Produsen Mobil Jerman Mengkonfirmasi Menggunakan Monyet untuk Penelitian Pengujian Asap Diesel

06/02/2018

Pasar mobil
Produsen Mobil Jerman Mengkonfirmasi Menggunakan Monyet untuk Penelitian Pengujian Asap Diesel
Pembuat mobil Jerman telah mengkonfirmasi bahwa periset yang mereka tunjuk menggunakan monyet untuk menguji efek kesehatan dari menghirup asap diesel. Volkswagen, BMW, dan Daimler, pemilik Mercedes, telah mendanai sebuah studi dimana kera yang dikurung untuk menghirup asap diesel.

Surat kabar The New York Times pertama kali melaporkan penelitian tersebut minggu lalu. Tes tersebut juga disebutkan dalam episode pertama dari serial dokumenter milik Netflix yang berjudul “Dirty Money”.

Menariknya, studi ini merupakan bagian dari usaha produsen mobil untuk membuktikan bahwa mesin diesel baru lebih bersih dibandingkan pendahulunya. Kendaraan uji sedikit dicurangi untuk mengurangi emisi, yang merupakan skandal yang jauh lebih besar yang nantinya akan membuat Volkswagen merugi puluhan miliar.

Gambar yang memperlihatkan logo Volkswagen pada sebuah mobil

Penelitian ini berkaitan dengan kecurangan emisi Volkswagen

Volkswagen mengatakan bahwa pengujian ditugaskan oleh European Research Group untuk Lingkungan dan Kesehatan di Sektor Transportasi (EUGT), sebuah lembaga yang didirikan oleh tiga pembuat mobil dan pemasok suku cadang Bosch. Pengujian dilakukan oleh Lovelece Resporatory Research Institute, yang berbasis di Albuquerque, New Mexico.

>>> Baca juga review BMW X5 dengan segudang kemewahan

Hans Dieter Pötsch, ketua dewan pengawas Volkswagen, mengatakan bahwa dia akan “melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk memastikan bahwa masalah ini diselidiki secara rinci.” Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa akan menindak, bahwa siapapun yang bertanggung jawab atas penelitian ini harus menanggung semua akibat perbuatannya.

Gambar yang memperlihatkan knalpot mobil yang berwarna coklat

Penelitian menggunakan monyet untuk menghirup asap diesel

Daimler bahkan mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa pihaknya telah meluncurkan sebuah investigasi untuk menyelidiki masalah ini. Dalam pernyataannya, mereka menegaskan, “Kami terkejut dengan sifat dan tingkat studi serta implementasinya. Kami mengutuk eksperimen ini dengan cara yang paling kuat.”

>>> Baca juga berita pasar otomotif lainnya disini

Pemerintah Jerman turut mengecam tes tersebut. Juru bicara Kanselir Jerman, Steffen Seibert, mengatakan, “Tes ini… sama sekali tidak dapat dibenarkan dan mereka mengajukan banyak pertanyaan kritis tentang siapapun yang berada di balik penelitian ini.”

Gambar yang menunjukan logo BMW, Daimler dan Volkswagen dengan latar bendera Jerman

Tiga produsen mobil Jerman yang terlibat

Jerman memang memiliki peraturan yang ketat terhadap pengujian hewan di Eropa. Menurut Kementrian Makanan dan Pertanian Jerman, negara tersebut telah menerapkan “larangan total penggunaan kera sebagai hewan laboratorium.”

Namun, peraturan yang lebih lunak diterapkan di Amerika Serikat, dimana menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, puluhan ribu primata digunakan dalam eksperimen setiap tahun.

Namun, Lovelace Respiratory Research Institute mengkonfirmasi pada hari Senin kemarin (29/1) bahwa mereka melakukan penelitian tersebut, namun mengatakan tidak akan mempublikasikannya karena penelitian tersebut telah dikompromikan oleh kecurangan emisi yang dilakukan Volkswagen beberapa waktu yang lalu.

>>> Baca juga berita otomotif lainnya disini

 
back to top