Profesor Ekonomi di Inggris Menyarankan Pengemudi Membayar Sebanyak Jam Pemakaian Jalan

15/02/2018

Pasar mobil
Profesor Ekonomi di Inggris Menyarankan Pengemudi Membayar Sebanyak Jam Pemakaian Jalan
Tingginya angka kemacetan di beberapa wilayah, termasuk daerah perkotaan membuat para ahli mencoba menyelesaikan masalah kemacetan ini. Bahkan, seorang professor di Inggris mengajukan sistem baru yang membuat pengemudi membayar sebanyak waktu yang mereka habiskan di jalan.

Sebagaimana kota-kota besar lainnya, kota-kota besar di Inggris seperti London dan Manchester mempunyai jalanan yang padat. Dalam sebuah penelitian menegaskan, pengendara di Inggris menghabiskan lebih dari satu hari dalam kehidupan mereka setiap tahun terjebak dalam masalah kemacetan di jalanan.

Gambar yang menunjukan kemacetan yang terjadi di Inggris

Kemacetan yang terjadi di London

Menurut hasil survey tersebut, rata-rata pengendara di Inggris menghabiskan 31 jam per tahun terjebak dalam kemacetan. Jika dibandingkan dengan Indonesia, mungkin pengendara mobil di Jakarta bisa mendapatkan angka rata-rata yang sama atau lebih besar mengingat tingginya angka kemacetan di Jakarta.

>>> Baca juga Bus listrik diperkirakan akan menjadi solusi kemacetan

Yang lebih buruk lagi, kemacetan dan antrian lalu lintas membuat pengendara mobil menghabiskan rata-rata Rp. 20 Juta setiap tahun untuk waktu yang terbuang percuma dan bahan bakar yang habis untuk menunggu.

Ahli ekonomi dari University of Kent, Profesor Roger Vickerman, mengajukan sebuah solusi yang bertujuan untuk mengatasi masalah ini. Profesor tersebut menyarankan agar sistem baru diperkenalkan dengan membebani pengendara mobil, atau motor, berdasarkan banyak waktu yang mereka habiskan di jalanan.

Gambar yang menunjukan seorang pengemudi sedang memeriksa jam tangan ketika sedang berkendara

Pengemudi akan dikenakan bayaran sebanyak waktu mereka di jalan

Inti dari sistem ini adalah memberikan biaya atau sejenis pajak kepada pengemudi. Biaya ini akan bervariasi berdasarkan berapa jam mereka menggunakan jalanan. Misalnya, mengemudi di jam sibuk akan menghasilkan pinalti yang lebih banyak dibandingkan ketika berkendara pada waktu biasa.

Profesor Vickerman mengatakan, “Sekali lagi kemacetan jalan telah menjadi berita utama dengan sebuah laporan bahwa pengemudi dari Inggris menghabiska rata-rata 31 jam setahun dalam kemacetan lalu lintas. Yang dibutuhkan adalah sistem pengisian jalan nasional dengan menggunakan harga jalan.”

>>> Baca juga berita pasar mobil lainnya disini

Dalam sarannya, Profesor Vickerman mengusulkan untuk mengenakan biaya lebih banyak kepada pengemudi kendaraan bermotor dan memberikan tarif yang lebih rendah kepada orang-orang yang berada di daerah pedesaan.

Gambar yang menunjukan kemacetan parah yang terjadi di Indonesia

Solusi kemacetan perlu diperhatikan, khususnya di Indonesia

“Salah satu solusi [untuk kemacetan] adalah menggunakan harga sebagai alat alokasi, begitulah cara kita mengenakan biaya untuk alternatif seperti bus, kereta api, atau [melalui perjalanan] udara.” tutupnya.

Jika kebijakan ini dilakukan bisa jadi tidak ada lagi pengemudi yang ingin mengemudi ketika jalanan sedang ramai. Tentu saja, jika tidak ingin kehilangan uang karena terlalu lama di jalanan. Lebih baik mengunakan transportasi umum atau menunggu jalanan tidak terlalu padat, benar kan?

>>> Baca juga berita otomotif lainnya disini

 
back to top