Preview Le Mans 24 Jam 2019: GTE Pro

14/06/2019

Pasar mobil

10 menit

Share this post:
Preview Le Mans 24 Jam 2019: GTE Pro
Meski secara realistis sulit bertarung untuk kemenangan overall, persaingan GTE Pro justru lebih menarik untuk disimak pada gelaran Le Mans 24 jam 2019 ini. Lalu, bagaimana peta persaingan di kelas tertinggi GT akhir pekan ini?

Berbeda dari LMP1, di mana Toyota menjadi satu-satunya tim pabrikan dan berpotensi melenggang mulus menuju kemenangan overall kedua beruntun Le Mans 24 jam, persaingan GTE Pro jauh lebih menarik dan sulit diprediksi.

Terlebih dengan pengumuman mundurnya tim pabrikan BMW dan Ford usai Le Mans 24 Jam 2019, kedua pabrikan bertekad menutup kiprahnya di WEC dengan tinta emas, yakni dengan memenangi balapan di Sirkuit La Sarthe akhir pekan ini.

>>> Sudah baca review Le Mans untuk kategori LMP1?

Namun, misi kedua pabrikan jelas tidak mudah. Untuk gelaran Le Mans 24 jam tahun ini, 17 mobil GTE Pro dari lima pabrikan berbeda bertarung untuk supermasi tertinggi di kategori GT.

Mulai dari Aston Martin (2 mobil), BMW (2 mobil), Corvette (2 mobil), Ferrari (3 mobil), Ford (4 mobil), hingga Porsche (4 mobil), peta persaingan antara kelima pabrikan cukup sengit dengan line-up mobil dan pembalap kelas wahid demi menjaga gengsi pabrikan di kategori GT.

Dari kelima pabrikan ini, mana yang punya peluang terbesar untuk berjaya akhir pekan ini? Simak preview Le Mans 24 Jam 2019 kategori GTE Pro yang disusun oleh redaksi Cintamobil.com berikut ini.

Aston Martin Racing

Aston Martin Vantage AMR sedang balapan di Sebring

Aston Martin coba mengulangi sejarah dengan Aston Martin Vantage GTE AMR generasi terbaru

#95 | Aston Martin Vantage AMR | Marco Sorensen, Nicki Thiim & Darren Turner | Catatan waktu tes: 3 menit 55,237 (posisi ke-14 GTE Pro)

#97 | Aston Martin Vantage AMR | Jonny Adam, Alex Lynn & Maxime Martin | Catatan waktu tes: 3 menit 54,583 (posisi ke-9 GTE Pro)

Pemenang tahun 2017, Aston Martin coba mengulangi sejarah dengan Aston Martin Vantage GTE AMR generasi terbaru. Mobil baru ini juga terbukti potensial, dengan kemenangan di Shanghai dan Spa sepanjang Superseason 2018-2019.

Namun, inkonsistensi masih jadi problem utama yang harus diatasi Aston Martin. Alhasil, kedua Aston Martin Vantage AMR sulit berbicara banyak musim ini, mobil #97 menempati posisi keenam klasemen dengan 65 poin, sementara #97 menguntit tepat di bawahnya dengan 64,5 poin.

Untuk line-up pembalap, Nicki Thiim dan Marco Sorensen akan didampingi oleh pembalap sarat pengalaman Darren Turner, yang akan menjalani Le Mans 24 jam yang ke-17 secara beruntun di mobil #95. Sementara itu, pemenang balapan sebelumnya, Maxime Martin dan Alex Lynn akan didampingi oleh Jonny Adam untuk melengkapi line-up tiga pembalap pada mobil #97.

BMW Team MTEK

Aksi BMW M8 MTEK di WEC Spa

BMW Team MTEK memilih mundur dari hingar bingar GTE Pro​​​​​​​

#81 | BMW M8 GTE | Nick Castburg, Phillip Eng & Martin Tomczyk | Catatan waktu tes: 3 menit 56,415 (posisi ke-16 GTE Pro)

#87 | BMW M8 GTE | Antonio Felix da Costa, Augusto Farfus & Jesse Krohn | Catatan waktu tes: 3 menit 56,742 (posisi ke-17 GTE Pro)

Setelah hanya satu musim di WEC, BMW Team MTEK memilih mundur dari hingar bingar GTE Pro. Memang, Ernest Knoor dan MTEK telah bekerja sangat keras untuk memberi perlawanan pada tim yang lebih mapan dengan capaian podium sebagai hasil terbaik.

