Bukan Mobil Listrik Kemarin Sore, Ini Sejarah Nissan Leaf

09/09/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Kehadiran Nissan Leaf menandai tradisi panjang Nissan sebagai pelopor mobil listrik pertama di dunia dan sekaligus menegaskan pencapaian teknologi BEV

Bagi Nissan, mobil listrik yang saat ini sedang menjadi trending topic di seluruh dunia bukan sesuatu yang sangat istimewa. Sebab, pabrikan otomotif yang bermarkas di Yokohama, Jepang, sudah bermain mobil listrik sejak tahun 1947 melalui Nissan Tama. Jadi, menurut tim Cintamobil.com, Nissan bukanlah anak kemarin sore atau anak bawang yang baru mulai belajar membuat dan menjual  mobil listrik. 

Generasi Pertama

Sekadar kilas balik, Nissan Leaf melakukan debut globalnya sebagai mobil listrik BEV dalam gelaran Tokyo Motor Show 2009 (Oktober 2009). Desember 2010, Nissan secara resmi merilis Nissan Leaf serta mulai memasarkan di Jepang dan Amerika Serikat, sedangkan jatah untuk konsumen  Eropa menyusul pada Maret 2011

 gambar nissan leaf

Tampil perdana saat Tokyo Motor Show 2009

Generasi perdana Nissan Leaf didukung motor listrik synchronous 80 kW (107 hp) dan  280 Nm untuk memutar roda depan. Sumber listrik berupa baterai  lithium ion 24 kWh dan kemudian ditambah kapasitasnya menjadi 30 kWh. Baterai buatan Automotive Energy Supply Corporation itu diklaim punya usia pakai 160.000 km/8 tahun (USA) dan 100.000 km/5 tahun (Eropa).

  gambar nissan leaf

Generasi pertama beredar selama kurun waktu 7 tahun

Pendinginan battery pack Nissan Leaf gen-1  tidak menganut active cooling, melainkan  passive cooling by radiation. United States Environmental Protection Agency (EPA) memberikan rating 21,2 kWh/100 km dan jarak tempuh  117 km, sedangkan rating 175 km diberikan oleh  New European Driving Cycle (NEDC).  

>>> Komparasi Biaya Servis Nissan Leaf vs Mobil Konvensional

Pembaharuan

Sepanjang masa edar dalam kurun waktu 2010-2017, Nissan Leaf gen-1 menjalani sejumlah pembaharuan untuk membuatnya up-to-date. 

 gambar nissan leaf

Leaf Nismo RC untuk lomba ketahanan 

  • 2011/2012

Nissan Leaf model tahun  2011/2012 punya  top speed  150 km/jam dan akselerasi 0-100 km/jam dalam waktu  9.9 detik. Sekitar 12 unit  Leaf Nismo RC (Racing Competition) dengan motor listrik high output diproduksi Nissan dan memiliki endurance 20 menit untuk  racing speed. Enam unit Leaf Nismo RC dinamai  Nismo Leaf  RC_02 dan dilengkapi motor listrik ganda  120 kW (161 hp) sehingga memiliki sistem gerak AWD. EPA memberikan rating jarak tempuh 117 km  untuk Leaf batch 2011/2012. 

  • 2013

Mulai tahun 2013, Nissan merakit Leaf di Smyrna (AS, produksi 150.000 unit/tahun), Oppama (Jepang, produksi 50.000 unit/tahun)  dan  Sunderland (Inggris, produksi 50.000 unit/tahun). Dibanding batch sebelumnya, Leaf batch 2013 punya jarak tempuh lebih jauh (menjadi 121 km, tadinya 117 km, versi EPA) berkat  sistem pendinginan lebih efisien,  rem regeneratif lebih baik, diet bobot dan peningkatan aspek aerodinamika.  

Leaf model tahun 2013 dilengkapi  indikator kondisi baterai di dashboard (mirip fuel gauge) dan  onboard charger 6,6 kW 240 V yang lebih cepat pengisiannya (0% - 100% dalam 4 jam vs 7 jam). Charger tersebut lebih kompak dan ditempatkan dalam ruang “mesin” sehingga menambah volume bagasi.  

