Pilih Mobil 'Made in China’ Atau Mobil Jepang?

18/11/2018

Pasar mobil
Pilih Mobil 'Made in China’ Atau Mobil Jepang?
Pabrikan otomotif asal negeri China nampaknya semakin serius untuk berdagang di Indonesia. Jika sebelumnya merek otomotif asal Jepang banyak mendominasi, kini mulai tergerus satu per satu oleh merek China. Apakah hal ini membuktikan bahwa mobil China lebih baik dari mobil Jepang? Lantas lebih baik pilih mobil China atau mobil Jepang?

Jika menilik dari sektor ekonomi, proyeksi International Monetary Fund (IMF) dari tahun 2018 hingga 2023, memprediksi bahwa China akan menduduki podium ekonomi tertinggi dan Jepang berada di posisi keempat. Hal ini menjadi alasan utama mengapa pabrikan China kini terlihat giat berinvestasi masuk ke beberapa negara penting seperti Indonesia.

Akankah Pabrik Otomotif China Siap Mendominasi Kepiawaian Jepang?

Selain melakukan penetrasi pada sektor Gadget seperti merek Xiaomi, Oppo dan Vivo, China juga merambah di sektor otomotif kendaraan roda empat. Sebut saja, Wuling, dalam naungan PT. SGMW yang merilis produk pertamanya Confero S di tahun 2017 dan disusul Cortez pada awal tahun 2018.

Perusahaan Otomotif China Wuling menghadirkan dua produk unggulan yakni Cortez dan Confero

Wuling selaku pabrikan asal Tiongkok menghadirkan produk Cortez (kiri) dan Confero (kanan)

Baru-baru ini juga DFSK yang memiliki kepanjangan nama DongFeng Sokon merupakan salah satu Perseroan dari negeri China yang baru saja merilis produk teranyarnya, Glory 580 di pertengahan tahun 2018.

Perusahaan otomotif China DFSK juga menghadirkan Glory 580

DFSK Glory 580 juga baru saja diluncurkan sebagai salah satu perusahaan otomotif baru dari China

Dibanding DFSK yang menjadi pemain baru, kiprah Wuling di Indonesia nampak lebih cemerlang. Di tahun 2017 saja, Wuling sudah berhasil menelurkan angka penjualan sebanyak 5.050 unit. Bahkan di kuartal pertama 2018, tercatat rekor penjualan sudah meraih angka 8.120 unit mengalahkan merek otomotif Jepang seperti Datsun (7.621 unit), Nissan (4.813 unit) dan Mazda (2.769 unit). Hal ini membuktikan bahwa pabrikan asal Tiongkok cukup serius ingin mendobrak dominasi dari pabrikan asal Jepang.

>>> Simak keunggulan dan segala fitur dari DFSK Glory 580 1.5T Luxury CVT 2018

Stigma Buruk Masyarakat Akan ‘Made in China’

Namun pertanyaan utamanya adalah “Apakah mobil China lebih baik dari Jepang?” Dibalik pertanyaan tersebut, banyak masyarakat masih terkungkung akan stigma buruk dari pabrikan asal China. Tak sedikit ditemukan masyarakat beranggapan bahwa produk China memiliki harga terjangkau dan kualitas rendah. Itulah yang digambarkan jika mendengar “Made in China.”

Nyatanya Wuling dan DFSK memahami akan stigma buruk produk China yang terjadi pada masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, keduanya berhasil memahami apa yang diinginkan oleh masyarakat untuk sebuah kendaraan roda empat. Harga yang terjangkau, desain modern dan fitur lengkap, menjadi fondasi utamanya.

