Sejarah Toyota Prius yang Lahir dari Mimpi

10/01/2021

Pasar mobil

5 menit

Toyota Prius adalah mobil hybrid pertama Toyota juga yang mempopulerkan sistem hibrida di dunia tapi tahukah Anda jika Prius sebenarnya lahir dari sebuah mimpi?

Toyota Prius rupanya mobil yang bisa muncul berawal dari mimpi. Ya, Prius adalah salah satu produk yang muncul akibat dari imajinasi mimpi akan sebuah teknologi maju di masa depan. Sebagai informasi, Prius lahir berawal dari impian Eiiji Toyoda, sebagai salah seorang Chairman Toyota, untuk membangun konsep mobil masa depan. 

Foto Toyota Prius PHV GR Sport 2019

Prius jadi mobil hasil ambisi Toyota untuk membuat mobil yang ramah lingkungan dan irit BBM

Tim di bawah koordinasi Yoshiro Kimbara akhirnya dibentuk untuk menjalankan sebuah proyek prestisius bertajuk Global 21 (G 21). Sebuah target nyaris mustahil pun diajukan, mobil tersebut harus memiliki konsumsi bahan bakar sangat irit, yaitu lebih dari 20 kilometer untuk setiap liter bahan bakarnya. Pada tahun 1995, Prius diperkenalkan sebagai mobil konsep yaitu menciptakan sebuah mobil yang sangat irit bahan bakar dan dengan harga yang affordable.

Sempat Diragukan

Gambar Toyota Prius berbagai generasi

Sejauh ini Prius sudah hadir dalam empat generasi

Tentunya mengembangkan Prius tak semudah membalikan telapak tangan. Proyek Prius butuh waktu panjang agar konsep hybrid tersebut dapat direalisasikan. Karena bagaimanapun juga, teknologi ini masih membutuhkan bahan bakar dan menghasilkan emisi gas buang. Teknologi hybrid ini paling memungkinkan untuk dikembangkan karena tidak perlu menambah infrastruktur baru yang sangat mahal, seperti mesin elektrik murni.

Gambar Toyota Prius generasi pertama tahun 1997

Beginilah model Prius generasi pertama yang lahir tahun 1997

Akhirnya tahun 1997 Toyota Motor Corporation meluncurkan sebuah sedan dengan teknologi hybrid pertama didunia. Prius sendiri pada awal kemunculannya tidak terlalu heboh, lantaran saat itu konsumen mobil bersikap skeptis. Apa iya kendaraan irit dan ramah lingkungan ini bisa terjangkau? Dan hal tersebut memang terbukti benar, tidak mudah untuk mengubah mindset orang lama yang menganggap mobil dengan teknologi tinggi itu dapat dibanderol dengan harga terjangkau.

Gambar Toyota Prius generasi pertama facelift tahun 2000

Tahun 2000 Prius mendapat sedikit penyegaran

Makanya, Toyota Prius generasi pertama ini tidak terlalu heboh sambutannya. Sampai Toyota sempat berpikir, apakah kendaraannya ini terlalu aneh, sehingga Toyota Motor Corporation melakukan sedikit penyegaran pada tahun 2000. Penyegaran ini meliputi ubahan kap mesin, bumper, grill depan, serta velg. Toyota Prius generasi pertama ini cukup dapat diterima dipasar mobil yang saat itu dituju yaitu pasar Amerika, dan Eropa. Bahkan Toyota Prius dengan kode bodi NWH11 ini jadi mobil favorit di Amerika.

>>> Sama-sama pakai sistem Hybrid Synergy Drive seperti Prius, begini rasa mengemudi Toyota Corolla Cross

Jadi Favorit Di Amerika

Gambar Toyota Prius generasi kedua tahun 2003

Prius generasi kedua sempat jadi mobil favorit di AS

Para pengguna Toyota Prius di Amerika Serikat mendapatkan keringanan pajak yang sangat signifikan. Peraturan di sana menyatakan bahwa pengguna mobil yang ultra rendah emisi dapat keringanan pajak sekitar Rp 29 juta rupiah (USS 2000 dikali kurs rupiah saat artikel ini dibuat). Peraturan ini membuat Prius laris manis bak kacang goreng di Negeri Paman Sam. Apalagi, pesaing terdekatnya saat itu yakni Honda Insight dirasa kurang bertenaga dan jarak pakai baterainya tidak sejauh Toyota Prius. Penjualan Prius yang bergairah inilah yang merangsang Toyota untuk menelurkan generasi keduanya di tahun 2003.