>>> Apa saja teknologi BMW M8 GTE yang diadopsi ke versi jalanannya?

Sangat disayangkan, mengingat BMW M8 GTE telah memberikan tontonan menarik sepanjang superseason 2018-2019. Namun palu telah diketuk, BMW akan mengalihkan fokusnya pada program lain setelah musim berakhir.

Untuk balapan terakhirnya, BMW menyiapkan enam pembalap pabrikan dengan reputasi mentereng. Namun, ini juga yang menjadi salah satu kelemahan BMW, konsistensi line-up pembalap, di mana pabrikan Bavaria kerap menggantinya jelang balapan besar.

Namun, kami merasa BMW sangat membutuhkan penyesuaian BoP untuk mengulangi podium di Sebring dan Fuji, di mana mereka tampil cukup kompetitif. Secara realistis, peluang M8 GTE untuk berbicara banyak sangat kecil, terlebih jika melihat kecepatan saat tes, di mana mereka terpaut lebih dua detik dari mobil GTE Pro tercepat.

Corvette Racing

Corvette C7.R saat kualifikasi Le Mans 2018

Corvette Racing membawa enam pembalap berpengalaman menuju Prancis​​​​​​​

#63 | Corvette C7.R | Antonio Garcia, Jan Magnussen & Mike Rockenfeller | Catatan waktu tes: 3 menit 54,001 (posisi pertama GTE Pro)

#64 | Corvette C7.R | Marcel Fassler, Oliver Gavin & Tommy Milner | Catatan waktu tes: 3 menit 54,036 (posisi pertama GTE Pro)

Melihat kecepatan pada tes, Corvette Racing jadi tim yang patut diwaspadai untuk akhir pekan ini. Corvette C7.R #63 jadi mobil terkencang saat tes, dengan mobil #64 menempati posisi ketiga. Namun perlu lebih dari sekadar kecepatan untuk jadi yang terbaik di Le Mans 24 jam, adaptasi terhadap BoP juga tak kalah pentingnya untuk ajang ini.

Bagaimanapun juga, ini adalah awal yang bagi tim yang merayakan 20 tahun keikutsertaanya di balapan paling bergengsi, dan mungkin balapan terakhir Corvette C7.R sebelum digantikan C8.R.

>>> Harga Suzuki Jimny 2019: SUV Kompak Suzuki Akhirnya Comeback ke Indonesia

Beralih ke line-up pembalap, Corvette Racing membawa enam pembalap berpengalaman menuju Prancis. Mereka mempertahankan Antonio Garcia-Jan Magnussen untuk mobil #63, serta Tommy Miler-Oliver Gavin di mobil #64. Line-up tim semakin lengkap dengan kehadiran mantan pembalap Audi LMP1, Mike Rockenfeller (#63), dan Marcel Fassler (#64).

AF Corse

Ferrari 488 AF Corse balapan Le Mans 2018

Ferrari 488 adalah mobil yang cukup kompetitif​​​​​​​

#51 | Ferrari 488 GTE Evo | James Calado, Alessandro Pier Guidi & Daniel Serra| Catatan waktu tes: 3 menit 54,497 (posisi kedelapan GTE Pro)

#71 | Ferrari 488 GTE Evo | Sam Bird, Miguel Molina & Davide Rigon| Catatan waktu tes: 3 menit 54,103 (posisi keempat GTE Pro)

Ferrari 488 adalah mobil yang cukup kompetitif. Di tangan AF Corse, mobil ini telah memenangi balapan di penjuru dunia, dan memenangi gelar pembalap dan pabrikan GTE Pro, namun masih ada kepingan puzzle terakhir yang harus dilengkapi, yakni kemenangan Le Mans 24 jam.

