10.000 Unit Mobil BMW Jadi Korban Krisis Chip Semikonduktor

26/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Sebanyak 10.000 unit mobil BMW Group saat ini produksinya terganggu karena kekurangan chip semikonduktor. Krisis ini dialami juga oleh produsen mobil lainnya.

BMW Group telah mengungkapkan bahwa hampir semua kinerja pabrik manufakturnya di Jerman dipengaruhi oleh kekurangan chip semikonduktor. Akibat masalah ini produsen mobil mewah asal Jerman ini kesulitan menyelesaikan produksi 10.000 mobil BMW.

>>> Produksi Mobil di Indonesia Terganggu Kelangkaan Chip Semikonduktor?

Gambar menunjukan Produksi mobil BMW

Chip semikonduktor masih menghantui produksi mobil dunia

BMW Group Belum Bisa Atasi Kekurangan Chip Semikonduktor

Awal bulan ini, anggota dewan produksi BMW Milan Nedeljkovic mengatakan bahwa kekurangan lebih lanjut tetap ada kemungkinan, dan bahwa pasokan semikonduktor saat ini berada pada tahap yang sangat kritis.

Terlepas dari kekurangannya chip, grup ini membukukan rekor penjualan pada semester pertama 2021. Tak tanggung-tanggung seluruh brand dibawah BMW Group berhasil berkontribusi atas capaian tertinggi sepanjang perusahaan ini berdiri.

Sebanyak 1,339,080 kendaraan dari mobil BMW, MINI dan Rolls-Royce telah dikirimkan ke pelanggan pada 6 bulan pertama 2021, mengindikasikan jumlah penjualan yang naik hingga 39,1% untuk BMW Group Global (BMW AG). Seluruh brand dibawah BMW Group mendapatkan hasil yang sangat positif di 6 bulan pertama 2021 ini di seluruh dunia. Jika dibandingkan hasil penjualan semester pertama 2021 dengan 2019 terdapat kenaikan sebesar +7,1%.

>>> Kelangkaan Chip Paksa Pabrikan Mobil Dunia Pangkas Fitur Canggih

Gambar menunjukan Produksi mobil

Produsen mobil lainnya juga ikut terdampak

Krisis Dialami Juga oleh Produsen Mobil Lainnya

Sementara itu, selain produksi mobil BMW yang terganggu, Jaguar Land Rover baru-baru ini juga mengatakan bahwa krisis chip saat ini sangat dinamis dan sulit diprediksi dan memperkirakan situasi yang menantang akan tetap terjadi hingga 2022. Produsen mobil asal Inggris itu memperkirakan pengiriman kuartal kedua 2021 menjadi lebih buruk dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sedangkan pembuat mobil lain seperti Renault, Nissan, Hyundai dan Volkswagen juga memperingatkan persediaan yang menyusut karena krisis pasokan, yang dimulai Desember lalu ketika permintaan perangkat komputasi pribadi meroket di tengah pandemi. Kebakaran pabrik di pabrik besar di Jepang, cuaca dingin yang tidak biasa di AS, dan kekeringan yang berkepanjangan di Taiwan semakin memperburuk krisis. Sejauh ini, para analis mengatakan kekurangan tersebut telah menyebabkan jutaan kendaraan dipangkas dari jalur produksi di seluruh dunia. 

>>> Merawat dan Menjaga Kebersihan Mobil dari Rumah

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top