Sering Ada Perbaikan Jalan Tol, Ini Sebab dan Tujuannya!

21/03/2021

Pasar mobil

3 menit

Berkali-kali dijumpai perbaikan jalan tol meski secara fisik belum terlihat sangat rusak. Ternyata ada sejumlah alasan sehingga hal tersebut harus dilakukan

Perbaikan jalan Tol Jagorawi KM 18+400 dilakukan Jasa Marga pada Jum’at (19/3/2021) hingga Sabtu (20/3/2021) berupa rekonstruksi perkerasan beton. Sebelumnya, perbaikan juga dilakukan Jasa Marga di Simpang Susun (SS) Cikunir pada Sabtu (06/3/2021) sampai Rabu (10/3/2021) dengan total panjang penanganan total 234,5 meter. Sebelumnya lagi perbaikan dilakukan di Tol Jakarta-Cikampek Km 39 Arah Jakarta pada Minggu, (7/3/2021), di beberapa titik ruas Tol Jakarta-Tangerang pada Senin (15/3/2021) hingga Minggu (28/3/2021) dan beberapa lokasi lain di waktu yang berbeda.

Mengapa sering ada perbaikan jalan tol, padahal secara fisik kondisi jalan belum terlihat rusak parah?

Sebab dilakukan perbaikan jalan tol

Sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), Jasa Marga bukan satu-satunya yang melakukan kegiatan perbaikan jalan. BUJT lain seperti Hutama Karya, Waskita Karya, Astra Infra, dan yang lain juga melakukan hal yang sama. Mereka melakukannya di jalan tol yang menjadi tanggung jawab mereka masing-masing.

Foto Perbaikan Jalan Tol Jagorawi

Pemeliharaan jalan tol rutin dilakukan BUJT

Ada beberapa sebab dan tujuan perbaikan jalan tol dilakukan, yaitu:

1. Menjaga kualitas jalan

Jalan tol berbeda dengan jalan raya non tol, baik secara fisik maupun pengaturan. BUJT selaku penyelenggara dituntut menjaga kondisi dan kualitas jalan selalu memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PU No. 392/PRT/M/2005. SPM adalah ukuran yang harus dicapai dalam pelaksanaan penyelenggaraan jalan tol. Ada 6 unsur yang harus dipenuhi, salah satunya adalah kondisi jalan.

Kondisi jalan tol harus memperhatikan 3 indikator penting, yaitu Kekesatan, Ketidakrataan, dan Tidak ada Lubang.

  • Kekesatan. Tingkat kekesatan jalan tol diukur dengan menggunakan alat Mu-meter. Standar yang harus dipenuhi adalah lebih dari 0.33 Mu.
  • Ketidakrataan. Ketidakrataan berkaitan erat dengan tingkat kenyamanan dalam berkendara, adapun tolak ukur yang digunakan untuk aspek ini adalah besaran International Roughness Index (IRI) yang harus kurang dari atau sama dengan 4 m/km.
  • Tidak ada lubang. Pemantauan terhadap kondisi tidak ada lubang dilakukan secara visual yang meliputi pengamatan terhadap alur, retak, amblas, pelepasan butir gelombang, lubang serta rusak tepi/tambalan. Kondisi yang disyaratkan adalah 100% tidak ada lubang.

Meski secara kasat mata kondisi jalan tidak terlihat rusak parah, kalau tidak memenuhi indikator di atas harus dilakukan penanganan. Jadi, tidak harus menunggu sampai jalan rusak parah seperti yang sering terlihat di jalan raya non tol.

>>> Mengenal Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol

2. Meningkatkan kenyamanan

Foto Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang

Kondisi jalan yang berkualitas meningkatkan kenyamanan berkendara

Sebagaimana diketahui, kenyamanan berkendara didukung banyak faktor. Dari kendaraan yang baik terawat, tubuh yang sehat, lalu lintas tak tersendat-sendat, hingga infrastruktur jalan yang baik dan bersahabat. Adanya perbaikan bakal membuat kondisi jalan tol kembali berkualitas sesuai SPM di atas, yang mulus, tidak bergelombang, tidak berlobang, serta tidak rusak parah.

3. Meningkatkan keselamatan

Perbaikan jalan juga untuk meningkatkan keselamatan. Kendaraan bakal lebih stabil dan terkendali jika kondisi jalan rata dan tidak bermasalah seperti poin 3 di atas. Terlebih, di jalan tol kendaraan harus melaju dengan kecepatan yang sudah diatur, minimal 60 km/jam dan maksimal 80-100 km/jam.

Itulah 3 sebab sering ada perbaikan jalan tol di berbagai lokasi. Semuanya ditujukan untuk kemaslahatan. Sangat dihimbau kepada pengendara untuk berhati-hati jika melewati lokasi pekerjaan serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

>>> 5 Cara Menghindari Kecelakaan di Jalan Tol

Foto Gerbang Tol Serang Timur

Keselamatan lebih penting dari segalanya

>>> Berita otomotif terbaru hanya ada di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top