Sebelum Karimun Wagon R, Mobil Ini Lebih Dulu Pamit dari Segmen LCGC

22/11/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Suzuki Karimun Wagon R undur diri dari segmen mobil LCGC. Sebelum Karimun Wagon R, ada mobil lain yang lebih dulu pamit karena penjualannya terus merosot.

Mobil di segmen Low Cost Green Car (LCGC) kini tersisa lima model saja. Kelima model mobil LCGC yang masih bertahan itu adalah Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, Honda Brio Satya, Toyota Agya, dan Toyota Calya. Ya, dari daftar itu Suzuki Karimun Wagon R tak lagi masuk daftar mobil LCGC di Tanah Air. 

Gambar menunjukkan tampilan depan pada Datsun GO+ 2014 berwarna coklat

Datsun terbilang minim inovasi pada produknya

Suzuki baru-baru ini memutuskan untuk menyetop penjualan Karimun Wagon R di Indonesia. Meski demikian, produksi Karimun Wagon R masih jalan terus guna memenuhi kebutuhan pasar ekspor ke Pakistan. Kini Suzuki hanya tinggal menghabiskan stok Karimun Wagon R yang tersisa. 

>>> Pandemi Belum Usai, Mobil Murah Masih Dilirik Nggak Ya?

Datsun Lebih Dulu Pamit

Segmen mobil LCGC memang cukup ketat. Sebelumnya Karimun Wagon R mundur, Datsun sudah lebih dulu 'menyerah' untuk bersaing di segmen ini. Tercatat memasuki kuartal kedua tahun 2020, Nissan tidak lagi memproduksi Datsun di Indonesia. 

Penjualan merosot menjadi satu pertimbangan hingga akhirnya LCGC yang sempat menjadi primadona itu tak lagi dijual di Indonesia. Sebagai gambaran, bila mengutip data distribusi wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada tahun 2014 Datsun sanggup membukukan penjualan sebanyak 20.520 unit. Pada tahun pertamanya itu, Datsun Go dan Go+ sanggup membayangi Honda Brio Satya yang menjual 26.683 unit dan lebih unggul dari Karimun Wagon R. 

Gamabr menunjukkan Transmisi pada mobil Datsun GO+ Panca CVT 2019

Kehadiran transmisi otomatis pada model Datsun juga terlambat

Penjualan Datsun terbilang masih stabil hingga tahun 2016. Datsun masih mampu untuk mendistribusikan 25.483 unit kala itu sampai akhirnya mulai merosot pada tahun 2017. Distribusi dari pabrik Datsun ke seluruh dealernya tercatat hanya mencapai 10.484 unit tahun itu. 

Penurunan penjualan itu masih berlanjut pada tahun 2018. Datsun hanya mengirimkan Go dan Go+ ke dealer sebanyak 8.045 unit. Hingga akhirnya pada tahun 2019, Nissan mengumumkan untuk menyetop produksi mobil di Indonesia serta diikuti pemberhentian penjualan Datsun setahun setelahnya. Sepanjang 2020 tepatnya dari Januari hingga Maret, Datsun masih mendistribusikan 300 unit mobil ke seluruh dealernya. 

Berkaca pada Datsun, hal serupa juga dialami Karimun Wagon R. Penurunan penjualan Suzuki Karimun Wagon R sudah terlihat sejak tahun 2016. 

Suzuki Karimun Wagon R

Karimun Wagon R juga mengalami penurunan penjualan

>>> Suzuki Stop Jualan Karimun Wagon R di Indonesia, Diganti Model Lain?

Mobil LCGC Masih Jadi Favorit

Bila pada tahun 2015, Karimun Wagon R terdistribusi sebanyak 11.526 unit maka tahun 2016 merosot menjadi 9.905 unit. Berlanjut ke tahun 2017 di saat penurunan nyaris 50% menjadi 5.408 unit. 

Tak berhenti sampai di situ, tren negatif penjualan Karimun Wagon R masih terus dirasakan pada 2018, 2019, 2020, dan 2021. Paling merosot yakni pada tahun 2020 dimana Suzuki hanya mendistribusikan 1.591 unit Karimun Wagon R. Kemudian pada tahun 2021, periode Januari-September 2021 sudah ada 1.772 unit Karimun Wagon R yang terkirim ke dealer. 

Toyota Calya

Calya menjadi salah satu LCGC yang cukup diminati saat ini

Dengan tersisa lima model, persaingan mobil LCGC tentu akan semakin ketat. Tak menutup kemungkinan persaingan tak lagi antar segmen itu dan bisa jadi justru berhadapan dengan Low MPV yang setingkat berada di atasnya.

Terlebih bila LCGC nantinya tak lagi mendapat insentif PPnBM seperti sebelumnya. Sejauh ini, LCGC masih menjadi mobil favorit orang Indonesia. Gaikindo mencatat mobil jenis LCGC menyumbang 21% penjualan dari model lainnya. Posisinya tepat di bawah Low MPV. 

"Daya beli masyarakat kita adanya pada kendaraan-kendaraan dengan harga jual di bawah Rp 250 juta. Nah mobil-mobil inilah yang bisa dibeli dengan harga sedemikian, Rp 250 juta maksimal Rp 300 juta itu adalah MPV-MPV yang kita sebut Low MPV dan LCGC," kata Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto beberapa waktu lalu. 

>>> Review Nissan Serena X 2013: MPV Nyaman Seharga LCGC

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top