Sejarah Persaingan Ford dan Ferrari di Arena Le Mans 24 Hours ‘66

17/11/2019
Film terbaru Ford v Ferrari yang akan ditayangkan di bioskop Tanah Air merepresentasikan persaingan yang terjadi lebih dari 50 tahun yang lalu. Lalu, bagaimana persaingan Ford dan Ferrari berawal?

Pada awalnya, keduanya seperti tak mungkin bersentuhan. Yang satu raksasa otomotif Amerika yang memperoduksi mobil mainstream. Lainnya adalah perusahaan Italia yang bermain untuk niche yang lebih eksklusif. Tapi persaingan Ford dan Ferrari dimulai ketika Enzo Ferrari berniat untuk menjual perusahaannya kepada Ford di awal 1960-an.

Kala itu, alasan dibalik keputusan Enzo masih belum terbaca. Ada yang menyebutkan bahwa dia akan pensiun dan ingin melepas kepemilikan Ferrari. Sumber lainnnya menjelaskan bagaimana Enzo ingin fokus pada pengelolaan tim balap. Kabar itu pun melintasi benua.

>>> Bidik Kelas Hypercar, Peugeot Kembali ke WEC

Pengusaha minyak Texas, John Mecon Sr dan John Mecom Jr yang menjadi langganan Ferrari pun berniat untuk membelinya pada 1962. Berita menyebutkan dengan harga antara $20 dan $25 juta (sekitar Rp2.4 Triliun hingga Rp3 Triliun saat ini). Namun Ford masuk sebagai kandidat pembeli. Tertinggal dari General Motors, mereka ingin mengembangkan sayapnya ke Eropa dan hampir membeli Rolls Royce.

Enzo Ferrari berkemeja putih dan berdasi dalam foto hitam putih
Enzo Ferrari awalnya berniat menjual perusahaannya

Pada 1963, Ford mengirim delegasi eksekutif, pengacara, dan akuntan ke Italia. Mereka setuju membayar $18 juta (sekitar Rp2.15 Triliun saat ini) untuk membeli divisi mobil jalan Ferari. Penjualan tersebut termasuk paten, kekayaan intelektual, hingga mengubah namanya menjadi Ford-Ferrari. Namun perjanjian tersebut pun mulai bersinggungan pada tim balap Ferrari.

Donald Frey, General Assistant Manager Ford kala itu mengadakan pertemuan informal dengan Enzo Ferrari. Perjanjian mobil jalan Ford-Ferrari hampir mencapai kesepakatan. Namun Enzo bersikeras tidak akan membiarkan Ford – atau siapapun – mengambil alih divisi balap yang telah dia kembangkan selama puluhan tahun.

>>> Bersama Komunitas Ford Menikmati Ford v Ferrari di Layar 270 Derajat CGV Indonesia

Marahnya Henry Ford II

Frey kembali ke markas Ford di Dearborn, Michigan, dengan kesepakatan yang gagal. Bos Ford, Henry Ford II naik pitam, berjanji untuk meruntuhkan kesombongan Enzo Ferrari dan tim balapnya dalam Le Mans 24 Hours. Kala itu, Ford sudah mengembangkan Lola Mk6 GT bertenaga mesin V8 pada Le Mans 24 Hours 1963. Insinyur Lola, Eric Broadley akhirnya setuju membantu Ford mengembangkan GT40.

Alasan memilih Le Mans 24 Hours pun sederhana. Awal 1960-an merupakan saat dimana Ferrari sedang berjaya di kompetisi ketahanan mobil tersebut. Fort GT40 pun pertama kali menghadapi Ferrari pada Nürburgring 1000 Kilometers tahun 1964. Dimulai dengan awal yang mengagumkan, namun GT40 pensiun setelah mengalami masalah suspensi.

>>> Ingin membeli mobil terbaru? Dapatkan daftarnya di sini

mobil balap Ford GT40 berwarna putih dengan aksen hitam 
Ford GT40 yang dikembangkan untuk Le Mans 24 Hours

Tak satu pun dari tiga mobil melewati garis finish. Nomor 12 terbakar pada lap 58, mobil nomor 11 dan 10 keluar pada lap 63 dan 192 karena masalah girboks. Mobil pun melaju dengan kecepatan yang tak stabil. Sehingga pembalap yang dikenal tanpa rasa takut, Roy Salvadori, berhenti karena takut akan hidupnya. Hasil yang memalukan. Mengingat Ferrari memenangkan perlombaan dengan 275 P.

