Mendukung Mobilitas Tanpa Emisi, Peugeot e-208 Jadi Armada Kepolisian Italia

01/05/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Di Italia, Peugeot dan Guardia di Finanza memperbarui kerja sama untuk transisi energi nol emisi dengan menghadirkan Peugeot e-208 dengan 100% mesin listrik.

Peugeot Global terus memberikan solusi dan alternatif pada pelanggan setianya. Tidak terkecuali, layanan publik dalam upaya menjaga keamanan lembaga finansial dalam mobilitasnya.

Gambar menunjukan Peugeot e-208

Tampilan depan Peugeot e-208 Guardia di Finanza

Sebanyak 30 Unit Peugeot e-208 Hadir untuk Guardia di Finanza Italia

Paling terbaru Peugeot dan Guardia di Finanza Italia, lembaga pengamanan finansial swasta di Italia berkolaborasi untuk hadirkan layanan mobilitas publik yang ramah lingkungan. Kali ini secara tegas mereka memberikan pesan untuk mendukung mobilitas tanpa emisi.

Inilah mobil pertama dari armada 30 Peugeot e-208 dengan mesin full elektrik untuk memenuhi kebutuhan Guardia di Finanza Italia. Mobil tersebut diberikan cat yang sesuai dengan warna official Guardia di Finanza lengkap dengan tools untuk menjalankan misi darat mereka.

Mobil bermesin full elektrik ini dapat memberikan tenaga sebesar 136 HP (100 kW) bakal mendampingi mobilitas Guardia di Finanza yang notabene membutuhkan kelincahan dan kecepatan instan. Mobil operasional lembaga ini, jelas membantu mengurangi emisi serta membantu memerangi polusi terhadap lingkungan.

>>> Mengenal Paket Audio Mobil Terbaik Beserta Aliran Modifnya

Gambar menunjukan Peugeot e-208

Tampilan belakang Peugeot e-208 Guardia di Finanza

>>> Promo Ramadan Astra Peugeot Mulai Diskon Hingga Gratis Cek Kendaraan

Peugeot e-208s Peraih Car of the Year 2020

Selain itu, sekadar informasi Peugeot 208 terbaru ini lekat dengan prestasi. Peugeot 208 ini telah memenangi penghargaan otomotif yang paling prestisius di wilayah Eropa, “Car of the Year“ tahun 2020 lalu.

Peugeot 208 yang digunakan Guardia di Finanzia telah didesain khusus dan terintegrasi peralatan penyokong berbagai misi yang dijalankan. Layout standar ditambahkan roll bar (tulang tambahan) untuk memperkuat struktur mobil. Selain itu, berbagai peralatan penunjang komunikasi terhadap contact center pusat juga terpasang.

Bagian luar kendaraan, bodi mobil dikelir sedemikian rupa dipadukan dengan cat memendarkan cahaya dengan desain sesuai dengan warna simbol Guardia di Finanza. Tiga buah lampu kedip terpasang di atap mobil. Lampu led strip juga di tambahkan di pada bagian depan dan belakang mobil untuk memastikan mobil dapat jelas terlihat saat melakukan operasional bahkan saat sedang berhenti.

“Peugeot e-208 yang dirancang untuk Guardia di Finanza ditandai dengan integrasi sempurna dari peralatan yang diperlukan untuk menyelesaikan misi yang berbeda. Mobil ini akan membantu berjuang melawan penggelapan pajak, membela kepentingan ekonomi negara, keamanan kesehatan, hingga perang melawan pencucian uang.” kata Peugeot dalam keterangan tertulisnya.

>>> Review Peugeot 208 GTi: GTI Versi Perancis Yang Tidak Kalah Hot Dari Jerman

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top