PKM Kota Semarang Diperpanjang Hingga 5 Juli, Warga Boleh Berwisata

23/06/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
PKM Kota Semarang Diperpanjang Hingga 5 Juli, Warga Boleh Berwisata
PKM Kota Semarang jilid 4 diberlakukan hingga 5 Juli 2020 dengan sejumlah kelonggaran, seperti warga diperbolehkan mengunjungi tempat-tempat rekreasi dan wisata

Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) jilid 3 resmi berakhir pada 21 Juni 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memutuskan untuk memperpanjang selama  14 hari. Mengacu pada Keputusan Wali Kota Semarang Nomor 443/581 Tahun 2020 Tentang Perpanjangan Ketiga Pemberlakuan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Semarang, perpanjangan PKM Kota Semarang berlaku mulai 22 Juni 2020 hingga 5 Juli 2020.

Foto suasana pengecekan kendaraan dan penumpang di pos PKM Kota Semarang

PKM diperpanjang, pengecekan terkait COVID-19 di Semarang jalan terus

Berbeda dengan PKM sebelumnya

Sebagaimana PKM jilid sebelumnya yang memberi sejumlah kelonggaran, pada PKM Kota Semarang jilid 4 kali ini juga makin melonggarkan pembatasan kegiatan masyarakat. Ada 3 point yang dilonggarkan, yaitu:

  • Pertama, terkait diijinkannya tempat wisata dan tempat hiburan untuk beroperasi kembali mulai 22 Juni 2020, dengan rekomendasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.
  • Kedua, tentang pembatasan jam operasional tempat usaha yang semula sampai jam 21.00, saat ini diberi kelonggaran hingga jam 22.00.
  • Ketiga, soal kegiatan pernikahan dan pemakaman yang boleh melibatkan orang hingga 50% dari kapasitas ruang, namun sebanyak - banyaknya tidak lebih dari 50 orang.

>>> 3 Destinasi Wisata Kabupaten Semarang Paling Ngetop

Aturan berkendara tidak berubah

Foto menunjukkan tempat wisata Lawang Sewu di Semarang

Aturan baru PKM Kota Semarang jilid 4, warga boleh mengunjungi tempat wisata dengan tetap mematuhi protokol kesehatan

Untuk aturan berkendara tidak ada yang berubah, masih sesuai Perwalkot Semarang Nomor 28 Tahun 2020. Transportasi umum dibatasi kecuali untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan kesehatan, truk barang untuk distribusi bahan baku industri manufaktur, truk barang untuk keperluan ekspor impor, truk barang atau bus untuk distribusi barang kiriman (kurir servis, titipan kilat, dan sejenisnya), bus antar jemput karyawan pabrik, kendaraan darurat, dan kendaraan keamanan.

Penumpang transportasi umum paling banyak 50 persen dari kapasitas penumpang, jam operasional selain ojek dan taksi terbatas dari jam 04.00 WIB sampai jam 18.00 WIB, serta menerapkan protokol kesehatan.

Sebagai informasi, sejak 15 Juni lalu sejumlah ruas jalan penting yang sebelumnya ditutup kembali dibuka secara penuh, yaitu pertigaan Sukun Raya, Jalan Dr. Wahidin, Jalan Lamongan, Jalan Tanjung, Jalan Ngesrep Timur V, Jalan Sukun Raya, dan Jalan  Lamper Tengah. Kemudian 5 jalan protokol yaitu Jalan Pemuda, Jalan  Ahmad Yani, Jalan Pandanaran, Jalan Pahlawan, dan Jalan Gajah Mada juga difungsikan lagi. Namun untuk Kawasan Simpang Lima setiap weekend alias hari Sabtu dan Minggu tetap DITUTUP mulai pukul 21.00 wib sampai pukul 06.00 wib di keesokan harinya.

>>> Pemkot Semarang Mulai Buka Ruas Jalan yang Ditutup

Banner Pengumuman penutupan Kawasan Simpang Lima Semarang

Kawasan Simpang Lima tetap ditutup saat weekend

>>> Berita lalu lintas menarik lainnya baca disini!

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top