara disertai fasilitas makan malam dan air mineral gratis. Sayangnya, tidak sampai setahun sleeper bus PO Brilian berhenti beroperasi karena terganjal alasan keselamatan dan perijinan. Menurut Kompas.com, bus tersebut adalah  bus bekas yang dimodifikasi dengan ijin awal bus bangku standar (hadap depan)  untuk angkutan pariwisata. Memakai kata lain, sleeper bus yang dioperasikan oleh PO Brilian adalah bus hasil modifikasi yang peruntukan awalnya tidak sesuai dengan ijin. 

Sesuai Regulasi 

gambar kursi rebah

Pada dasarnya, kursi rebah tetap dikategorikan sebagai kursi 

Mengacu PP Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 1 ayat 6, disebutkan bahwa, “bus adalah kendaraan bermotor angkutan orang yang memiliki ‘tempat duduk’ lebih dari 8 (delapan) orang, termasuk untuk pengemudi atau yang beratnya lebih dari 3.500 (tiga ribu lima ratus) kilogram”. Dengan demikian, sleeper seat pada sleeper bus tetap berfungsi sebagai kursi, bukan sebagai tempat tidur. 

gambar kereta sleeper

Kursi pada kereta sleeper bisa direbahkan hingga 170o 

Pada sisi lain, sudut rebah sleeper seat untuk sleeper bus tidak bisa disamakan dengan tempat tidur karena terkait aspek keselamatan. Dalam hal kenyamanan, sleeper seat pada sleeper bus dengan sudut rebah 150o sudah memberikan kenyamanan bagi penumpang. Sebagai pembanding, sudut rebah pada kursi kereta api sleeper buatan PT INKA mencapai 170o (maksimum). 

Dengan sudut rebah sleeper seat yang tidak sampai 180o (sekitar 150o), penumpang sleeper bus bisa tetap bersiaga dan waspada karena kondisinya tidak memungkinkan untuk tertidur lelap. Ketika terjadi kondisi darurat semisal kecelakaan (tabrakan, terguling), penumpang dapat bergerak cepat untuk menyelamatkan diri dibanding jika tertidur full rebah di atas kasur. 

>>> Bukan Hanya untuk Lokal, Bus Tronton Buatan Laksana Juga Diekspor

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top