Potensi Pendapatan Tesla Dari Sharing Supercharger Tembus Rp 350 T

26/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Pendapatan Tesla diperkirakan bakal bertambah lebih dari Rp 350 triliun per setahun jika rencana sharing superchargernya untuk merek lain terealisasi.

Elon Musk mengumumkan rencananya membuka jaringan pengisian daya (supercharger) Tesla untuk merek lain mulai akhir tahun ini. Tentu saja bukan gratisan karena infrastruktur tersebut dibangun dengan investasi besar. Lantas, berapa potensi pendapatan Tesla jika rencana itu terealisasi?

Potensi pendapatan

Dikutip dari Teslarati, Goldman Sachs, perusahaan bank investasi dan jasa keuangan multinasional asal Amerika yang berkantor pusat di New York City mencoba membuat perhitungan atas rencana Musk.

Foto menunjukkan Potensi pendapatan Tesla dari sharing supercharger

Goldman Sachs mengetimasi pendapatan Tesla dari sharing supercharger

Hasilnya mencengangkan, dengan hampir 3.000 stasiun dan 25.000 kios pengisian daya serta asumsi berkembang menjadi 500.000 kios, pendapatan Tesla diperkirakan bertambah 25 miliar USD atau lebih dari Rp 350 triliun per tahun.

“Dalam Exhibit 4, kami menunjukkan potensi peluang pendapatan jika Tesla membuka jaringan Superchargernya ke kendaraan non-Tesla dan membebankan biaya per penggunaan,”  tulis Teslarati (22/7/2021) mengutip perkiraan Goldman Sachs.

“Kolom pertama menunjukkan peluang monetisasi dengan basis pengisi daya 25k Tesla yang terpasang saat ini, dan jika basis tersebut tumbuh menjadi 500 ribu Supercharger dalam jangka panjang untuk tujuan ilustrasi (bisa menjadi 25+ miliar dalam pendapatan tahunan, tergantung pada penggunaan dan harga rata-rata.”

>>> Jaringan Pengisian Daya Tesla Bakal Dibuka Untuk Merek Lain

Tesla Supercharger

Diberitakan sebelumnya, komitmen Elon Musk dalam perkembangan teknologi mobil listrik dipertanyakan. Hanya karena jaringan pengisian daya Tesla terlalu eksklusif untuk mobil Tesla.

Namun Musk menjelaskan hal itu bukan karena diskriminasi, melainkan belum adanya standar yang pakem. Karenanya mulai akhir tahun ini supercharger Tesla bisa dipakai mobil listrik merek lain.

”Kami membuat jaringan Supercharger kami terbuka untuk EV lain akhir tahun ini.”  tulis Musk di Twitter, (20/7/2021).

>>> Tesla Buka Stasiun Pengisian Supercharger Pertama di ASEAN

Foto menunjukkan Stasiun pengisian daya Tesla

Selama ini stasiun pengisian daya Tesla hanya untuk mobil Tesla

Tesla memang memiliki jaringan pengisian daya atau supercharger terbanyak di dunia, 25.000 stall/kios. Namun proses pengembangannya cukup lama memakan waktu 9 tahun.

Stasiun pengisian daya cepat pertama berdiri di AS tahun 2012 untuk mendukung peluncuran Tesla Model S yang diluncurkan 22 Juni 2012. Hingga beberapa tahun Tesla masih menawarkan pengisian daya 120 kW ini sebelum akhirnya Tesla meningkatkan output daya menjadi 150 kW (Supercharger V2) lalu meluncurkan Supercharger V3 yang memiliki output hingga 250 kW.

Dengan Supercharger V3 pemilik Model 3 Long Range hanya butuh waktu 5 menit untuk mendapatkan kapasitas baterai dengan jarak tempuh hingga 120 Km, atau sekitar 15-20 menit untuk mencapai kapasitas penuh.

>>> Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Mobil Listrik di Indonesia 

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top