Selain Dapat Diskon Pajak, Beli Mobil Baru Juga Bisa DP 0 Persen

16/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Selain Dapat Diskon Pajak, Beli Mobil Baru Juga Bisa DP 0 Persen
Pemerintah tengah menyusun kebijakan DP 0 persen untuk pembelian mobil sebagai salah satu langkah untuk mendukung insentif fiskal berupa relaksasi PPnBM.

Pemerintah tak hanya menyiapkan skema relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru. Pembelian mobil baru pun bakal dipermudah karena bisa dilakukan tanpa Down Payment (DP) alias DP 0 persen

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menhelaskan pemberian insentif penurunan PPnBM perlu didukung dengan revisi kebijakan OJK untuk mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor, yaitu melalui pengaturan DP 0 persen dan penurunan ATMR Kredit (aktiva tertimbang menurut risiko) untuk kendaraan bermotor, yang akan mengikuti pemberlakuan insentif penurunan PPnBM ini.

DP 0 persen

Dp 0% sempat berlaku untuk pembelian mobil listrik

>>> Ini Sebabnya Mobil LCGC Tak Ikut Dapat Relaksasi PPnBM

Penjualan Mobil Diharap Bisa Segera Pulih

Sebelumnya penerapan DP 0 persen untuk pembelian mobil sempat diberlakukan Bank Indonesia pada Oktober 2020 dan berlaku selama tiga bulan. Namun pemberlakuan DP 0% itu hanya berlaku untuk mobil listrik. 

"Harapannya dengan insentif yang diberikan bagi kendaraan bermotor ini, konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah atas akan meningkat, meningkatkan utilisasi industri otomotif dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya baru-baru ini. 

Industri otomotif memang menjadi salah satu sektor yang digenjot karena dianggap memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan perekonomian di Tanah Air. 

>>> Harga Mobil Bekas Turun karena Ada Relaksasi PPnBM?

Industri Otomotif Indonesia Libatkan Banyak Pekerja

DP 0 persen

Industri otomotif menjadi sektor yang paling merasakan dampak pandemi

Perlu diketahui Industri otomotif juga merupakan industri padat karya. Saat ini, lebih dari 1,5 juta orang bekerja di industri otomotif yang terdiri dari lima sektor, yaitu pelaku industri tier II dan tier III (terdiri dari 1000 perusahaan dengan 210.000 pekerja), pelaku industri tier I (terdiri dari 550 perusahaan dengan 220.000 pekerja), perakitan (22 perusahaan dan dengan 75.000 pekerja), dealer dan bengkel resmi (14.000 perusahaan dengan 400.000 pekerja), serta dealer dan bengkel tidak resmi (42.000 perusahaan dengan 595.000 pekerja). 

Pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif akan membawa dampak yang luas bagi sektor industri lainnya. Airlangga menambahkan, dalam menjalankan bisnisnya, industri otomotif dinilai memiliki keterkaitan dengan industri lainnya (industri pendukung), di mana industri bahan baku berkontribusi sekitar 59% dalam industri otomotif. 

“Industri pendukung otomotif sendiri menyumbang lebih dari 1,5 juta orang dan kontribusi PDB sebesar Rp700 triliun," ujar Airlangga.

>>> Ketahui Dulu Pajak Mobil Fortuner Sebelum Memutuskan Membeli 

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top