Untuk musim ini, perjalanan kedua mobil AF Corse tampak sedikit berlawanan. Konsistensi jadi kunci tim #51 yang digawangi James Calado dan Alessandro Pier Guidi. Setelah tampil buruk pada putaran pembuka di Spa, mereka meraih satu kemenangan, dua podium, dan enam kali finis lima besar menempatkan mereka di posisi ketiga dengan 98,5 poin.

>>> Temukan mobil idaman Anda di sini

Di sisi lain, musim yang sulit dijalani duet Sam Bird - Davide Rigon dengan mobil #71. Setelah meraih podium di Spa 2018, hasil terbaik yang mereka petik hanyalah empat kali finis keenam. Alhasil, keduanya terbenam di posisi kedelapan klasemen mengemas 54,5 poin.

Jika mengacu pada hasil tes, #71 yang menunjuk Miguel Molina sebagai pembalap ketiga, tampil lebih meyakinkan dengan menempati posisi keempat. Sementara itu, #51 yang memasukkan nama Daniel Serra ke dalam squat menempati urutan kedelapan.

Mampukah AF Corse melengkapi kepingan puzzle yang hilang dengan mengantarkan Ferrari 488 GTE Evo memenangi Le Mans 24 jam pertamanya?

Risi Competizione

Ferrari 488 Risi Competizione beraksi saat tes Le Mans 2019

Risi Competizione bukanlah tim sembarangan​​​​​​​

#89 | Ferrari 488 GTE Evo | Pipo Derani, Jules Gounon & Oliver Jarvis| Catatan waktu tes: 3 menit 55,298 (posisi ke-15 GTE Pro)

Meski tidak diunggulkan, Risi Competizione bukanlah tim sembarangan. Tim yang didirikan Giuseppe Risi ini memiliki segudang pengalaman dengan memenangi Le Mans 24 tiga kali, dan terakhir memberi perlawanan sengit pada Ford tahun 2016.

Menjadi satu-satunya tim privatir di antara berjejalnya mobil pabrikan, Risi Competizione menurukan duet pembalap DPi IMSA, Pipo Derani dan Oliver Jarvis, dengan Jules Gounon sebagai pembalap ketiga.

Persiapan tim memang jauh dari kata optimal, menggunakan sasis Ferrari 488 Evo baru, ketiga pembalap hanya menempuh total 44 lap. Hal ini dikarenakan terbatasnya waktu tes, dan masalah sensor yang dialami mobil.

>>> Review Hyundai Getz 2007: Hatchback 5-Doors Yang Sempat Tenar Di Masanya

Namun, jangan coret dulu tim ini dari persaingan GTE Pro. Berbekal Ferrari 488 Evo yang cukup kompetitif serta line-up pembalap berpengalaman, Risi Competizione adalah kuda hitam yang patut diperhitungkan pada balapan akhir pekan ini.

Ford Chip Ganassi Team UK

Ford GT Chip Ganassi UK tampil pada tesLe Mans 2019

Ford memutuskan untuk mundur setelah Le Mans 24 jam​​​​​​​

#66 | Ford GT | Billy Johnson, Stefan Mucke & Olivier Pla | Catatan waktu tes: 3 menit 54,460 (posisi ketujuh GTE Pro)

#67 | Ford GT | Jonathan Bomarito, Andy Priaulx & Harry Tincknell | Catatan waktu tes: 3 menit 54,032 (posisi kedua GTE Pro)

Setelah tiga musim berkompetisi di WEC, Ford memutuskan untuk mundur setelah Le Mans 24 jam. Sangat disayangkan kehilangan pabrikan sekaliber Ford, yang telah mengerahkan seluruh sumber dayanya, dan menjadi bagian dari era keemasan GTE.

Memenangi satu balapan sepanjang musim 2018-2019, dua Ford GT tampil cukup konsisten. Pla-Mucke mengawali musim dengan baik menggunakan #66, sementara itu Priaulx-Tincknell tiga kali mengantarkan #67 naik podium. Saat ini, keduanya bertengger di posisi keempat dan kelima klasemen GTE Pro.

Untuk pembalap ketiga, Billy Johnson, anggota tim #66 saat memenangi Spa 2018 kembali dipercaya untuk mendampingi Pla-Mucke. Sementara itu, Jonathan Bomarito akan memulai debut Le Mans dengan Ford #67.

