PPKM Jawa Bali Diperpanjang, 16 Kota-Kabupaten Turun Level

10/08/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Sebanyak 26 kota/kabupaten dinyatakan turun dari level 4 ke level 3 dalam perpanjangan PPKM Jawa Bali yang akan berlangsung hingga 26 Agustus 2021 mendatang.

Pemerintah memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali untuk yang ketiga kalinya mulai tanggal 10 hingga 16 Agustus 2021.

“Atas arahan presiden republik indonesia maka PPKM Level 4, 3, dan 2 di Jawa Bali akan diperpanjang sampai tanggal 16 Agustus 2021” tutur Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/8/2021).

26 kota/kabupaten turun level

Latar belakang perpanjangan menurut Luhut adalah hasil positif PPKM Jawa Bali yang sudah berjalan. Terjadi penurunan kasus hingga 59,6% dari puncak kasus pada 15 Juli 2021. Sebanyak 26 kota/kabupaten bahkan dinyatakan turun dari level 4 ke level 3.

>>> Beda Aturan Berkendara PPKM Level 4 dan Level 3

Foto menunjukkan Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan

Pemerintah memperpanjang lagi PPKM Jawa Bali

“Dalam penerapan PPKM Level 4 dan 3 yang akan dilakukan dari tanggal 10 sampai 16 Agustus 2021 nanti terdapat 26 kota/kabupaten yang turun dari level 4 ke level 3. Hal ini menunjukkan perbaikan di lapangan yang cukup signifikan.” kata Luhut tanpa menjelaskan satu per satu kota/kabupaten yang dimaksud.

Harapannya, dengan perpanjangan ini semakin banyak kota/kabupaten lain yang menyusul turun level sehingga aktivitas dan mobilitas bisa lebih dilonggarkan.

Kelonggaran

Ada 3 kelonggaran pada PPKM Jawa Bali kali ini, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 30 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 Corona dan Level 2 Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Pertama; kegiatan makan minum di tempat umum. Kedua; kegiatan pusat perbelanjaan/mall. Ketiga; kegiatan di tempat ibadah. Lebih detailnya sebagai berikut:

1. Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum;

  • Restoran/rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in).
  • Restoran/rumah makan, kafe dengan area pelayanan di ruang terbuka diizinkan buka sampai dengan pukul 20.00 dengan kapasitas maksimal 25 persen, satu meja maksimal dua orang, dan waktu makan maksimal 20 menit.
  • Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya masih sama dengan pengaturan sebelumnya, diizinkan buka sampai dengan pukul 20.00 dengan maksimal pengunjung makan di tempat tiga orang dan waktu makan maksimal 20 menit.

2. Kegiatan di pusat perbelanjaan/mall

  • Untuk Provinsi DKI Jakarta, Kota Bandung, Kota Semarang, dan Kota Surabaya, dilakukan uji coba beroperasi 25 persen pada pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB dengan protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Perdagangan; penduduk dengan usia di bawah 12 tahun dan di atas 70 tahun dilarang masuk; bioskop, tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan ditutup.

>>> Dispensasi Perpanjangan SIM Diundur Hingga 18 Agustus

Foto menunjukkan petugas memeriksa kendaraan angkutan umum

Pemeriksaan angkutan umum dilakukan untuk memastikan pengendara mematuhi protokol kesehatan

3. Tempat ibadah

  • Masjid, musala, gereja, pura, vihara, dan klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah dapat dibuka dengan maksimal 25 persen kapasitas atau 20 orang dengan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama;

Aturan mobilitas

Untuk aturan mobilitas masih sama. Semua sarana transportasi umum boleh beroperasi dengan pembatasan penumpang. Di wilayah PPKM level 4 maksimal penumpang hanya boleh 50% dengan protokol kesehatan. Sedangkan di wilayah PPKM level 3 maksimal penumpang boleh sampai 75% dengan protokol kesehatan.

>>> Merawat Mobil Tetap Wajib Meski Tak Digunakan karena PPKM

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top