Setelah Jepang, Kini Carlos Ghosn Diindikasikan Bermasalah di Prancis

25/01/2020

Pasar mobil

3 menit

Setelah Jepang, Kini Carlos Ghosn Diindikasikan Bermasalah di Prancis
Tengah menghadapi masalah hukum di Jepang, mantan bos Renault-Nissan Carlos Ghosn kini hadapi masalah baru di Prancis. Drama apa lagi yang dihadapi oleh Ghosn?

Pemerintahan Prancis dilaporkan tengah menyelidiki pesta yang pernah dilakukan mantan bos Renault-Nissan Carlos Ghosn untuk istrinya di istana Versailles, Prancis. Dalam beberapa minggu ke depan Jaksa penuntut Prancis akan meminta hakim untuk memeriksa kasus ini, membawa penuntutan selangkah lebih dekat.

>>> Dapat Restu, Mobil Listrik Toyota Akan Diproduksi di Thailand

Sosok dari mantan bos renault-nissan carlos ghosn

Mantan bos Renault-Nissan Carlos Ghosn

Dilansir dari Reuters, jaksa penuntut tengah menyelidiki apakah Ghosn telah sengaja menyalahgunakan posisinya sebagai kepala aliansi Renault-Nissan dengan menggunakan istana Versailles, bekas kediaman raja-raja Prancis, tanpa membayar uang sewa dari uang pribadinya sendiri.

Dia sebelumnya membantah melakukan kesalahan atas pesta itu, Ghosn membela diri awalnya percaya penggunaan tempat itu adalah hadiah dan tidak menyadari bahwa Renault harus membayar tagihan dari pesta yang ia lakukan bersama istrinya.

Diminta oleh Reuters untuk berkomentar, Jean-Yves Le Borgne, sebagai salah satu tim hukum Ghosn, mengatakan Ghosn tidak melakukan kesalahan, tetapi mungkin ada kesalahpahaman antara Versailles dan orang yang bekerja untuk Ghosn.

>>> Review Nissan March 1.2 AT 2017: Pilihan City Car yang Lebih Murah dari LCGC

Gambar menunjukan aliansi Renault Nissan

Aliansi Renault-Nissan sudah berjalan sejak 1999

Dia menambahkan Ghosn sebenarnya telah menawarkan untuk membayar biaya 50.000 euro atau setara Rp 759 juta untuk menyewa tempat pesta. Tetapi sayangnya Renault belum mau mengomentari perihal masalah ini. Seorang juru bicara istana Versailles mengatakan jelas pada saat pesta berlangsung acara itu dibuat atas nama perusahaan, dan bahwa klien utama tempat itu atas nama yang bersangkutan Renault-Nissan.

Sebelumnya media Jepang juga melaporkan bahwa Badan Pajak Nasional menemukan Carlos Ghosn diindikasikan menggunakan uang Nissan dalam beberapa tahun untuk membayar biaya konsultan kepada saudara perempuannya dalam sebuah pekerjaan fiktif, serta memberikan sumbangan ke sebuah universitas di Lebanon.

Carlos Ghosn juga sempat ditangkap saat hendak meninggalkan Tokyo akhir tahun lalu. Tetapi dibebaskan dengan uang jaminan US$ 14 juta atau sekitar  Rp192 miliar di pengadilan Jepang. Tetapi awal tahun ini Ghosn secara diam-diam keluar dari Jepang terbang ke Lebanon menggunakan jet pribadinya Tim hukumnya sendiri di Jepang mengklaim tidak mengetahui rencana tersebut.

>>> Berita otomotif menarik lainnya ada disini

Rahmat Fajar Nugraha
Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top