Tesla Didenda Rp 209 Miliaran Atas Daur Ulang Baterai

06/05/2021

Pasar mobil

2 menit

Share this post:
Perusahaan Tesla mendapatkan kasus baru yaitu kasus daur ulang baterai setelah sebelumnya kasus Gigafactory.

Pada akhir bulan April kemarin, produsen mobil listrik Tesla mendapatkan pemberitahuan dari Badan Perlindungan Lingkungan tentang kegagalan mereka dalam kepatuhannya atas dasar standar emisi untuk pelapisan permukaan pada kendaraan yang tidak sesuai.

Tesla juga sudah mengungkapkan pemberitahuan Environmental Protection Agency (EPA) dalam pengajuan kuater pertama yang mengatakan bahwa pihak Tesla sudah menanggapi semua permintaan informasi dari Environmental Protection Agency (EPA). Namun pihak Tesla membantah tuduhan yang menyebutkan bahwa standar emisi mereka tidak sesuai  dan mereka tidak berharap mempunyai dampak material yang merugikan pada bisnisnya.

Denda Hingga 14,5 Juta USD

Sementara itu Badan Lingkungan Jerman UBA juga sudah mengeluarkan denda kepada anak perusahaan Tesla di Jerman terhadap kasus pengambilan kembali dan daur ulang baterai sebesar 12 juta euro (14,5 juta USD) atau jika dirupiahkan setara dengan Rp 209 miliar (Kurs EUR 1 = Rp 17.499).

>>> Modifikasi Tesla Model Y, Tampil Atraktif Dengan Velg Vossen

mobil listrik tesla yang cukup diminati banyak kalangan

Mobil listriknya cukup diminati banyak kalangan

Tetapi pada pengajuan kuater pertama, pihak Tesla mengatakan jika pihaknya terus mengambil kembali paket baterai dan sudah menolak keputusan agensi Jerman, dengan begitu jumlah akhir hukuman kasus ini masih belum diputuskan.

Ada Masalah Lain

Ternyata, kasus daur ulang baterai bukan satu-satunya masalah yang dihadapi oleh Tesla di Jerman. Karena dari kabar yang beredar, produsen mobil listrik tersebut mungkin akan menghadapi lebih banyak denda lagi dari pemerintah Jerman. Dalam pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh pihak berwenang di pabrik Berlin Gigafactory, Kementerian Lingkungan Brandenburg menemukan jika pipa yang digunakan oleh Tesla tidak cocok untuk air limbah industri, sehingga bisa mengancam air minum di kawasan tersebut.

Kritikan Elon Musk

Sementara itu bos mobil, Elon Musk, baru-baru ini mengkritik birokrasi pemerintah Jerman dengan menuduh jika pemerintah Jerman tidak memahami urgensi perusahaannya dalam memerangi perubahan iklim.

elon musk, bos tesla

Elon Musk, bos Tesla yang pernah menjadi manusia terkaya di dunia

Selain itu sebuah laporan menunjukkan bahwa Gigafactory Jerman tidak dapat memenuhi tenggat waktu yang diberikan karena sebelumnya Gigafactory Jerman ditargetkan selesai pada musim panas ini.

Menjadi brand mobil listrik terbesar bukan berarti perusahaan ini berjalan baik-baik saja. karena selain kasus Gigafactory yang ada di Jerman, kasus daur ulang baterai ini juga menjadi salah satu kasus yang cukup mengejutkan banyak orang.

>>> Polisi Pakai Tesla Model 3 Buat Patroli

Menyukai dunia menulis di bangku SMP hingga serius menggeluti dunia SEO sejak tahun 2011. Penggemar berat FC Barcelona, konser musik, dan eksplorasi alam, kini menulis SEO di Cintamobil.com sejak Maret 2021.
 
back to top