Film Dokumenter Michael Schumacher Hadir di Netflix

17/09/2021

Pasar mobil

3 menit

Ia adalah figur dominan dan kontroversial di Formula 1, tetapi film dokumenter ini mengungkap sisi lain dari Michael Schumacher selama menjadi pebalap.

Michael Schumacher memang figur raksasa di dunia motorsport. Sebagai atlet yang dominan, sang juara dunia tujuh kali ini tak lepas dari kontroversi yang menjadi bagian penting dari kisahnya sehingga memicu emosi antara cinta dan benci karena tindakannya di dalam dan di luar lintasan balap.

Jika Anda penggemar atau pun pembenci Michael Schumacher, tidak ada yang bisa menyangkal bahwa Schumi akan selalu dikenang sebagai game changer di Formula 1. Film dokumenter 'Schumacer' yang sudah tayang di Netflix dari 15 September ini adalah pintu bagi penikmat motorsport untuk lebih memahami sang legenda.

>>> Istri Michael Schumacher Beberkan Kondisi Sang Legenda F1

Pertama Kalinya Keluarga Schumacher Terbuka

Berita baik saat dokumenter ini dibuat adalah istri Michael Schumacher, Corinna, akhirnya setuju bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk mendukung dan mengambil bagian dalam film panjang yang menceritakan kisah suaminya dari sudut pandang orang-orang yang paling mengenal dan mencintainya.

Gambar Corinna dan Michael Schumacher

Di film dokumenter Schumacher, Corinna bercerita panjang lebar mengenai sang suami untuk pertama kalinya

Mantan manajer Schumi, Sabine Kehm menggambarkan proyek film dokumenter ini sebagai hadiah dari keluarga untuk suami dan ayah tercinta mereka yang saat ini sedang berjuang untuk terus hidup.

Tentu karena ada keterlibatan keluarganya, dokumenter ini sedikit lebih lembut pada masa-masa kegelapan Schumacher seperti saat mengeluarkan Damon Hill di Adelaide tahun 1994 atau saat ia mencoba dan gagal secara memalukan untuk melakukan hal yang sama kepada Jacques Villeneuve di Jerez pada tahun 1997

Dalam film dokumenter itu, Damon Hill bertanya-tanya apakah dia akan bertindak sama jika perannya dibalik di Australia, Mika Häkkinen juga berbicara secara terbuka tentang balapan melawan Schumacher yang menggiringnya ke luar lintasan dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam di Spa.

Gambar Mika Hakkinen

Mika Hakkinen adalah rival terberat Schumi selama membalap di F1

Ada banyak nama besar lainnya yang ikut berkontribusi untuk memberikan sketsa warna-warni kehidupan Michael Schumacher, termasuk Bernie Ecclestone, Flavio Briatore, mantan rekan setim Ferrari, Eddie Irvine dan pebalap Aston Martin saat ini, Sebastian Vettel yang tumbuh dengan mengidolakan Schumacher.

Tetapi, menurut kami yang paling berkesan adalah semua yang disampaikan dengan hangat, penuh kasih, dan sangat pribadi tentang Schumacher oleh Corinna dan anak-anaknya, Gina dan Mick.

>>> Sebastian Vettel 'Hobi' Punguti Sampah di Sirkuit

Perjalanan Panjang Schumacher Menuju Ketenaran

Video-video arsip mengenai permulaan karier Michael Schumacher sebagai pembalap kart dan mekanik berdedikasi dari pedesaan Kerpen adalah sesuatu yang luar biasa, termasuk video indah saat ia merayakan kemenangan dengan sampanye di podium yang sangat sederhana.

Dokumenter ini juga bisa menangkap suasana keluarga Schumacher saat ia mulai naik daun. Ayah Schumi, Rolf mengingat bahwa pasangan itu pergi untuk makan pizza di akhir pekan debut grand prix petama Schumi di Spa pada tahun 1991.

Gambar Schumacher 1994

Film ini juga menceritakan momen kebangkitan Schumi menjadi juara dunia

Itu adalah kesempatan terakhir bagi Schumacher untuk bisa pergi ke mana saja tanpa dikenali, dan narasinya kemudian menarik kita ke masa kebangkitannya di Benetton dan meraih gelar juara dunia back-to-back pada tahun 1994 dan 1995.

Memang kisah tersebut sudah sering diceritakan, tetapi tak pernah dari sudut pandang Michael Schumacher, dan tentunya ada beberapa momen yang benar-benar mencerahkan.

>>> Formula 1: Drive to Survive Musim Ketiga Rilis di Netflix 19 Maret

Sebuah wawancara dengan sang legenda mengenai kematian Ayrton Senna juga menunjukkan betapa berpengaruhnya ia oleh tragedi itu. Ini menjadi bukti bahwa stigma terhadap Schumacher bak robot yang berhati dingin salah besar.

Kami sangat merekomendasikan film ini kepada para penggemar motorsport, terutama yang sudah mengikuti Formula 1 dari era Schumacher, atau baru mulai mengikutinya hari ini.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top