Di titik ini, Ford memiliki dua opsi. Seperti berhenti menghamburkan uang dan fokus pada persaingan di Amerika dengan General Motors, atau menginvestasikan lebih banyak uang untuk mengalahkan Ferrari. Jajaran manajemen lebih memilih opsi pertama, namun Henry Ford II sangat ingin mengalahkan Ferrari. Menyadari potensi GT40, Ford merekrut Caroll Shelby yang finish pertama pada Le Mans tahun 1959.

>>> Tertarik dengan review mobil Ford di Indonesia? Dapatkan informasinya di sini

Tangan emas Shelby

Shelby pernah merancang, membangun, dan memacu mobil terbenaga Ford sejak 1962. Memasang mesin V8 427 cc yang lebih besar dan memasang transmisi ZF buatan Jerman. Upaaya pertama mengganti mesin dan girboks. Keterlibatan Shelby terbayar; Ford berhasil membawa GT40 menjuarai Daytona 2000 pada Februari 1965.

Shelby pun mengembangkan GT40 Mark II bermesin 7.0 liter V8. Bertenaga 486 hp, Mark unggul dari sisi tenaga dibandingkan V12 milik Ferrari. Namun pada Le Mans 1965, dua unit Ferrari 330 P3 dengan sasis lebih ringan dan rendah dibandingkan pendahulunya. Mark II tak bisa menyaingi Ferrari karena sering melakukan pit spot untuk mengisi bensin dan akhirnya tumbang karena maslah teknis.

foto Caroll Shelby dan Ken Miles hitam putih
Caroll Shelby dengan pembalap legendaris Ken Miles

Tak mau menyerah, Shelby kembali mengembangkan GT40 dan berhasil memenangkan Daytona dan Sebring yang dikendarai oleh Ken Miles. Saking bernafsunya, Ford membawa 13 contoh GT40 di Le Mans 24 Hours 1966. Cuaca basah membuat persaingan Ford dan Ferrari samakin sengit.

Keadaan berpihak pada tim Blue Oval. Prototipe Ferrari keluar satu per satu; mulai dari 330 P3 yang jatuh setelah 123 putaran, P3 Spyder pensiun karena masalah girboks setelah 151 putaran, P3 terakhir menyerah karena masalah mesin pada putaran ke-226. Sedangkan 10 unit GT40 dikeluarkan karena berbagai masalah, menyisakan tiga mobil terakhir yang memimpin lomba.

>>> Jajaran review mobil Ferrari terbaik bisa Anda dapatkan di sini

Mendadak manajemen Ford ingin mencetak sejarah dengan tiga mobilnya finish berbarengan. Dipimpin oleh Ken Miles yang memecahkan berbagai rekor di balapan tersebut, dia pun mengalah dan akhirnya melambat untuk menunggu dua pembalap Ford yang lain. Dan kemenangan manis Ford pun direkam dengan tiga mobilnya memasuki garis finish hampir bersamaan.

tiga mobil Ford memasuki garis finish bersamaan pada Le Mans 24 Hours 1966 
Tiga mobil Ford memasuki garis finish hampir bersamaan

Masalahnya, regulasi Le Mans 24 Hours mengumumkan bahwa juara pertama jatuh pada Bruce McLaren/Chris Amon karena start dari posisi yang lebih jauh. Meskipun begitu, Ford masih berjalya dengan mengumpulkan kemenangan berturut-turut dari 1966, 1967, 1968, dan 1969. Naas, McLaren meninggal pada umur 32 tahun dalam uji jalan di Sirkuit Goodwood pada 1970.

Sejarah perjalanan Caroll Shelby dan Ken Miles dalam persaingan Ford dan Ferrari saat ini diadaptasi ke layar lebar melalui Ford v Ferrari. Dibintangi oleh Christian Bale dan Matt Damon, film ini sudah bisa ditonton di berbagai bioskop di Tanah Air mulai dari 15 November.

>>> Berita otomotif terlengkap bisa Anda temukan di sini

Padli Nurdin

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
2

berita lain