Setelah Hampir 3 Tahun Bersaing Di Pasar, Bagaimanakah Nasib Daihatsu Hi-Max Saat Ini?

07/03/2019

Pasar mobil
Share this post:
Setelah Hampir 3 Tahun Bersaing Di Pasar, Bagaimanakah Nasib Daihatsu Hi-Max Saat Ini?
Belum pasti mau diapakan si 'Tahu Bulat" Hi-Max. Pada kenyataannya hasil penjualan yang dihasilkan selama ini tidak pernah mencapai target. Daihatsu Hi-Max hanya laku dipasaran sebanyak 100 unit setiap bulannya.

Persaingan yang ketat dalam pasar dunia otomotif khususnya kendaraan roda empat kian hari semakin sengit, jika produsen mobil tidak bisa mengikuti apa yang dibutuhkan oleh masyarakat mau tidak mau harus beraKhir dan menyuntik mati produknya. Seperti yang dialami Daihatsu Hi-Max setelah hampir tiga tahun peluncurannya sampai saat ini, kemungkinan tidak lama lagi akan berahir dan tidak lagi dipasarkan. Hal tersebut sangatlah wajar dikarenakan dalam penjualan model produksi lokal untuk mobil niaga Daihatsu Hi-Max selama ini tidak pernah menyentuh target.

Foto Daihatsu Hi-Max tampak dari samping

Mengusung tagline Sahabat Usaha, Daihatsu Hi-Max malah dijauhi para pengusaha

Dulu ketika pertama kali Daihatsu meluncurkan Hi-Max tepatnya pada bulan November 2016, Astra Daihatsu Motor (ADM) kala itu mengatakan bahwa target penjualan untuk mobil pikap kecil ini sekitar 200-250 unit perbulannya. Namun pada kenyataannya hasil penjualan yang dihasilkan selama ini tidak pernah mencapai target. Daihatsu Hi-Max hanya laku dipasaran sebanyak 100 unit setiap bulannya.

Direktur Pemasaran Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra mengungkapkan bahwa saat ini untuk pasar pikap mini Hi-Max sangatlah kecil, bahkan Ia mengungkapkan Hi-Max hanya laku di bawah 20 unit setiap bulan. Selain itu Amelia Tjandra juga mengatakan, pada tahun ini ADM juga belum memproduksi Hi-Max lagi.

>>> Daihatsu Xenia Over Target, Inden Hingga 3 Bulan

Saat ini stok Daihatsu Hi-Max mobil pikap kecil yang ditenagai dengan mesin berkekuatan 1.000 cc itu sekitar 15 unit yang pembuatannya dilakukan pada tahun 2018 lalu. Menurut Amel, untuk produksi Hi-Max tersebut hanya dilakukan dalam rangka untuk memenuhi stok saja.

Dalam penjelasannya Amel juga menambahkan, bahwa faktor terbesar yang membuat Daihatsu Hi-Max tidak begitu dilirik atau menjadi pilihan masyarakat dikarenakan kompetisi atau persaingan. Dan menurutnya persaingan tersebut juga bukanlah datang dari merk lain melainkan dari saudaranya sendiri, yakni Daihatsu Grand Max yang kapasitas ukuran muatannya lebih besar.

>>> Dapatkan berita pasar mobil terlengkap hanya di Cintamobil.com

Foto Daihatsu Gran Max tampak dari samping

Punya dimensi dan kapasitas lebih besar, Daihatsu Gran Max lebih laris ketimbang Hi-Max

Amel juga mengatakan, pada awal-awal peluncurannya untuk harga Hi-Max memangs sengaja dibuat lebih murah sekitar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta dari Gran Max. Dan mungkin itulah yang menjadi salash satu faktor Daihatsu Hi-Max tidak begitu dilirik konsumen terutama konsumen yang membeli dengan pembayaran cicilan yang tidak begitu merasakan selisih harga secara signifikan.

Dikarenakan perbedaan nominal pembayaran cicilan per bulan untuk kedua produk yang tidak terlalu jauh menjadikan pertimbangan tersendiri bagi konsumen. Tentunya konsumen akan cenderung leih memilih Daihatsu Gran Max yang sudah dibekali dengan mesin lebih besar (1.300 cc dan 1.500 cc) serta kapasitas angkut yang lebih banyak.

"Karena Gran Max sama Hi-Max itu cicilan per bulan bedanya Rp100 ribu - Rp200 ribu, orang mendingan ambil Gran Max," tutur Amel, di Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/3/2019).

>>> Mungkin Anda tertarik: Review Daihatsu Himax 2016

Untuk saat ini Amel mengatakan masih belum ada keputusan yang pasti untuk menghentikan produksi maupun penjualan Daihatsu Hi-Max di pasar dalam negeri. Bahkan dia juga tidak mau mengamini kalau ADM sedari awal peluncuran Hi-Max melakukan kesalahan perhitungan dalam masalah strategi harga.

Foto Daihatsu Hi-Max di pameran IIMS 2017

Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan Daihatsu Hi-Max

>>> Berita terlengkap dari dunia otomotif hanya ada di Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top