Red Bull Racing Tetap Pakai Power Unit Honda Sampai 2025

18/02/2021

Pasar mobil

4 menit

Setelah wacana engine freeze disahkan mulai tahun 2022, Red Bull Racing langsung mengakuisisi hak paten PU F1 Honda, dan tetap memakainya sampai musim 2025.

Oktober lalu, Honda mengumumkan akan mengakhiri keterlibatannya di F1 pada akhir 2021. Namun demikian, pabrikan Jepang itu tetap membuka opsi kepada Red Bull Racing dan Scuderia AlphaTauri, dua tim milik Red Bull, untuk tetap memakai power unit (PU) brand Jepang itu setelah 2021.

Untuk memuluskan opsi ini, Red Bull meminta pembekuan regulasi PU, sehingga tetap bisa memakai PU Honda tanpa perlu mendevelop dengan biaya yang sangat besar, atau kembali menjadi tim customer dengan pabrikan lain.

Max Verstappen dan Daniil Kvyat, Honda

PU Honda terbukti cukup kompetitif bagi Red Bull ataupun AlphaTauri

Pada akhirnya, komisi F1 menyetujui wacana engine freeze yang berlaku mulai dari 2022-2024 pekan lalu, sekaligus memberi jalan Red Bull untuk mengakuisisi hak paten PU Honda, dan tetap memakainya di periode tersebut.

>>> Red Bull Pertimbangkan Beli Paten Mesin F1 Honda?

Pakai mesin Honda sampai 2025, siapkan divisi powertrain

Red Bull mengumumkan pada Senin (15/2) bahwa mereka sudah meneken perjanjian akuisisi tersebut, dan memastikan Red Bull Racing serta tim kedua, AlphaTauri, tetap memakai PU Honda, setidaknya sampai regulasi powertrain baru muncul tahun 2025.

Markas Red Bull di Inggris

Red Bull mendirikan divisi powertrain untuk mengurus PU Honda

Red Bull mendirikan Red Bull Powertrains Limited untuk mengurusi proyek ini, dan akan berbagi markas dengan Red Bull Racing di Milton Kenyes.

“Kami sudah membahas hal ini dengan Honda selama beberapa waktu, dan menyusul keputusan FIA untuk menghentikan development PU mulai 2022, setidaknya kami bisa mencapai kesepatakan untuk terus memakai PU hybrid Honda,” ujar Penasihat Red Bull, Helmut Marko, seperti dilansir Motorsport.com.

“Kami berterima kasih kepada Honda atas kolaborasinya dalam hal ini, dan membantu memastikan Red Bull Racing serta Scuderia AlphaTauri tetap memiliki PU yang kompetitif.

“Pembentukan Red Bull Powertrains Limited adalah sebuah langkah tegas dari Red Bull, namun kami melakukannya setelah pertimbangan secara hati-hati dan seksama.

"Kami sadar soal komitmen besar yang dibutuhkan [dalam proyek ini], tapi kami yakin berdirinya perusahaan ini adalah opsi terbaik untuk kedua tim dalam soal kompetisi.”

>>> Gabung DTM, Red Bull Siapkan Ferrari 488 GT3 EVO Untuk Alex Albon

Siap jadi pabrikan penuh?

Keputusan untuk mendirikan divisi powertrain sendiri juga memunculkan opsi bahwa mereka bisa membangun mesin baru Red Bull mulai siklus regulasi powertrain selanjutnya tahun 2025, yang disebut Marko sebagai opsi.

Power unit Honda Red Bull

Bukan tidak mungkin, Red Bull akan menjadi tim pabrikan penuh di 2025

“Kami cukup kecewa saat Honda memutuskan untuk meninggalkan F1 sebagai pabrikan, mengingat kolaborasi kami langsung membuahkan hasil. Namun, kami berterima kasih atas dukungan mereka memfasilitasi perjanjian baru ini,” tambah Team Principal Christian Horner.

“Honda telah berivestasi secara signifikan dalam teknologi hybrid untuk memastikan pasokan PU yang kompetitif untuk kedua tim. Saat ini, kami memulai perkejaan untuk menambah divisi power unit, dan mengintegrasi fasilitas dan personel baru ke dalam Technology Campus.

“Sementara itu, kami sepenuhnya fokus untuk mencapai hasil terbaik di tahun yang menjadi musim terakhir Honda sebagai pemasok PU resmi.”

>>> Berita otomotif terbaru dan terlengkap bisa Anda simak di sini

Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.

 
back to top