Di Indonesia Loyo, Proton Bangun Pabrik di Pakistan

18/04/2021

Pasar mobil

3 menit

Proton akan memulai operasi perakitan di Pakistan pada kuartal ketiga tahun ini. Pabrik Proton tersebut akan bermitra dengan mitra lokal Al-Haj Automotive.

Proton telah mengumumkan bahwa kapasitas produksinya di Pakistan akan dimulai akhir tahun ini. Pabrik Proton itu akan melibatkan mitra lokal Al-Haj Automotive untuk memulai operasi perakitan lokal di pabrik barunya di Karachi pada kuartal ketiga tahun 2021.

>>> Beda dengan di Indonesia, Proton Laku Keras di Pakistan Indennya 9 Bulan!

Gambar menunjukan logo Proton

Proton berekspansi hingga ke Pakistan

Ciptakan Hingga 2.000 Lapangan Kerja

Pabrik tersebut telah diatur agar dapat memproduksi mobil sebanyak 25.000 unit per tahun. Pada tahun 2019, produsen mobil asal Malaysia itu telah mengumumkan bahwa pabrik barunya di Pakistan itu akan beroperasi sebelum akhir tahun 2020, dengan investasi awal sebesar USD 30 juta (sekitar Rp 429.7 miliar) bersama hadirnya sekitar 2.000 kesempatan tenaga kerja lokal dalam tiga tahun pertama beroperasinya pabrik tersebut.

Komisaris Tinggi Malaysia untuk Pakistan Ikram Mohammad Ibrahim mengatakan bahwa perjanjian telah ditandatangani oleh Proton dan mitra lokalnya, Alhaj Automotive sejak tahun lalu. Perjanjian keduanya akan berfokus pada berdirinya pabrik Proton bersama Alhaj Automotive.

“Proton merasa potensi mobilnya di Pakistan sangat besar,yang menyebabkan kemitraannya dengan Alhaj Automotive untuk mendirikan pabrik perakitan di dekat Karachi di provinsi Sindh. Ini penting karena ini akan menjadi pabrik perakitan pertama Proton di Asia Selatan karena populasi Pakistan 210 juta penduduk." kata Mohammad Ibrahim kepada media lokal setempat Malaysiakini.

>>> Proton Iriz R5, Inspirasi Modifikasi Rally Look Buat Citycar Nih!

Gambar menunjukan Proton XC70

Tampilan Proton X70

Proton X70 Akan Dirakit CKD di Pakistan 

Berdasarkan perjanjian yang telah ditandatangani pada 2019 silam, penjualan awal kendaraan Proton di Pakistan akan dimulai melalui unit CBU dari Malaysia sebelum produksi lokal mengambil alih. 

Perusahaan asal Malaysia itu telah memperkenalkan Proton X70 di Pakistan sebagai model CBU Desember lalu, dan SUV tersebut akan dirakit secara lokal setelah fasilitas produksi pabrik Proton tersebut berjalan. Tak hanya itu saja, Proton juga telah meningkatkan aktivitasnya di Pakistan. Awal bulan ini, Proton telah meluncurkan sedan Saga di Pakistan dengan lima varian termasuk Saga R3 edisi terbatas. 

Penjualan Proton di Pakistan justru berbanding terbalik dengan di Indonesia. Di Indonesia, dalam tiga tahun terakhir nama Proton cenderung meredup. Peluncuran mobil pun harus tertunda. Usut punya usut hal ini berkaitan dengan pembelian saham Proton oleh Geely. Namun kabarnya Proton siap ngegas lagi di Indonesia. Patut ditunggu!

>>> Review Proton Saga 2019: Inilah Sosok Sedan Termurah Se-Asia Tenggara

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top