Relaksasi Pajak Mobil Baru Ditolak, Begini Respon Mitsubishi

21/10/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Relaksasi Pajak Mobil Baru Ditolak, Begini Respon Mitsubishi
Menteri Keuangan Sri Mulyani menolak wacana relaksasi pajak mobil baru hingga nol persen. Bagaimana tanggapan agen pemegang merek mobil di Indonesia?

Hilang sudah harapan masyarakat Indonesia untuk bisa membeli mobil baru dengan harga yang lebih murah di kuartal ke-4 tahun ini. Hal itu terjadi mengingat ditolaknya wacana relaksasi pajak nol persen oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. Ditolaknya wacana ini pun ditanggapi oleh banyak kalangan, termasuk juga agen pemegang merek mobil di Indonesia.

>>> Nggak Sampai Rp 4 Juta, Dashcam Mitsubishi Ini Menarik Dimiliki

Mitsubishi Terus Mendukung Setiap Kebijakan Pemerintah

President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Naoya Nakamura menanggapi ditolaknya wacana relaksasi pajak nol persen ini. Pihak Mitsubishi Indonesia mengungkapkan akan tetap mendukung setiap rencana yang dibuat oleh Pemerintah Indonesia.

"Tentu kami mendukung dan berusaha berupaya berjalan beriringan bersama pemerintah, kami yakin keputusan yang diambil pemerintah merupakan sebuah upaya dilakukan untuk memperbaiki perekonomian seperti sekarang ini," kata Nakamura, dalam sebuah press conference peluncuran Edisi Spesial Xpander dan Xpander Cross Selasa (21/10).

"Dan meski relaksasi pajak baru saat ini tidak dikeluarkan, kami percaya pemerintah akan mengambil langkah lain untuk terus membantu sektor industri otomotif yang diharapkan dapat membantu memulihkan industri ini yang memang terdampak pandemi di tahun ini." tutup Nakamura.

>>> Begini Tips Mengemudi Hemat Konsumsi BBM Mitsubishi Xpander

Gambar menunjukan Mitsubshi Xpander

Mitsubshi Xpander Black Edition

Alasan Relaksasi Pajak Mobil Baru Ditolak 

Gambar menunjukan Deretan mobil

Relaksasi pajak nol persen untuk mobil baru bukan satu-satunya jalan keluar

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani mengatakan bahwa ia menolak wacana memberikan pajak mobil baru sebesar nol persen. Keputusan ini dibuat agar tidak memberikan dampak negatif pada kegiatan ekonomi lainnya.

"Kita saat ini tidak mempertimbangkan untuk memberikan pajak mobil baru sebesar nol persen seperti yang disampaikan oleh industri maupun dari Kementerian Perindustrian. Kita akan mencoba untuk memberikan dukungan-dukungan kepada sektor industri secara keseluruhan melalui insentif-insentif yang sudah kita berikan,  kita akan melakukan evaluasi yang sangat lengkap sehingga jangan sampai kita memberikan insentif di satu sisi yang kemudian memberikan dampak negatif pada kegiatan ekonomi yang lain," kata Sri Mulyani berbicara pada Konferensi pers APBN Kita yang disiarkan langsung Youtube Kementerian Keuangan, Senin (19/10/2020).

Relaksasi nol persen pajak mobil baru ini diyakini bukanlah satu-satunya jalan yang bisa membuat penjualan mobil langsung meningkat. Di masa pandemi seperti sekarang, lebih penting untuk mengatasi penyebaran Covid-19 secara cepat. Bila Covid-19 teratasi maka kondisi akan kembali normal demikian juga dengan penjualan mobil.

>>> Temukan informasi mobil menarik lainnya hanya di Cintamobil.com

Share this post:
Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top