Sebelum Chevrolet, 3 Merek Top Ini Sudah Lebih Dulu Pergi Dari Indonesia

30/10/2019

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Sebelum Chevrolet, 3 Merek Top Ini Sudah Lebih Dulu Pergi Dari Indonesia
Keputusan GM menghentikan penjualan Chevrolet di Indonesia akhir Maret 2020 mendatang jadi kabar 'menyedihkan'. Namun, ini bukan yang pertama karena sebelumnya 3 merek top juga sudah pergi lebih dulu dari Indonesia.

General Motors (GM) secara resmi mengumumkan bakal menghentikan penjualan Chevrolet di Indonesia mulai akhir Maret 2020. Penjualan yang terus menerus menurun serta tekanan persaingan dari merek-merek negara lain jadi alasan kuat merek Eropa ini harus hengkang. Dalam paparannya GM menyatakan pasar Indonesia tidak lagi bisa diharapkan mendatangkan keuntungan berkesinambungan. Meski demikian, sebagai tanggung jawab kepada konsumen yang telah membeli Chevrolet, GM Indonesia tetap memberikan layanan lain seperti garansi, perawatan hingga ketersediaan suku cadang.

“Di Indonesia, kami tidak memiliki segmen pasar otomotif yang dapat memberikan keuntungan bisnis berkesinambungan,” tutur President GM Asia Tenggara Hector Villareal dalam rilis resminya, Senin (28/10/2019).

>>> General Motors Menyerah, Ini Data Penjualan Chevrolet di Indonesia

Keputusan tentu saja 'menyedihkan' mengingat Chevrolet telah memberi warna tersendiri dalam kompetisi industri otomotif di tanah air. Tapi bukan berarti hal tersebut tabu, itu biasa terjadi di industri otomotif global. Di Indonesia, Chevrolet bukan satu-satunya merek yang menghentikan penjualan karena sebelumnya 3 merek top lain melakukan hal yang sama dengan alasan bervariasi.

1. Ford

Tampilan Ford Fiesta Titanium dari arah samping belakang

Ford masih memiliki banyak penggemar di Indonesia

Merek Amerika ini telah mengaspal di Indonesia sejak tahun 2000 di bawah naungan PT Ford Motor Indonesia sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Namun 16 tahun kemudian tepatnya di 2016 Ford memutuskan berhenti. Minimnya penjualan dan tak adanya pabrik perakitan jadi alasan Ford untuk menyerah.

"Di Indonesia, tanpa manufaktur lokal tidak ada jalan sama sekali pabrikan dapat bersaing di pasar itu, dan kami tidak memiliki manufaktur lokal," tutur juru bicara Ford Asia Pasifik yang berbasis di Shanghai, Tiongkok pada waktu itu.

Dari sisi kepopuleran Ford cukup dikenal masyarakat dengan modelnya yang tangguh seperti Everest dan Ranger. Ford juga dikenal dengan beberapa modelnya yang keren seperti Focus, Escape, Fiesta, dan Ecosport. Dari sisi pelayanan Ford memiliki banyak jaringan di berbagai kota besar di Indonesia dengan sumber daya terbaik.

>>> Review All New Ford Fiesta R5 2019, Mobil Reli Kelas R5 Terbaik Di Dunia?

2. Infiniti

Tampilan SUV Infiniti QX80 yang terlihat besar dan gagah

Infiniti berhenti berjualan di Indonesia secara diam-diam

Infiniti, devisi mobil kelas premium di bawah naungan Nissan ini mencoba peruntungan masuk ke pasar Indonesia tahun 2011. Namun secara diam-diam Nissan penjualan Infiniti dihentikan di awal 2018. Pihak Nissan Motor Indonesia tidak pernah menjelaskan secara resmi dan mendetail alasan dihentikannya Infiniti.

"Kita sedang review, jadi untuk sementara dihentikan layanan penjualannya," tutur Head of Communications PT Nissan Motors Indonesia Hana Maharani kepada media pada waktu itu.

