Preview Le Mans 24 Jam 2019: LMP1

13/06/2019

Pasar mobil

15 menit

Share this post:
Preview Le Mans 24 Jam 2019: LMP1
Ajang balap ketahanan paling bergengsi, Le Mans 24 jam, akan bergulir akhir pekan ini, dan menutup superseason World Endurance Championship 2019-2020. Lalu, bagaimana peta persaingan di kategori tertinggi, yakni LMP1?

Kontestan Le Mans 24 jam 2019 kategori LMP1 menyusut dari 10 menjadi delapan, hal ini dikarenakan mundurnya Ginetta setelah dua ronde awal superseason 2018-2019. Toyota dengan TS050 Hybrid kembali menjadi unggulan, dan berpeluang besar menutup dominasi sepanjang musim 2018-2019 dengan merajai balapan ketahanan paling bergengsi ini selama dua tahun beruntun.

Toyota TS050 melintasi garis finis Le Mans 24 jam 2018

Toyota masih jadi unggulan untuk gelaran Le Mans 24 jam tahun ini

Memang, beberapa tim privatir berpotensi menggangu Fernando Alonso cs, dan jadi kuda hitam pada gelaran ini. Namun, secara realistis Toyota akan melenggang mulus jika tidak ada masalah berarti pada kedua TS050 mereka selama 24 jam gelaran Le Mans.

>>> DragonSpeed gunakan livery ikonik untuk gelaran Le Mans 24 jam 2019, seperti apa tampilannya?

Untuk lebih jelasnya, simak preview Le Mans 24 jam 2019 untuk kategori LMP1 yang telah disusun oleh redaksi Cintamobil.com:

Rebellion Racing

Mobil Rebellion Racing sedang diperiksa jelang Le Mans 2019

Rebellion punya sejarah apik di Le Mans 24 jam

#1 | R-13 Gibson | Neel Jani, Andre Lotterer, & Bruno Senna | Catatan waktu tes: 3 menit 21,323 (posisi ketiga LMP1)

#3 | R-13 Gibson | Nathanael Berthon, Thomas Laurent & Gustavo Menezes | Catatan waktu tes: 3 menit 22,194 (posisi kelima LMP1)

Salah satu unggulan LMP1 non-hybrid, Rebellion punya sejarah apik di Le Mans 24 jam. Musim lalu, tim dengan paspor Swiss ini finis di posisi ketiga dan keempat. Dengan sedikit upgrade pada Gibson GL 458, rasanya tim ini berpotensi kembali menebar ancaman untuk Toyota.

Sama seperti tahun lalu, mobil #1 diisi oleh tiga mantan juara Le Mans 24 Jam, Nell Jani dan Andre Lotterer, serta pembalap berpengalaman asal Brazil, Bruno Senna.

Sementara itu, mobil #3 diisi oleh line-up yang lebih segar, dengan Nathanael Berthon, 29 tahun, menjadi pembalap paling senior. Dua rekan satu timnya, Gustavo Menezes (24 tahun), dan Thomas Laurent (21 tahun) terhitung masih sangat muda, namun keduanya punya jam terbang tinggi dengan memenangi Le Mans 24 jam di kelas LMP2.

>>> Berita pasar mobil terbaru hanya ada di Cintamobil.com

Bykolles Racing Team

Mobil ENSO CLM P1/01 Gibson milik Bykolles Racing Team

Bykolles membawa sasis Gibson yang telah dioptimalisasi

#4 | ENSO CLM P1/01 Gibson | Tom Dillmann, Paolo Ruberti & Oliver Webb | Catatan waktu tes: 3 menit 26,991 (posisi kedelapan LMP1)

Untuk Le Mans 24 jam 2019, Bykolles membawa sasis Gibson yang telah dioptimalisasi dan menempati posisi kedelapan tes. Namun, apakah itu cukup?

Jika melihat line-up yang diturunkan tim, ketiga pembalap Bykolles bukanlah pembalap sembarangan. Ketiganya kencang dan memiliki pengalaman, sekalipun Paolo Ruberti, pembalap GT kondang yang baru pertama kali menjajal mobil LMP.

