PPKM Diperpanjang, Semarang Raya Turun Ke Level 2

31/08/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Wilayah Semarang Raya mengalami penurunan status dari Level 3 ke Level 2 dalam perpanjangan PPKM yang berlangsung mulai 31 Agustus - 6 September 2021.

Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali dilakukan Pemerintah mulai 30 Agustus hingga 6 September 2021. Kali ini sejumlah wilayah aglomerasi masuk dalam daftar penurunan status ke Level yang lebih rendah.

“Pemerintah memutuskan mulai tanggal 31 Agustus hingga 6 September 2021 sebagai berikut untuk wilayah Jawa Bali terdapat penambahan wilayah aglomerasi yang masuk ke Level 3, yakni Malang Raya dan Solo Raya sehingga wilayah yang masuk ke dalam Level 3 pada penerapan Minggu ini adalah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, Malang Raya, dan Solo Raya.” kata Presiden dalam keterangan resmi virtual yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/8/2021) malam.

>>> Polres Bogor Rencanakan Ganjil Genap di Puncak Tiap Akhir Pekan

Foto Presiden Joko Widodo menyampaikan perpanjangan PPKM Level 4

Pemerintah memutuskan PPKM diperpanjang lagi hingga 9 Agustus

Semarang Raya Level 2

Selain Malang Raya dan Solo Raya yang turun ke Level 3, perkembangan apik dicatatkan wilayah Semarang Raya. Wilayah aglomerasi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Demak ini turun dari PPKM Level 3 ke Level 2.

“Untuk Semarang Raya berhasil turun ke Level 2 sehingga secara keseluruhan di Jawa Bali ada perkembangan yang cukup baik.”

Secara keseluruhan daerah dengan kriteria Level 4 berkurang dari 51 kabupaten/kota menjadi 25, Level 3 bertambah dari 67 kabupaten/kota menjadi 76, dan Level 2 bertambah dari dari 10 kabupaten/kota menjadi 27.

>>> Cari mobil plat nomor Jateng, dapatkan harga terbaik di sini!

Transportasi Umum Maksimal Kapasitas

Seiring turunnya status PPKM Semarang Raya ke Level 2 mobilitas warga semakin longgar. Termasuk dalam penggunaan sarana transportasi umum, kini boleh diisi maksimal kapasitas.

“Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 100% (seratus persen),” demikian bunyi kutipan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Tentang PPKM.

Foto menunjukkan bus Trans Semarang melintas di Jalan Agus Salim Semarang

Transportasi umum tetap beroperasi selama PPKM

Kelonggaran yang lain, fasilitas umum seperti taman dan tempat wisata yang sebelumnya wajib tutup boleh beroperasi dengan pembatasan pengunjung maksimal 25%.

Namun yang harus diperhatikan, beragam kelonggaran di atas wajib menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. Hal ini juga sebagaimana pesan Presiden dalam siaran resminya.

“Kita harus bersama-sama agar kasus Covid-19 tidak naik lagi. Kuncinya sederhana; ayo segera ikut vaksin, ayo disiplin terapkan protokol kesehatan,” kata Presiden.

>>> Jateng Disekat Tiap Akhir Pekan, Mau Masuk Wajib Vaksin!

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top