>>> Temukan mobil pilihan dengan harga terbaik di sini

Meski demikian, banyak yang memprediksi kalau Infiniti dihentikan karena minimnya penjualan. Mobil terakhir yang dipajang di situs resmi Infiniti dari tahun 2015 hingga 2018 adalah QX80. SUV berdimensi bongsor ini dijual dengan harga Rp 2,599 miliar.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan Infiniti dari tahun 2013 hingga 2018 hanya sebanyak 30 unit dengan rincian:

  • 2013 : 16 unit
  • 2014 : 8 unit
  • 2015 : 5 unit
  • 2016 : 1 unit
  • 2017 : 0 unit
  • 2018 : -

>>> Menerawang Alasan Nissan Berhenti Jualan Infiniti di Indonesia

3. Subaru

Foto sederet mobil Subaru di depan pabean bea dan cukai

Tersangkut hukum, Subaru dibekukan Dirjen Bea dan Cukai

Merek lain yang resmi berhenti yaitu Subaru. Juli 2014 tim audit dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengungkap merek kenamaan asal Jepang ini menyalahgunakan dokumen impor tahun 2013. Disebut dalam dokumen tersebut mobil yang diimpor berpenggerak dua roda (2 wheel drive), tapi pada kenyataannya berpenggerak empat roda (4 wheel drive).

Atas kesalahan ini PT Motor Image Indonesia (MII) selaku distributor Subaru terkena sanksi berat. Selain penjualan dibekukan mulai awal 2015 dan ratusan unit mobil disita, MII juga harus membayar pajak atas aktifitas impor yang dilakukan tahun 2013 sebesar Rp 1,5 triliun.

>>> Tokyo Motor Show 2019: Boyong 7 Mobil, Subaru Levorg Concept Jadi Primadona

Hingga batas akhir waktu yang diberikan kewajiban ini tidak dipenuhi. Dirjen Bea dan Cukai akhirnya melelang sebanyak 169 unit mobil yang disita, terdiri dari di antaranya, Subaru XV 2.0i AWD CVT, Subaru Impreza 4D 2.0i, Subaru Legacy 2.0 I AWD, Subaru Forester 2.0 XT, Subaru Forester 2.5 XT, Subaru Outback 2.5i, Subaru Exiga 2.0I AWD, Subaru Impreza 1.5R, Subaru XV 2.0i AWD, dan Subaru WRX STI 4D 2.5.. Pelelangan dilaksanakan di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bekasi pada 9 Oktober 2019.

Kesimpulan; ada banyak hal yang membuat produsen dan merek yang menghentikan penjualan. Namun dari kasus tiga merek tersebut di atas Chevrolet lebih terhormat dibanding Subaru yang distop karena kasus pelanggaran hukum. Chevrolet, meski harus berhenti masih menunjukkan tanggung jawabnya secara gentle. Chevrolet tetap memberikan layanan purna jual dan garansi, serta memberikan pesangon kepada seluruh karyawan yang terdampak proses transisi hingga seluruhnya beres.

>>> Simak informasi otomotif terupdate lainnya hanya di situs Cintamobil.com

Share this post:
Fatchur Sag
Penulis
Fatchur Sag
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

Berita lain

General Motors Menyerah, Ini Data Penjualan Chevrolet di Indonesia

29/10/2019

Pasar mobil

3 menit

Tidak mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan, General Motors (GM) akhirnya menyerah dan bakal berhenti berjualan di Indonesia mulai akhir Maret 2020. Berapa sebenarnya penjualan Chevrolet yang merupakan satu-satunya merek GM di Indonesia?

Lihat juga

Breaking News: General Motors Hentikan Penjualan Kendaraan di Pasar Domestik Indonesia

28/10/2019

Pasar mobil

3 menit

General Motors (GM) menghentikan penjualan Chevrolet di pasar Indonesia mulai Maret 2020 mendatang. Namun pemilik mobil Chevrolet lama tetap mendapatkan layanan purna jual.

Lihat juga

[Infografik] ‘Konsumen Tak Inginkan Sedan’, 6 Sedan General Motors Ini Jadi Tumbal

03/12/2018

Pasar mobil

Untuk menyesuaikan dengan perubahan pasar dan perencanaan kedepannya, General Motors berencana untuk melakukan pembersihan serta menutup produksi enam mobil mereka sekaligus.

Lihat juga

Tokyo Motor Show 2019: Boyong 7 Mobil, Subaru Levorg Concept Jadi Primadona

23/10/2019

Event - Promosi

5 menit

Hadir meramaikan gelaran Tokyo Motor Show 2019, Subaru melakukan world premier Subaru Levorg Concept, dan membawa total tujuh mobil untuk dipajang di pameran akbar tersebut.

Lihat juga

General Motors Dalam Proses Pengembangan Sistem Perlindungan Pejalan Kaki

22/01/2018

Pasar mobil

Produsen mobil berlomba-lomba menunjukan keseriusannya dalam memberikan rasa aman bagi pengendara. Bukan hanya pengemudi, tapi juga pejalan kaki. General Motors contohnya, juga menciptakan airbag di bagian luar mobil untuk menyelamatkan pejalan kaki dari kecelakaan.

Lihat juga