Berbekal hasil tes yang cukup impresif, dapatkah Ford Gannasi UK memberi kado perpisahan yang indah dengan memenangi Le Mans 24 jam?

Ford Chip Ganassi Team USA

Ford GT Chip Ganassi US saat tes jelang Le Mans 2019

Mereka masih memiliki beberapa balapan IMSA usai Le Mans 24 jam 2019​​​​​​​

#68 | Ford GT | Sebastien Bourdais, Joey Hand & Dirk Muller | Catatan waktu tes: 3 menit 54,784 (posisi ke-11 GTE Pro)

#69 | Ford GT | Ryan Briscoe, Scott Dixon & Richard Westbrook | Catatan waktu tes: 3 menit 54,718 (posisi ke-10 GTE Pro)

Ini bukanlah balapan terakhir bagi Ford Chip Ganassi Team USA, mereka masih memiliki beberapa balapan IMSA usai Le Mans 24 jam 2019 sebelum Ford menutup operasional pabrikan mereka di GTE Pro.

Namun, bukan berarti tim ini tidak termotivasi untuk balapan ini. Mereka bertekad mengulang kenangan manis kemenangan tahun 2016, saat Ford GT kembali ke La Sarthe.

>>> Simak berita terbaru pasar mobil di sini

Line-up pembalap juga tidak berubah dari tahun lalu, dengan memadukan pengalaman para pembalap GT senior seperti Joey Hand, Richard Westbrook, dan Dirk Muller, serta tiga bintang IndyCar, Sebastien Bourdais, Ryan Briscoe, serta Scott Dixon.

Menempati posisi ke-10 dan 11 saat tes, Ford Ganassi USA tak bisa dikesampingkan. Mereka memiliki reputasi mentereng sebagai pemenang Le Mans 24 jam dua tahun silam, serta balapan besar IMSA seperti Rolex Daytona dan Watkins Glen.>

Porsche GT Team (WEC)

Porsche 911 RSR GT WEC saat tes jelang Le Mans 2019

Superseason 2018-2019 adalah musim yang sangat luar biasa bagi Porsche GT Team​​​​​​​

#91 | Porsche 911 RSR | Michael Christiensen, Kevin Estre & Laurens Vanthoor | Catatan waktu tes: 3 menit 54,279 (posisi keenam GTE Pro)

#92 | Porsche 911 RSR | Gianmaria Bruni, Richard Lietz & Fred Makowiecki | Catatan waktu tes: 3 menit 55,156 (posisi ke-13 GTE Pro)

Superseason 2018-2019 adalah musim yang sangat luar biasa bagi Porsche GT Team, meski 911 RSR bukanlah mobil terkencang, mereka selalu konsisten mengisi podium dan memenangi balapan.

Pertarungan pabrikan memang telah berakhir, di mana Porsche unggul 93 poin atas Ferrari. Sementara pertarungan pembalap dipastikan menjadi milik Porsche, di mana duet #91 yang digawangi Estre-Christiensen unggul 36 poin atas Bruni-Lietz yang menggunakan #92.

Apakah itu sudah cukup? Tentu tidak, mereka masih haus akan kesuksesan, dan bertekad mempertahankan kemenangan Le Mans 24 jam sebagai penutup musim yang sudah sangat impresif.

Dengan Laurens Vanthoor ditunjuk sebagai pembalap ketiga #91, dan Fred Makowiecki mengisi slot terakhir #92, rasanya Porsche memiliki modal lebih dari cukup untuk kembali berjaya akhir pekan ini.

Porsche GT Team (IMSA)

Porscje 911 RSR GT IMSA saat tes jelang Le Mans 2019

Porsche juga menarik tim IMSA yang dioperasikan oleh CORE Autosport​​​​​​​

#93 | Porsche 911 RSR | Earl Bamber, Patrick Pilet & Nick Tandy | Catatan waktu tes: 3 menit 54,233 (posisi kelima GTE Pro)

#94 | Porsche 911 RSR | Mathieu Jaminet, Sven Muller & Dennis Olsen| Catatan waktu tes: 3 menit 54,996 (posisi ke-12 GTE Pro)

Selain tim yang satu musim penuh berlaga di WEC, Porsche juga menarik tim IMSA yang dioperasikan oleh CORE Autosport, yang bertekad menghapus kenangan buruk debut Le Mans tahun lalu, di mana satu mobil mereka tak finis dan mobil lainnya tercecer di persaingan GTE Pro.

