PPKM Darurat Kota Semarang, Penumpang BRT Dibatasi 50%

03/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Tidak berubah dari sebelumnya, kapasitas penumpang BRT dan transportasi umum yang lain di Kota Semarang tetap dibatasi maksimal 50% selama PPKM Darurat.

Wilayah Kota Semarang berlaku PPKM Darurat level 4 bersama dengan 13 wilayah kota/kabupaten lain di Jawa Tengah. Hal itu sebagaimana tertera dalam  Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Jawa Dan Bali.

“Semarang di dalam Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 termasuk wilayah yang masuk level 4,” kata Walikota Semarang Hendrar Prihadi dalam keterangan resmi yang disiarkan di channel Youtube-nya, (2/7/2021). “Jadi Semarang termasuk yang harus mendapatkan perhatian prioritas.” lanjutnya.

Foto menunjukkan Kawasan Tugu Muda Semarang

Kota Semarang berlaku PPKM Darurat Level 4

Atas dasar tersebut, beberapa kebijakan Pemkot mengalami perubahan diselaraskan dengan Inmendagri di atas. Diantaranya work from home (WFH) dan work from office (WFC), yang sebelumnya hanya berlaku di lingkungan pemerintahan, sekarang berlaku untuk seluruh perkantoran dan usaha yang ada di Kota Semarang. Adapun pembagiannya, untuk non esensial 100%, esensial 50%, critical bisa work from office hingga 100%.

>>> PPKM Darurat Level 3 Atau Level 4, Apa Arti dan Perbedaannya?

Penumpang BRT dibatasi 50%

Untuk sarana transportasi umum tidak ada perubahan. Pemkot tetap menggunakan pembatasan maksimal 50% meskipun dalam Inmendagri diizinkan hingga 70%.

“Transportasi yang kita kelola kan BRT. Jadi, kalau dalam aturan Inmendagri transportasi dimungkinkan dengan kapasitas maksimal 70%.” kata Hendi, sapaan akrab Walikota Semarang. “Di dalam Perwali itu sudah sampai 50%. Jadi kita sudah batasi BRT kita itu penumpangnya maksimal 50%.” lanjutnya.

Sebagai informasi, pembatasan jumlah penumpang transportasi umum dan barang di Kota Semarang sudah dijalankan sejak 2020, sesuai Peraturan Walikota Semarang Nomor 57 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan PKM Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kota Semarang. Termasuk juga pembatasan jam operasional, juga diatur dalam Perwali tersebut.

Pada Pasal 18 Ayat 2 disebutkan:

Moda transportasi umum dan moda transportasi barang diwajibkan untuk mengikuti ketentuan sebagai berikut:
a. membatasi jumlah orang paling banyak 50% (lima puluh persen) dari kapasitas angkutan;
b. moda transportasi umum dilakukan pembatasan jam operasional mulai dari pukul 04.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB kecuali taksi/ojek online;

Selama ini aturan tersebut sudah berjalan dengan baik sehingga tidak perlu dilakukan perubahan. Penumpang BRT Trans Semarang jarang berdesakan karena ruangan di dalam bus menjadi lebih longgar.

>>> PPKM Darurat Jawa-Bali Sah! Naik Bus Harus Sudah Vaksin dan Antigen

PPKM Darurat

Seperti telah diumumkan Pemerintah, mulai 3 Juli 2021 hingga 18 hari ke depan atau sampai 20 Juli 2021 diberlakukan PPKM Darurat Jawa-Bali. Hal ini karena kasus Covid-19 yang meningkat semakin signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Foto menunjukkan beberapa poin PPKM Darurat Kota Semarang

Penumpang transportasi umum Kota Semarang dibatasi 50%

“Setelah mendapat banyak masukan dari para Menteri, para Ahli Kesehatan, dan juga para Kepala Daerah, saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus Jawa dan Bali,” ujar Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara yang disiarkan langsung di YouTube Setpres, Kamis (1/7/2021).

Salah satu yang sangat ditekankan selain protokol kesehatan, yaitu syarat wajib vaksinasi dan/atau PCR maupun tes antigen bagi siapapun yang melakukan perjalanan domestik. Baik itu menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor, maupun menggunakan sarana transportasi umum, seperti pesawat, bus, dan kereta api. Tujuannya agar warga benar-benar terlindungi dari paparan virus di perjalanan.

>>> Cegah Covid-19, Ini Perlengkapan yang Perlu Dibawa dalam Kendaraan

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

 
back to top