  • 2014/2015

Untuk Leaf model tahun 2014/2015, rating jarak tempuh versi  EPA naik lagi dari 121 km menjadi 135 km. Secara teknis, Leaf batch 2014 sama seperti Leaf   model tahun 2013, kecuali ada tambahan   rear-view monitor dan pemutakhiran fungsi  EV-IT dengan  voice destination entry dan  SMS. Untuk pasar  China, Nissan Leaf dijual sebagai Venucia e30, hasil kerja sama Dongfeng-Nissan.  

  • 2016

Mulai akhir tahun  2016, kapasitas baterai diperbesar dari 24 kWh menjadi  30 kWh untuk mencapai jarak tempuh sejauh  172 km dan disertai  extended  warranty hingga 160.000 km/8 tahun. Nissan menjamin akan mengganti atau memperbaiki baterai (gratis) jika kapasitas baterai berkurang 30% selama masa jaminan garansi.  

  • 2017

Saat terakhir masa edar Nissan Leaf generasi pertama ditandai penurunan penjualan secara global pada tahun 2017 menjadi 47.000 unit. Sebagai catatan, pada  Januari 2018, Nissan  Leaf dipasarkan di  60 negara di empat benua. 

>>> Nissan Tama, Sang Perintis Era Mobil Listrik Negeri Matahari Terbit

Generasi Kedua

Nissan merilis Leaf gen-2 (model tahun 2018) pada Oktober 2017 di Jepang serta berlanjut dengan pengiriman untuk konsumen AS dan Eropa mulai Pebruari 2018. Pada tahun 2018, penjualan global Nissan Leaf mencapai  87.149 unit. 

 gambar nissan leaf

Gen-2 dengan baterai dan motor listrik yang lebih kuat dan mampu menjadi power source

Dalam hal mekanikal, sang adik didukung baterai  40 kWh dengan jarak tempuh 243 km (rating EPA), motor listrik 110 kW (147 hp) dan  320 Nm. Pengisian baterai melalui charger  6,6 kW versi regular plug atau 50 kW CHAdeMO dan mampu menjadi generator. Dibanding generasi pertama, Leaf gen-2 dilengkapi fitur lebih komprehensif seperti Propilot Assist (lane centering system), automatic parking (pasar tertentu) dan  one-pedal (pedal gas merangkap pedal rem regeneratif).  

  • 2019 

Nissan menambah varian  Leaf e+ (Leaf Plus di Amerika Utara) dengan baterai  62 kWh (rating jarak tempuh EPA 364 km) dan motor listrik terbaru  160 kW serta charger CHAdeMO  100 kW.  

gambar nissan leaf

Varian RE-LEAF untuk bantuan bencana alam 

  • 2020 

Pada September 2020, Nissan UK menampilkan varian konsep RE-LEAF untuk mobile power source dalam kondisi bencana alam. Varian ini adalah Leaf e+ dengan baterai  62 kWh, disertai suspension lift  70 mm,  underbody protection,  ban all-terrain dan velg  rally. Kabin dilengkapi   meja komputer lipat dan  layar monitor LCD 810 mm  dan  lampu darurat di atap. Dalam kesempatan World EV Day 9 September 2020,  Nissan merilis Leaf ke 500.000 unit.  

gambar nissan leaf

Menjadi salah satu tonggak penting dalam revolusi mobil listrik untuk pasar global 

Penjualan Global  

Versi produksi tampil pada Agustus 2009 dan produksi di Jepang dimulai Oktober 2010, berlanjut dengan pengiriman ke AS dan Jepang sejak Desember 2010. Terhitung Desember 2020, Leaf terjual di  59 negara. Mobil listrik murni ini   menjadi  the world's best selling electric car pada 2011-2014 dan 2016. Penjualan tahun  2015 menurun setelah kehadiran  Tesla Model S.

Nissan Leaf 2021

Leaf sabet gelar the world's all-time best selling plug-in electric car

Pada  Desember 2019, Leaf meraih gelar the world's all-time best selling plug-in electric car. Namun awal tahun  2019,  Tesla Model 3 menyabet gelar the new best selling electric car in history dengan penjualan melebihi 500.000 unit di dunia (data  Maret 2020). Penjualan global Leaf hingga  Desember 2020 mencatat  500.000 unit. Pada Desember 2020, Eropa menjadi pasar terbesar Leaf dengan  penjualan 180.000 unit dan  sekitar 65.500 unit dibeli oleh konsumen Norwegia. Sedangkan penjualan di pasar AS mencapai 151.471 unit dan di pasar Jepang tercatat  146.216 unit (data  Desember 2020).

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top