>>> Temukan mobil idaman dengan kondisi dan harga terbaik di sini

Toyota Gazoo Racing

Fernando Alonso dan Sebastien Buemi merayakan kemeangan Le Mans 24 jam 2018

Toyota mendominasi jalannya Superseason perdana

#7 | TS050 Hybrid | Mike Conway, Kamui Kobayashi & Jose Maria Lopez | Catatan waktu tes: 3 menit 20,249 (posisi kedua LMP1)

#8 | TS050 Hybrid | Fernando Alonso, Sebastien Buemi & Kazuki Nakajima | Catatan waktu tes: 3 menit 19,440 (posisi pertama LMP1)

Sang juara bertahan, dan kembali jadi favorit untuk menggondol trofi Le Mans 24 jam. Toyota mendominasi jalannya Superseason perdana, dan kedua mobilnya masih bersaing demi titel juara dunia WEC 2019-2020.

Bermodalkan TS050 Hybrid, mobil paling canggih di line-up Le Mans 2019, Toyota memiliki keunggulan mencolok dibanding rival LMP1-nya dari segi kecepatan. Bukan hanya super kencang, TS050 juga memiliki ketahanan luar biasa. Tentu, ini tidak lepas dari kerja keras tim dalam mengembangkan mobil LMP1 Hybrid selama lebih dari lima tahun terakhir.

Jika mengacu pada EoT (Equivalent of Technology) yang disiapkan FIA dan ACO, Toyota juga mengembalikan keunggulan mereka untuk fuel stint. Oleh karena itu, kami menyimpulkan TS050 tak hanya kencang dan tangguh, namun juga memiliki efisiensi bahan bakar luar biasa.

>>> Simak berita motorsport lainnya di sini

Beralih ke line-up pembalap, saat ini mobil #8 yang dikemudikan Fernando Alonso, Sebastien Buemi, dan Kazuki Nakajima dengan 160 poin. Unggul 31 poin atas rival terdekatnya, #7 yang digawangi Mike Conway, Kamui Kobayashi, dan Jose Maria Lopez.

Dengan 38 poin maksimal yang diperebutkan akhir pekan ini, #7 tak punya opsi lain kecuali menang, sembari berharap #8 finis di luar tujuh besar untuk merebut gelar juara dunia WEC di saat-saat akhir.

DragonSpeed

Livery Gulf Oil milik DragonSpeed, Le Mans 24 jam 2019

DragonSpeed tiba di Le Mans dengan moral tinggi

#10 | BR1 Gibson | Ben Hanley, Hendrik Hedman & Regner van der Zende | Catatan waktu tes: 3 menit 25,211 (posisi ketujuh LMP1)

Superseason 2019-2020 merupakan musim yang sulit bagi DragonSpeed di LMP1, semuanya diawali dengan kecelakaan parah yang dialami Pietro Fittipaldi pada putaran pembuka, Spa 2018. Reabilitas BR1 Gibson juga tak bisa dikatakan solid, namun mereka memiliki kecepatan yang bagus, khususnya saat Ben Hanley ada di balik kemudi.

Setelah rentetan hasil kurang memuaskan sepanjang musim, DragonSpeed tiba di Le Mans dengan moral tinggi, khususnya setelah mengamankan sponsor baru, Gulf Oil Company, dan akan memakai livery ikonik Gulf yang identik dengan kesuksesan di La Sarthe.

Berstatus underdog LMP1, mampukah DragonSpeed menutup kiprahnya di WEC dengan cemerlang dan memberi perlawanan sengit kepada tim yang lebih mapan di Le Mans 24 jam akhir pekan ini?

>>> Baca juga: Review Toyota Granvia 2019: Van Mewah Menawan Harga Berteman

SMP Racing

Mobil SMP Racing untuk WEC Superseason 2018-2019, BR1 AER

#11 | BR1 AER | Mikhail Aleshin, Vitaly Petrov & Stoffel Vandoorne | Catatan waktu tes: 3 menit 22,061 (posisi keempat LMP1)

#17 | BR1 AER | Egor Orduzhev, Stephane Sarrazin & Sergey Sirotkin | Catatan waktu tes: 3 menit 22,199 (posisi keenam LMP1)

Jika berbicara soal kecepatan puncak, kombinasi sasis BR1 dan mesin AER milik SMP Racing adalah yang terbaik di Le Mans. #11 jadi mobil pertama yang menembus kecepatan 350 kpj sepanjang sejarah WEC pada tes akhir pekan lalu dengan Stoffel Vandoorne di balik kemudi.

