Riwayat Museum Mobil di Amerika: Perubahan atau Gulung Tikar

14/05/2018

Pasar mobil
Share this post:
Riwayat Museum Mobil di Amerika: Perubahan atau Gulung Tikar
Museum sepertinya tidak begitu menarik lagi. Bahkan, kehadiran musem di tengah-tengah masyarakat sepertinya sudah mulai dilupakan. Tak terkecuali, dua museum mobil di Amerika akhirnya tutup setelah berjuang melawan perubahan zaman.

Beberapa hari lalu, salah satu museum mobil di Amerika yang sudah memamerkan koleksi mobil selama 40 tahun, Rob William Auto Collection di Linq Hotel & Casino, akhirnya tutup. Penutupan koleksi di Vegas ini sejalan dengan penutupan pameran mobil lainnya, Hudson Auto Museum Collection, di Shipshewana, Indiana.

Gambar yang menunjukan bagian pameran dari museum mobil Hudson Auto Museum Collection

Hudson Auto Museum banyak menampilkan mobil-mobil klasik

Bakan, pada Desember 2016, Walter P. Chrysler Museum di kampus perusahaan Fiat Chrysler di pinggiran Detroit juga telah menghilang dan diubah menjadi ruang kantor. Sebelumnya, Riverside International Automotive Museum yang menjadi penanda sisa terakhir dari balapan di California yang telah lama hilang juga ditutup.

>>> Baca juga Mullin Automotive Museum menghadirkan desain mobil terindah

Kejadian ini menunjukan perubahan cara pandang masyarakat Amerika dalam memperhatikan budaya otomotif. Kebutuhan untuk pergi ke museum tidak seperti dulu. Bepergian lintas negara bagian untuk melihat koleksi otomotif tidak begitu lagi menjadi pengalaman menarik.

Dan akhirnya Shipshewana, kota wisata yang terletak di Amish, negara bagian Indiana, museum Hostetlers’ Hudson Auto Museum yang menampung koleksi senilai $ 4 Juta diperkirakan akan dilikuidasi pada lelang musim panas ini, sebegaimana dijelaskan oleh Bob Shanahan, walikota Shipshewana.

Gambar yang menunjukan museum mobil Rob William Auto Collection di Linq Hotel & Casino

Rob William Auto Collection yang juga gulung tikar

Museum ini dinamai berdasarkan Eldon Hostetler yang mendonasikan mobil, tanah, dan sumbangannya kepada kota tersebut pada 2005 lalu. Tapi dana tersebut tidak cukup untuk menutupi biaya pajak. Kurangnya animo masyarakat membuat museum ini terancam kehilangan lebih dari $ 1.2 Juta atau sekitar Rp. 17 Milyar dalam lima tahun mendatang.

>>> Baca juga berita pasar mobil lainnya disini

Perubahan cara pandang ini membuat museum harus berpikir keras. Petersen Automotive Museum di Museum Mile di pusat kota Los Angeles yang dibuka kembali setelah mendapatkan makeover sebesar $ 125 Juta atau Triliunan rupiah menjadi tempat gemerlap yang didedikasikan untuk film animasi “Cars” dari Pixar, simulator balap Xbox, galeri olahraga motor dan tur virtual untuk iPhone dan iPad.

Gambar yang menunjukan museum mobil bertema Cars dari Pixar bernama Petersen Automotive Museum

Tak lagi memajang mobil klasik, Petersen Auto Museum memajang mobil Pixar

Amerika yang dikenal dengan sejarahnya dalam bidang otomotif ternyata tidak bisa mengubah pergeseran zaman. Untuk museum yang mendapatkan dana tambahan, perubahan bisa dilakukan dengan membuat pameran yang lebih ‘kekinian’. Tapi bagi pameran untuk mobil khusus, seperti Auto Collections di Shipshewana, pertukaran cara pandang ini mau tidak mau harus membuat museum tersebut gulung tikar.

>>> Baca juga berita otomotif lainnya disini

Share this post:
 
back to top