Mulai Oktober Tarif PPnBM Berbasis Emisi, Harga Mobil Bakal Berubah

13/09/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Regulasi PPnBM berbasis emisi bakal mempengaruhi harga mobil di pasaran, dari yang berubah lebih murah hingga yang berganti lebih mahal dari harga sebelumnya.

Regulasi baru tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) segera berlaku. Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan aturan perpajakan baru lewat PP Nomor 73 Tahun 2019 dan PP Nomor 74 tahun 2021. Regulasi itu bakal menggantikan regulasi PP No.41 tahun 2013 mulai 16 Oktober 2021.

“Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku setelah 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal diundangkan,” demikian kutipan PP yang ditetapkan 15 Oktober 2019 oleh Presiden Joko Widodo dan diundangkan pada 16 Oktober 2019.

Foto model Sedan di dealer Toyota

Pajak mobil bakal dihitung berdasarkan emisi

Tarif PPnBM Berbasis Emisi

Berbeda dengan regulasi lama dimana tarif PPnBM didasarkan pada jenis sedan dan non sedan, kapasitas mesin, dan sistem gerak, pada regulasi baru ini tarif PPnBM ditentukan berdasarkan emisi.

Tidak ada lagi penggolongan sedan dan non sedan, serta tidak juga menitikberatkan kapasitas mesin. Regulasi baru juga menetapkan tarif PPnBM untuk mobil murah LCGC (low cost green car) sebesar 3%, dan mobil-mobil ramah lingkungan lain seperti mobil listrik, mobil hybrid, hingga hydrogen fuel cell.

>>> Jangan Kaget! Mulai Oktober, Harga Mobil LCGC Bakal Naik

Harga Mobil Berubah

Dengan asumsi tarif PPnBM berbasis emisi itu benar-benar diterapkan, harga mobil juga akan terpengaruh. Bakal terjadi perubahan harga yang cukup signifikan. Harga mobil yang tadinya mahal bisa jadi lebih murah dan juga sebaliknya. 

Mengambil contoh salah satu segmen yang cukup ramai diisi para pabrikan yakni mobil penumpang di bawah 10 orang berkapasitas mesin maksimal 3.000 cc dengan konsumsi BBM di atas 15,5 Km/liter atau kadar emisi CO2 kurang dari 150 gram per kilometer dikenakan tarif PPnBM 15%. 

Walhasil, harga mobil-mobil yang mengisi segmen tersebut seperti Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, Wuling Confero dan model MPV hingga sedan sekalipun lainnya akan mengalami penyesuaian. Tapi perlu dicatat bahwa perubahan harga mungkin terjadi bila mobil memenuhi kadar emisi tersebut. 

Perlu diketahui saat ini mobil-mobil Low MPV dikenakan tarif PPnBM sebesar 10%. Sementara mobil jenis sedan dengan kapasitas sampai 1.500 cc masih dikenakan tarif PPnBM minimal 30%.

Mobil listrik juga akan mengalami penyesuaian karena mulai Oktober dikenakan tarif PPnBM dengan besaran 0%. Kemungkinan besar harganya lebih murah, terlebih bila diproduksi dalam negeri karena tak akan dikenakan bea impor. 

>>> Pajak Sedan Bakal Setara dengan Avanza, Harga Jadi Lebih Murah?

Foto Honda Brio Satya bersama sales

Mobil jenis LCGC juga bakal kena pajak

>>> Cari mobil baru atau bekas, dapatkan harga terbaik di sini!

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top