Gambar Toyota Prius generasi ketiga tahun 2009

Teknologi hybrid synergy drive makin disempurnakan di Prius generasi ketiga

Prius generasi kedua ini merupakan salah satu Prius paling sukses sedunia. Sejak kemunculannya pada tahun 2003 lalu, generasi kedua Prius yang punya coefficient of drag dengan nilai 0,26 ini mampu meraup penjualan 10.000 unit perbulannya. Luar biasa bukan? Apalagi teknologi Hybrid Synergy Drive-nya mampu membuat Prius generasi kedua ini melaju lebih jauh dengan konsumsi bahan bakar yang sangat irit. Toyota Motor Coorporation nyaris lengah dan terbuai akan kesuksesan ini. Untunglah Toyota tetaplah Toyota, pabrikan Jepang ini haus akan inovasi dan meluncurkan Toyota Prius generasi ketiga pada tahun 2009.

>>> Baca juga sejarah Toyota Hilux

Indonesia Juga Kebagian

Foto Tim Cintamobil.com test drive Toyota Prius PHV 2018

Kami sempat tes langsung Prius PHV secara ekslusif pada tahun 2018

Oh ya, Cintamobil.com hampir lupa. Prius sendiri sempat dijual di Indonesia tahun 2009 saat itu Prius generasi ketiga dipajang di ajang Indonesia International Motor Show tahun tersebut. Namun sayangnya, lagi-lagi Prius terbentur harga jual dan skema pajak negara kita ini belum mendukung untuk mobil-mobil hemat bahan bakar seperti Prius. Karena sistem pajak di negara kitra, mobil hybrid itu dihitung sebagai mobil yang menggunakan dua buah mesin.

Foto tampilan depan Toyota Prius PHV GR Sport 2019

Prius kembali mejeng di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show tahun 2019

Walhasil, harga jual sedan hybrid terlaris didunia ini menjadi melambung sangat tinggi, bahkan harganya menempel dengan Toyota Camry yang saat itu lekat dengan citra mobil mentri. Pamor Prius pun tidak sebaik di luar negeri. Padahal di dunia, Prius berhasil mencatatkan penjualan fantastis. Mengacu data 2013 misalnya, menunjukkan Toyota Prius generasi ketiga berhasil terjual di dunia sebanyak 1,688,000. Namun kini dengan adanya wacana pemerintah menurunkan pajak untuk kendaraan ramah lingkungan, bukan tidak mungkin jika kendaraan hybrid seperti Prius punya harga bersaing di Indonesia.

>>> Mau beli Toyota Prius second? Lihat berbagai pilihannya di sini

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com

Lulusan kampus Trisakti angkatan 2009 dari jurusan Ekonomi Akuntansi. Namun, passion menulis dan ketertarikannya akan mobil membawanya melamar menjadi jurnalis otomotif.

Pada tahun 2014 ia sudah diterima bekerja di Motorplus Weekly - sebuah tabloid dwi mingguan yang mengulas tentang sepeda motor. Arfian bekerja di sana selama tiga tahun sebagai reporter.

Sejak tahun 2018 Arfian bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer dan menjadi Senior Content Writer setahun kemudian. Di tahun 2021 ia dipromosikan menjadi Editor, dan dengan kinerja yang baik di tahun 2021 ini pula ia dipromosikan kembali menjadi Managing Editor untuk website ini.

Awards

2020 - 3rd Winner, Best Online Write Up Activity & Industry News, Warta Citra Adiwahana

2020 - 2nd Winner, Mitsubishi Journalist Writing Competition - Artikel Online Terbaik

2021 - 1st Winner, Best Online Product Review, Warta Citra Adiwahana

 
back to top