Salahkah Toyota Mengembangkan Mobil Bertenaga Hidrogen?

07/12/2017

Pasar mobil
Share this post:
Salahkah Toyota Mengembangkan Mobil Bertenaga Hidrogen?
Perkembangan mobil listrik yang semakin meningkat membuat Toyota semakin ketinggalan dengan mobil bertenaga hidrogennya. Mobil dengan kekuatan listrik semakin berkembang dan meninggalkan mobil dengan tenaa bahan bakar minyak dengan persediaan yang semakin menipis.

Contohnya, tiga tahun lalu, Presiden Toyota Akio Toyoda, cucu dari pendiri perusahaan Kiichiro Toyoda, meluncurkan Toyota Mirai. Mirai merupakan mobil sedan empat pintu yang dirancang khusus untuk keluarga dengan mesin hydrogen serta teknologi bahan bakar yang tidak mengeluarkan apa-apa selain panas dan air, maupun gas yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

CEO Toyota Generasi ketiga, Akio Toyoda memakai vest sedang memperkenalkan merek dia

CEO Toyota Generasi ketiga, Akio Toyoda

Masalahnya, mobil tersebut sepertinya tidak terlalu diterima di pasaran, meskipun Toyota mempunyai niat baik di balik pembuatan Mirai: mengurangi emisi gas karbon. Sedan senilai US$ 57,500 (atau Rp. 777 juta) tidak menembus anka penjualan 5.000 unit. Meskipun Toyota sudah melakukan penjualan di Jepang, California dan sebagian Eropa.

Toyota tidak sendiri. Produsen mobil hidrogen lain, seperti Honda Motor Co., Hyundai Motor Co. dan Audi Volkswagen AG telah memfokuskan kembali strategi mobil non-emisi mereka pada mobil listrik.

sebuah mobil Toyota Mirai berwarna biru sedang berkendara di jalan tanjakan

Toyota Mirai, mobil hidrogen Toyota yang Gagal di Pasaran

China, sebagai pasar mobil terbesar di dunia, hampir menambah tempat pengisian daya mobil listrik menjadi dua kali lipat setelah tahun lalu membangun sekitar 215,000 tempat pengisian. Bandingkan dengan tempat pengisian daya untuk mobil hidrogen yang hanya berjumlah 5 buah.

Penampilan mobil hidrogen Mirai asal produsen Toyota, klik video berikut untuk menikmatinya

Kompetisi ini semakin meriah dengan hadirnya Tesla Roadster dengan jarak tempuh 620 mil (atau 998 kilometer), dua kali lebih jauh dibandingkan Mirai buatan Toyota. CEO Tesla, Elon Musk, telah lama meremehkan bahan bakar minyak karena biaya yang dikeluarkan serta kesulitan dalam pembuatannya.

sebuah mobil mewah Tesla Roadster berwarna merah sedang berkendara di jalan umum

Tesla Roadster, pesaing baur dalam mobil listrik

Sebaliknya, produsen mobil listrik bisa lebih mudah mendapatkan keuntungan menyusul penurunan harga baterai lithium-ion sebanyak 73 persen antara 2010 sampai 2016. Hal ini memberikan kesempatan baru bagi miliarder penyedot debu, James Dyson. Bloomberg New Energy Finance melihat mobil listrik sebagai peluang usaha baru.

>>> Klik di sini untuk mengupdate berita baru tentang pasar mobil!

Dilansir dari Bloomberg, Richard Kaye, portfolio manager di Nippon Comgest INC. menjelsakan, “Lebih mudah bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dengan EV (mobil listrik-red), dan lebih mudah bagi pemerintah untuk mempersiapkan infrastrukturnya. Selama beberapa tahun terakhir, mobil listrik telah mendapatkan daya tariknya. Karena itu, mobil listrik jauh lebih dekat untuk menjadi kenyataan.” (28/11/2017)

>>> Klik di sini untuk mengupdate berita mobil terbaru!

Share this post:
 
back to top