Pemerintah Indonesia telah mengamanatkan pengembangan dan penggunaan biodiesel B30 dan lainnya sebagai upaya pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% dari BAU (business as usual) pada tahun 2030. Sebagai bagian dari salah satu bahan bakar ramah lingkungan Shell Indonesia mendukung kebijakan dari pemerintah tersebut.
>>> Shell Indonesia Klaim Punya BBM Rendah Emisi
Shell Dukung Bahan Bakar Berkelanjutan
Biodiesel merupakan bahan bakar nabati yang menjadi energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi. Sifatnya yang degradable (mudah terurai) dengan emisi yang lebih rendah dibanding dari emisi hasil pembakaran bahan bakar fosil, menjadikan penggunaan biodiesel dapat meningkatkan kualitas lingkungan.
Acara virtual Shell ExpertConnect
Indonesia sendiri telah memanfaatkan biodiesel sejak tahun 2008, dan pemanfaatannya secara nasional terus dikembangkan, baik dari segi volume, campuran ataupun jumlah perusahaan yang terlibat dalam bidang ini. Andri Pratiwa, Direktur Pelumas Shell Indonesia mengatakan pada acara Shell ExpertConnect dengan topik “Penggunaan Biodiesel Sekarang dan Masa Depan” mengatakan bahwa Shell senantiasa mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Acara virtual Shell ExpertConnect dihadiri oleh lebih dari 700 pelaku usaha
“Sebagai perusahaan energi dunia, Shell senantiasa mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, hal ini sejalan dengan strategi global Shell ‘Powering Progress’. Untuk itu Shell berkomitmen untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya mendukung agenda Pemerintah Indonesia dalam penggunaan energi yang lebih bersih dan mempersiapkan ketahanan energi.” ungkapnya.
>>> Shell V-Power Nitro+ Dirilis, Bahan Bakar Euro IV untuk Performa Tinggi
Pemerintah Dorong Kesuksesan Program Biodisel B30 dan B40
Sementara itu Dr. Riesta Anggarani selaku Peneliti Bahan Bakar Lemigas pada acara yang sama mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong kesuksesan implementasi program Biodiesel B30, khususnya dalam memastikan semua BBM jenis minyak solar yang ada di dalam negeri dicampur dengan biodiesel sebesar 30%.
“Sementara untuk program mandatori B40 hingga saat ini masih dalam tahap pengkajian baik teknis maupun keekonomian, sehingga penerapannya diperkirakan tidak akan dalam waktu dekat.” tambah Riesta.
Dalam penerapannya Shell menganjurkan untuk menggunakan engine oil dengan standar API-CI4 yang terbukti memiliki kemampuan lebih baik dalam mengatasi jelaga hasil pembakaran dari bahan bakar Biodiesel B30 atau lebih.
Hal ini disebabkan API CI-4 memiliki soot handling lebih baik dibandingkan engine oil monograde. Bukti di lapangan juga menunjukkan penggunaan pelumas mesin standar API-CI4 dapat melindungi piston lebih sempurna.
>>> Langkah Sederhana Merawat Mobil di Garasi saat PPKM Darurat