Sayang, kali ini SMP Racing tak akan diperkuat juara dunia F1 2009, Jenson Button, yang harus absen lantaran kehadiran anak pertamanya. Namun, hal ini ditutupi oleh line-up yang dijejali oleh pembalap berpengalaman.

Dari segi mobil, tak ada yang meragukan kecepatan BR1 bermesin AER, terlebih jika melihat kemampuannya saat tes. Di atas kertas, pertarungan sengit antara Rebellion dan SMP Racing akan terjadi untuk posisi terakhir podium, dan status sebagai mobil LMP1 non-hybrid terbaik. Namun, reabilitas menjadi salah satu momok SMP Racing musim ini.

>>> Harga Toyota Avanza Juni 2019: Undi Lucky Draw, hadiah utama Innova Hingga Alphard

Sepanjang tujuh balapan Superseason 2018-2019, tim asal Rusia ini baru sekali menuntaskan balapan dengan dua mobil. Yakni pada Spa 6 jam di mana mobil #11 dan #17 masing-masing finis ketiga dan keempat. Jika mereka tidak mengalami masalah apapun, bukan tidak mungkin SMP Racing menembus tiga besar.

Apakah Toyota akan kembali melenggang, dan meraih kemenangan beruntun di Le Mans? Ataukah akan ada kejutan yang dihadirkan tim LMP1 non-hybrid yang tidak diunggulkan? Temukan jawabannya pada balapan di Sirkuit La Sarthe, Le Mans, Prancis, akhir pekan ini.

Lima pemenang Le Mans 24 jam terakhir:

Tahun

Pembalap

Tim

Mobil

2018

Fernando Alonso,

Kazuki Nakajima,

Sebastien Buemi

Toyota Gazoo Racing

Toyota TS050 Hybrid

2017

Timo Bernard,

Brendon Hartley,

Earl Bamber

Porsche LMP Team

Porsche 919 Hybrid

2016

Romain Dumais,

Neel Jani,

Marc Lieb

Porsche Team

Porsche 919 Hybrid

2015

Nico Hulkenberg,

Earl Bamber,

Nick Tandy

Porsche Team

Porsche 919 Hybrid

2014

Marcel Fassler,

Andre Lotterer,

Benoit Treluyeur

Audi Sport Team Joest

Audi R18 E-Tron Quatro

>>> Berita otomotif terlengkap hanya ada di Cintamobil.com

Share this post:
Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.

Berita lain

DragonSpeed Gunakan Livery Spesial Gulf Untuk Le Mans 2019

12/06/2019

Pasar mobil

5 menit

Jelang gelaran Le Mans 24 Jam 2019 yang akan bergulir akhir pekan ini, DragonSpeed memamerkan livery ikonik yang membuat BR1 Gibson #10 jadi mobil yang paling dinantikan penampilannya.

Lihat juga

Museo Ferrari Ajak Tifosi Apresiasi Milestone Motorsport dan Hypercar Ferrari

12/06/2019

Event - Promosi

10 menit

Museo Ferrari adakan pameran tematis “90 Years Exhibition” dan “Hypercars” selama setahun kedepan

Lihat juga

“Little Giant”, Ketika si Mungil Mini Cooper SE EV Tarik Boeing 777F

04/06/2019

Mobil baru

2 menit

Jika sebelumnya Mini selalu identik dengan mobil lucu untuk mobilitas perkotaan, lain halnya dengan Mini Cooper SE. Mobil listrik produksi massal pertama Mini ini mampu menarik sebuah pesawat!

Lihat juga

Honda Civic Type OveRland: Ketika Honda Civic Type R FK8 Disulap Menjadi Mobil Reli

28/05/2019

Mobil baru

3 menit

Honda Civic Type R FK8 kini memiliki kaki-kaki lebih jenjang sekaligus bodi lebih lebar layaknya mobil reli dan dinamakan Honda Civic Type OveRland

Lihat juga

Patahkan Rekor Civic Type R, Renault Megane R.S. Jadi Raja Nurburgring

24/05/2019

Pasar mobil

5 menit

Gelar mobil penggerak roda depan tercepat di Nurburgring berganti, Renault Megane R.S. Trohpy-R membukukan waktu tiga detik lebih cepat dari rekor sebelumnya dikuasai Honda Civic Type R.

Lihat juga
 
back to top