Progres Seksi 1 dan 5 Tol Balikpapan-Samarinda Capai 99 Persen

27/01/2021

Pasar mobil

3 menit

Progres Seksi 1 dan 5 Tol Balikpapan-Samarinda Capai 99 Persen
Progres Seksi 1 dan 5 jalan Tol Balikpapan-Samarinda sudah lebih dari 99,9%. Jasa Marga menargetkan selesai dan beroperasi pertengahan 2021

Pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda berada di tahap akhir. Khususnya Seksi 1 Balikpapan (Km 13)-Samboja sepanjang 22,03 Km dan Seksi 5 Sepinggan-Balikpapan (Km 13) 11,09 Km, progres keduanya telah mencapai lebih dari 99,9%.

PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda (JBS), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) selaku pengelola melaporkan kedua jalan tol tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Adapun progresnya secara rinci; hingga 22 Januari 2021 proses pembebasan lahan telah mencapai 99,97%. Sedangkan untuk konstruksi sudah mencapai 99,93%.

“Saat ini, sisa pekerjaan berupa perbaikan penurunan badan jalan di Sta 2+600 Seksi 5, perbaikan tanah dasar panel 2 dan 3 Seksi 1, dan perkuatan timbunan abutment box traffic di Sta 22+050. Saat ini, kami terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah terkait percepatan penyelesaian Seksi 1 dan Seksi 5 karena berkaitan dengan pekerjaan konstruksi yang masuk dalam lingkup Pemerintah," jelas Direktur Utama PT JBS S.T.H Saragi, seperti dirilis Jasa Marga, (25/1/2020).

Selesai sebelum akhir tahun

Dengan progres yang mendekati 100% JBS menargetkan keduanya selesai sebelum akhir tahun. Keduanya bakal melengkapi 3 seksi lain, yaitu Seksi 1, 2, dan 3 yang sudah beroperasi sejak Desember 2019.

>>> Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Diresmikan, Ibu Kota Baru Punya Tol Pertama

Foto menunjukkan saat Pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda

Pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda mendekati selesai

“Kami optimis menargetkan pengoperasian kedua seksi terakhir ini pada pertengahan tahun 2021. Untuk Seksi 1, ditargetkan pada akhir triwulan 2 2021, sementara Seksi 5 pada awal triwulan 3 2021. Mengenai rencana pengoperasiannya, tentu saja kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Badan Pengatur Jalan Tol dan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” tambahnya.

Tol Balikpapan-Samarinda

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda merupakan tol pertama di Pulau Kalimantan. Panjangnya mencapai 99,99 Km yang dibagi menjadi lima seksi, yaitu:

  • Seksi 5 ruas Sepinggan-Balikpapan (KM 13) sepanjang 11,09 km,
  • Seksi 1 ruas Balikpapan (KM 13)–Samboja sepanjang 22,03 km,
  • Seksi 2 ruas Samboja–Muara Jawa sepanjang 30,98 km,
  • Seksi 3 Muara Jawa–Palaran sepanjang 17,30 km) dan
  • Seksi 4 Palaran – Samarinda sepanjang 16,59 km.

Seksi 2, 3, dan 4 dari Samboja hingga Samarinda (58,7 Km) diresmikan Presiden Joko Widodo pada 17 Desember 2019. Ketiganya lantas dioperasikan secara gratis selama kurang lebih 6 bulan. Dan mulai 14 Juni 2020 pukul 00.00 WITA tarif resmi diberlakukan.

Adapun tarifnya yang termurah sebesar Rp75.500, yaitu kendaraan Golongan I yang masuk melalui Gerbang Tol Samboja menuju Gerbang Tol Simpang Pasir atau sebaliknya. Sedangkan yang termahal Rp167.500, yaitu kendaraan Golongan IV dan V yang masuk melalui Gerbang Tol Samboja menuju Gerbang Tol Simpang Jembatan Mahkota 2 atau sebaliknya.

Keberadaan Tol Balikpapan-Samarinda membuat waktu perjalanan semakin singkat. Jika sebelumnya untuk perjalanan menuju Samboja hingga Simpang Jembatan Mahkota 2 (Samarinda) membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam, dengan terhubungnya adanya jalan tol waktu perjalanan menjadi hanya sekitar 1-1,5 jam.

>>> Tinggal di Kota Balikpapan, temukan mobil impianmu di sini!

Gambar Denah Rest Area Tol Balikpapan-Samarinda

Ada Jalan Tol, jarak tempuh Balikpapan ke Samarinda atau sebaliknya bisa lebih singkat

Untuk mendukung kenyamanan, jalan Tol Balikpapan-Samarinda dilengkapi dengan dua rest area tipe A yang dikelola PT Jasamarga Related Business (JMRB). Lokasinya di Km 37 arah Balikpapan dan Km 36 arah Samarinda. Keduanya telah selesai dibangun, namun bakal terus dikembangkan.

“Saat ini, telah terbangun masjid dan toilet di rest area kedua arah yang dapat digunakan pengguna jalan. Secara bertahap, kedua rest area ini akan terus dikembangkan. Hal ini karena sesuai dengan rencananya, kedua rest area adalah tipe A di mana akan tersedia Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Selain itu, kami juga akan mendorong pengembangan tenant-tenant makanan dan lainnya yang dapat memfasilitasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” tutup Saragi.

>>> Simak terus berita mobil terlengkap dan terupdate hanya di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top