Modal mereka jelang balapan ini cukup bagus, skuat IMSA Porsche memenangi tiga dari empat balapan awal ajang ketahanan Amerika itu di Sebring, Long Beach, dan Mid Ohio. Untuk ajang Le Mans 24 jam, mantan punggawa LMP1 Nick Tandy dan Earl Bamber akan didampingin Patrick Pilet mengendarai mobil #93. Sementara itu, mobil #94 akan diisi tiga pembalap muda, yakni Mathieu Jaminet, Sven Muller, dan Dennis Olsen.

Menggunakan livery pabrikan tahun lalu, kali ini Porsche IMSA akan menggunakan throwback livery Burmos, yang juga sebelumnya digunakan di Sebring dan Daytona.

Setelah melihat persiapan masing-masing tim di atas, mana menurut Anda yang paling siap dan berpeluang memenangi Le Mans 24 jam untuk kelas GTE Pro?

Pemenang Le Mans 24 jam kategori GTE Pro lima tahun terakhir

Tahun

Pembalap

Tim

Mobil

2018

Michael Christensen,

Kevin Estre,

Laurens Vanthoor

Porsche GT Team

Porsche 911 RSR

2017

Darren Turner,

Jonathan Adam,

Daniel Serra

Aston Martin Racing

Aston Martin Vantage GTE

2016

Joey Hand,

Dirk Muller,

Sebastien Bourdais

Ford Chip Ganassi Team USA

Ford GT

2015

Oliver Gavin,

Tommy Milner,

Jordan Taylor

Corvette Racing-GM

Chevrolet Corvette C7.R

2014

Gianmaria Bruni,

Giancarlo Fisicella,

Toni Vilander

AF Corse

Ferrari 458 Italia GT2

>>> Berita otomotif terlengkap hanya ada di Cintamobil.com

Share this post:
Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.

Berita lain

DragonSpeed Gunakan Livery Spesial Gulf Untuk Le Mans 2019

12/06/2019

Pasar mobil

5 menit

Jelang gelaran Le Mans 24 Jam 2019 yang akan bergulir akhir pekan ini, DragonSpeed memamerkan livery ikonik yang membuat BR1 Gibson #10 jadi mobil yang paling dinantikan penampilannya.

Lihat juga

Preview Le Mans 24 Jam 2019: LMP1

13/06/2019

Pasar mobil

15 menit

Ajang balap ketahanan paling bergengsi, Le Mans 24 jam, akan bergulir akhir pekan ini, dan menutup superseason World Endurance Championship 2019-2020. Lalu, bagaimana peta persaingan di kategori tertinggi, yakni LMP1?

Lihat juga

Honda Mean Mower V2: Mesin Potong Rumput Tercepat Di Dunia

13/06/2019

Pasar mobil

3 menit

Apa jadinya jika Anda mengawinkan sebuah mesin potong rumput dan sport bike? Voila! Jadilah mesin potong rumput tercepat di dunia.

Lihat juga

Museo Ferrari Ajak Tifosi Apresiasi Milestone Motorsport dan Hypercar Ferrari

12/06/2019

Event - Promosi

10 menit

Museo Ferrari adakan pameran tematis “90 Years Exhibition” dan “Hypercars” selama setahun kedepan

Lihat juga

Lamborghini Sterrato Huracan, Supercar ‘Mutan’ Penjelajah Medan Off-Road

07/06/2019

Mobil baru

2 menit

Setelah 45 tahun, Lamborghini kembali memproduksi model bergaya reli off-road. Bisa dibilang sebagai supercar mutan, Lamborghini Huracan Sterrato yang siap membawa Lambo dalam perjalanan baru nan berbeda.

Lihat juga
 
back to top