Punya Modal Besar, PLN Bakal Produksi Baterai Kendaraan Listrik

06/12/2019

Pasar mobil

3 menit

Punya Modal Besar, PLN Bakal Produksi Baterai Kendaraan Listrik
PLN siap mengambil manfaat besar dari program elektrifikasi kendaraan bermotor di Indonesia. Bukan sekadar menyediakan charging station, tapi juga ingin mengusai produksi baterai kendaraan listrik. Modalnya?

Elektrifikasi kendaraan bermotor di Indonesia tak hanya menjadi pekerjaan besar buat PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) / PLN dalam penyediaan infrastruktur, tapi juga menjadi peluang besar untuk mendapatkan lebih dari sisi komersial. Untuk infrastruktur, PLN telah menghadirkan charging Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di beberapa titik wilayah Indonesia dan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang jumlahnya sudah mencapai ribuan unit.

Foto salah satu stasiun pengisian listri umum milik PLN

PLN bangun ribuan SPLU dan SPKLU di seluruh Indonesia

>>> Dukung Program Kendaraan Listrik, Bandara Bakal Sediakan SPKLU

SPKLU punya daya lebih besar, digunakan khusus untuk pengisian daya kendaraan listrik. Sedangkan SPLU memiliki daya lebih kecil antara 5,5 kVA hingga 22 kVA sehingga bisa digunakan juga untuk kebutuhan listrik yang lain seperti pedagang kaki lima, pasar, dan fasilitas umum yang lain.

Untuk peluang lain yang lebih besar, PLN berencana memproduksi baterai kendaraan listrik berteknologi canggih dan modern, serta berbeda dari sudah ada di pasaran saat ini. Hal tersebut disampaikan Vice President of Technology Development and Standarization PLN, Zainal Arifin di sela-sela diskusi bertajuk Economic Outlook: Kesiapan Industri Otomotif Menuju Era 4.0", yang digelar oleh IDX Channel, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/12/2019).  

"Kami belum bisa publish, karena masih ada negosiasi dengan para pemilik patennya," kata Zainal. "Kami harus mengambil diferensiasi, mengambil teknologi yang belum banyak dieksplorasi, dan itu ada" tambahnya.

Rencana PLN memproduksi baterai sendiri bukan tanpa alasan. Pertama dari sisi kebutuhan, baterai adalah komponen paling vital bagi kendaraan listrik, apapun jenisnya. Kedua dari sisi manufaktur, belum banyak yang memproduksi baterai listrik. Tercatat hanya beberapa perusahaan yang serius di bidang ini, diantaranya A123Systems, E-One Moli, Panasonic, LG Chemical, dan BYD. Bahkan produsen terbesar mobil listrik yaitu Tesla belum memiliki pabrik sendiri dan masih mengandalkan baterai buatan Panasonic.

>>> Review Tesla Model 3 2019, Mobil Listrik Paling Laris di Dunia

Ketiga dari sisi sumber daya. Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah untuk bahan baku baterai, seperti nikel dan kobalt. Tidak seperti pabrikan lain yang harus mendatangkan bahan baku tersebut dari negara lain.

Foto Indonesia Morowali Industrial Park, pabrik pengolahan nikel di Morowali Sulawesi Tengah

Indonesia Morowali Industrial Park, pabrik pengolahan nikel untuk bahan baku baterai kendaraan listrik

>>> Klik di sini untuk menyimak berita mobil terupdate lainnya

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top