Selain Diskon PPnBM, Hal Ini Juga Bikin Penjualan Mobil Terkerek

02/09/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Selain Diskon PPnBM, Hal Ini Juga Bikin Penjualan Mobil Terkerek
Diskon PPnBM memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penjualan mobil di Indonesia. Tapi ada juga faktor lain yang tak kalah penting, apa itu?

Penjualan mobil di Indonesia turut menjadi 'korban' dari penyebaran virus corona yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Merosotnya penjualan mobil itu bahkan disebut lebih buruk ketimbang saat krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1998. 

Ya, dalam catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penurunan penjualan sebanyak 95 persen tak pernah terjadi meski Indonesia dilanda krisis pada 1998. Penurunan penjualan mobil sendiri menimbulkan efek domino ke sektor lain. 

diskon ppnbm

Sederet model mobil yang bisa memanfaatkan relaksasi PPnBM

>>> Penjualan Mobil Bulan Juli 2021 Merosot, Kecuali Satu!

Diskon PPnBM Memberikan Dampak yang Signifikan

Tak mau hal itu terjadi berlarut-larut, pemerintah kemudian merilis aturan soal diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang berlaku sejak Maret 2021 hingga Desember 2021.

Diskon PPnBM ini memang tak berlaku untuk semua mobil baru yang dijual di Indonesia, melainkan ada persyaratan tertentu dan wajib dipenuhi salah satunya adalah Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimal 60%. 

Besaran relaksasi PPnBM pun beragam. Pada periode Maret hingga Agustus 2021, masyarakat bisa menikmati mobil tanpa pengenaan PPnBM. Namun mulai September, diskon PPnBM kini hanya sekitar 25%. 

Terbukti tujuh bulan berjalan, penjualan mobil di Tanah Air terlihat mulai pulih kalau dibandingkan tahun lalu. Toyota misalnya mencatat kenaikan penjualan yang cukup signifikan bila dibandingkan tahun 2020. Kenaikannya mencapai 48% untuk model-model yang mendapat diskon PPnBM.

diskon ppnbm

Penjualan mobil Toyota mengalami peningkatan signifikan

"PPnBM ini sendiri memang sangat membantu, kalau kita lihat penjualan 2021 saat PPnBM, mobil-mobil yang mendapat insentif PPnBM itu meningkat ya. Jadi Rush, Avanza, Vios, Sienta, Yaris, Raize, Innova, dan Fortuner semua meningkat dengan sangat baik dibandingkan dengan tahun lalu," ungkap Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy dalam sesi konferensi pers virtual, Rabu (1/9/2021). 

>>> Penjualan Mobil di Indonesia Diyakini Bisa Tembus 750.000 Unit

Kondisi Perekonomian Turut Mendukung

Lebih lanjut Anton menjelaskan bahwa relaksasi PPnBM bukan satu-satunya hal yang membuat penjualan mobil di Indonesia bangkit. Kondisi ekonomi yang perlahan pulih menjadi faktor penting lainnya.

Anton menyebut perlahan tapi pasti kondisi perekonomian di Indonesia mulai merangkak, terlebih ditunjang dengan program vaksinasi besar-besaran dari pemerintah. Diharapkan sinyal-sinyal positif itu dapat membuat penjualan mobil di Indonesia menembus target 750.000 unit untuk tahun ini.

"Kita tidak mengatakan selesai tapi kondisinya sudah lebih baik dengan adanya vaksin, pengaturan-pengaturan lebih baik. Model-model CBU dan juga LCGC yang tidak mendapat insentif secara langsung terutama LCGC karena PPnBM-nya udah 0 ya, ini pun sudah bisa mendapatkan peningkatan 48% dibandingkan tahun lalu," tambah Anton. 

>>> Rumor Sebut Toyota Vios Terbaru Usung Platform DNGA dan Mesin Hybrid

 

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020. Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnal
 
back to top