Selain Wuling dan DFSK, Pabrikan China Ini Siapkan Kendaraan Listrik Untuk Pasar Indonesia

14/05/2019
Meski belum resmi diterbitkan regulasi kendaraan listrik oleh pemerintah, produsen otomotif China BYD sudah bersiap terjun di pasar mobil listrik di Indonesia menghadirkan berbagai model.

Hingga kini regulasi kendaraan listrik di Indonesia masih dalam proses finalisasi. Selain itu segala fasilitas yang dibutuhkan meliputi insentif fiskal seperti bea masuk nol persen dan penurunan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor litrik serta berbagai infrastruktur juga terus disiapkan.

Ini pula yang membuat produsen otomotif tertarik berinvestasi, tidak hanya produsen-produsen Jepang yang sudah memiliki rekam jejak bisnis lama di Indonesia tapi juga pabrikan non Jepang yang mengaku tertarik meramaikan pasar otomotif Indonesia dengan mobil listriknya.

>>> Mulai Bermunculan di Tanah Air, Ini Kekurangan Nyata Mobil Listrik

Foto deretan mobil listrik dipakai untuk armada Taksi Blue Bird

Kendaraan listrik mulai merambah bisnis transportasi publik

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto belum lama ini. "Beberapa dari mereka akan melakukan pre-marketing project, karena EV harganya 30-50 persen lebih mahal dari kendaraan mesin konvensional atau internal combustion engine (ICE)," kata Menteri Airlangga dalam keterangan resminya.

>>> Temukan mobil dengan kondisi dan harga terbaik di sini

Tidak dijelaskan secara mendetail siapa saja, namun satu sudah terkonfirmasi akan ketertarikannya bermain di Indonesia yaitu BYD yang bakal menyasar segmen komersial dan niaga. "Mengenai pengembangan kendaraan listrik ini, akan ada juga pemain dari China, BYD yang minat berinvestasi di Tanah Air. Rencananya, BYD bakal melakukan pilot project di bidang commercial vehicles seperti bus. Tetapi tergantung pasarnya, kalau produsen lain, seperti Wuling dan DFSK sudah punya fasilitas sehingga lebih mudah bagi mereka untuk investasi di kendaraan listrik ini," tuturnya.

Rencana BYD tentu menjadi peluang besar, tidak hanya berpengaruh pada perkembangan industri otomotif tapi juga berpengaruh kepada industri yang lain yang berkaitan dengan manufaktur. Hampir 80 persen yang dibutuhkan untuk industri otomotif hulu hingga hilirnya tersedia di dalam negeri. "Misalnya, kita sudah punya bahan baku seperti baja, plastik, kaca, ban, hingga mesin yang diproduksi di dalam negeri. Lokal konten rata-rata di atas 80 persen. Ini yang menjadi andalan ekspor kita," jelas Airlangga.

>>> Selalu update kabar pasar mobil di sini

Foto Bus Listrik BYD K9 yang beroperasi di banyak negara

Di banyak negara penggunaan bus listrik sebagai sarana transportasi umum bukan lagi hal baru

Sebagai catatan, BYD merupakan salah satu perusahaan otomotif paling terkenal di China yang produknya begitu digemari. Di Indonesia, BYD baru saja menjadi sebuah kejutan saat mobil listrik andalannya, yaitu BYD e6 digunakan oleh perusahaan taksi Blue Bird sebagai armada taksi bersama dengan mobil litrik asal Amerika, Tesla Model X.

>>> Informasi seputar berita otomotif terkini hanya di Cintamobil.com

Fatchur Sag

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
1

berita lain