Fitur Wuling tampil sangat beragam dibanding kompetitor lainnya

Wuling merespon stigma buruk tersebut dengan menghadirkan Cortez yang dipersenjatai segala fitur Premium

Jika diibaratkan, kedua pabrikan asal Tiongkok tersebut merespon stigma buruk tersebut dengan menawarkan kualitas kendaraan yang lebih baik daripada banyak kompetitornya. Terjawab dari Wuling Cortez maupun DFSK Sokon Glory 580 yang menghadirkan berbagai fitur lengkap, siap menjamin keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Garansi DFSK Glory 580 hadirkan program selama 7 tahun atau ketika meraih 150.000 Km

Selain menghadirkan fitur berstandar internasional, DFSK juga merespon dengan hadirkan garansi terpanjang yakni 7 tahun

Bahkan jika ditilik dari angka penjualan Wuling dari tahun 2017 (5.050 unit) ke semester pertama 2018 (8.120 unit), terlihat adanya peningkatan  penjualan yang signifikan. Setidaknya, acuan tersebut bisa menggambarkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap produk China mulai meningkat.

>>> Penasaran dengan Wuling Cortez? Simak ulasan lengkap serta spesifikasinya dalam review kami

Sorot Tenang Pabrikan Otomotif Jepang

Lantas bagaimana respon dari pabrikan otomotif asal Jepang? Menjawab hadirnya Cortez dan Confero, Toyota maupun Daihatsu selaku pemain lama dalam dunia otomotif Indonesia, menjawab dengan hadirnya Rush dan Terios. Keduanya dibekali fitur keselamatan lebih canggih daripada sebelumnya. Tentu kita semua yang paham akan pergerakan dunia otomotif, Toyota seakan memberikan fitur dan teknologi setetes demi setetes. Hal tersebut nyatanya tak ditemukan pada Rush maupun Terios yang bahkan keduanya memiliki harga lebih terjangkau daripada sebelumnya.

Perusahaan otomotif Jepang, Toyota dan Daihatsu baru-baru mengeluarkan versi baru dari Rush serta Terios

Digadang-gadang kehadiran Toyota Rush (kiri) dan Daihatsu Terios (kanan) terbaru menjadi jawaban tantangan dari Wuling

Jika diibaratkan, Rush dan Terios siap menghadang dua produk unggulan Wuling yakni Confero maupun Cortez jauh dari kata mendominasi. Setidaknya, untuk saat ini Toyota masih ada di 'atas angin’, mengingat kepercayaan masyarakat terhadap produk Toyota sudah melekat dihati selama bertahun-tahun. Tak dipungkiri, untuk sebuah mobil, Budget yang dimiliki oleh konsumen tak ingin dihabiskan untuk sesuatu yang masih baru seperti Wuling atau DFSK misalnya. Nyatanya, tipikal konsumen masih banyak lebih mempercayai produk-produk yang sudah dipercaya dari generasi ke generasi seperti Toyota.

>>> Komparasi Virtual DFSK Sokon Glory 580 dan Toyota Rush

Perusahaan Otomotif China vs Jepang, manakah yang lebih baik?

Jika mengamati gerak-gerik penjualan Wuling sebagai pendatang baru, masyarakat cukup banyak mencoba dan mulai mempercayai merek China. Bahkan, mungkin sebagian banyak masyarakat berpikir, “Apakah mobil-mobil yang kita beli selama ini kemahalan?” Tak heran, Wuling akhirnya berhasil mengubah stigma 'Made in China’ menjadi sebuah makna baru yakni sebuah sosok mobil China yang berfitur lengkap dan berharga terjangkau daripada kompetitor lainnya. Seakan kalimat “Harga menentukan kualitas”, sudah tak lagi berlaku bagi Wuling.

Sedangkan merek otomotif Jepang masih terus berinovasi dengan gayanya masing-masing. Seperti Toyota dan Daihatsu misalnya, masih terlihat kalem tanpa respon dan menghadirkan produk unggulan untuk menghadang Wuling. Di sisi lain, Kijang Innova dan Avanza masih menduduki posisi teratas mobil terlaris hingga saat ini. Hal ini cukup membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat akan perusahaan mobil jepang masih sangat tinggi.

Lantas apa pilihan Anda? Apakah ingin mencoba mobil China yang notabene sebagai pendatang baru dengan penawaran fitur lengkap dan harga terjangkau, ataukah mobil Jepang yang sudah menemani Indonesia dari generasi ke generasi? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar sobat Cintamobil.com.

 
back to top