Polisi Usul Ganjil Genap Jakarta Diaktifkan Lagi

04/06/2021

Pasar mobil

3 menit

Mempertimbangkan lalu lintas yang mulai padat dan sering macet, Polda Metro Jaya usul agar ganjil genap diberlakukan kembali secara bertahap selama PPKM Mikro.

Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar kebijakan ganjil genap diberlakukan kembali secara bertahap. Hal itu mempertimbangkan semakin meningkatnya volume kendaraan di sejumlah ruas jalan hingga menimbulkan kemacetan.

“Kami merekomendasikan pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem ganjil genap diberlakukan secara bertahap,” tutur Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Rusdy Pramana, seperti dikutip dari Divisi Humas Polri, (4/6/2021).

“Diprioritaskan kepada ruas jalan dengan tingkat kemacetan arus lalu lintas (lalin) cukup padat dan tentunya dengan sarana dan prasarana angkutan umum yang memadai,” tambahnya.

Peningkatan lalu lintas

Dari kajian yang dilakukan Ditlantas Polda Metro Jaya, sering terjadi kemacetan di beberapa ruas jalan dan harus segera diatasi. Diantaranya ruas Sudirman-Thamrin yang mengalami peningkatan sebesar 115,1 persen selama gage ditiadakan.

>>> Gage Belum Berlaku, Polisi Khawatirkan Kerumunan

Foto salah satu situasi Lalu lintas di Jakarta

Volume kendaraan di ibu kota menunjukkan peningkatan

Dikhawatirkan jika tidak segera diatasi bakal berdampak kurang baik bagi kenyamanan dan keselamatan pengendara.

“Perbandingan saat pemberlakuan (31 Maret – 5 April 2021) dengan tidak pemberlakuan (13-19 Juli 2020) di Sudirman Thamrin volumenya mengalami peningkatan 115,1 persen,” jelas AKBP Rusdy. “Kemudian kemacetan lalin dapat menyebabkan kelelahan dan emosi. Sehingga mengganggu konsentrasi pengemudi pada saat mengemudi,” tambahnya.

Dishub wajibkan protokol kesehatan

Senada dengan Ditlantas, Dishub DKI juga membuka kemungkinan ganjil genap diaktifkan lagi untuk mengatasi kemacetan. Syaratnya kebijakan penanganan dan pencegahan Covid-19 jalan optimal. Diantaranya protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dan 3T (tracing, testing, treatment).

“Setelah kedua upaya itu kita bisa lihat ada keberhasilan, maka sektor transportasi bisa mengimbangi dengan kebijakan ganjil genap,” kata Syafrin dalam diskusi virtual, Rabu (2/6/2021).

Sebagaimana diketahui, kebijakan ganjil genap ditiadakan sejak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan. Tujuannya mengurangi kerumunan di dalam transportasi umum seperti Transjakarta, LRT dan MRT.

>>> Wajib Tahu! Ini Besaran Sistem Poin Pelanggaran SIM yang Terbaru

Gambar menunjukkan PPKM Mikro DKI diberlakukan lagi mulai 1-14 Juni

PPKM Mikro DKI diperpanjang hingga 14 Juni 2021

Syafrin menuturkan, jika gage diberlakukan lagi, kapasitas angkutan umum harus ditingkatkan untuk mengurangi penumpukan dan kepadatan para penumpang.

“Tapi satu hal, jangan dilihat dari sisi sektor transportasi saja tetapi harus dilihat juga di sisi sebelah upaya pemerintah yang demikian masifnya melakukan penanganan dan pencegahan Covid-19,” jelasnya.

>>> Daftar 13 Kendaraan yang Boleh Melintas di Kawasan Gage

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top